Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Prediksi Persib Bandung vs Bali United di Dewata Challenge Series 2026

Senin, 17 Agustus 2026 14:10 WIB

Pasanggrahan Panca Rasa Resmi Dibuka, Kawasan Gedung Sate Kini Bergaya Tempo Dulu

Senin, 17 Agustus 2026 14:00 WIB

Ramon Tanque Terancam Tinggalkan Persib? Klub Liga Vietnam Disebut Siap Menampung

Senin, 17 Agustus 2026 13:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Prediksi Persib Bandung vs Bali United di Dewata Challenge Series 2026
  • Pasanggrahan Panca Rasa Resmi Dibuka, Kawasan Gedung Sate Kini Bergaya Tempo Dulu
  • Ramon Tanque Terancam Tinggalkan Persib? Klub Liga Vietnam Disebut Siap Menampung
  • 81 Tahun Indonesia Merdeka, Ratusan Ribu Warga Jabar Belum Punya Akses Listrik
  • PKH-BPNT Tahap 3 Masih Jalan, Ini Kabar Terbaru Bansos Agustus 2026 dan BLT Kesra Rp900 Ribu
  • Update Korban Gempa Flores M7,7: 54 Orang Meninggal, 132 Luka-Luka
  • Kode Redeem FF Hari Ini 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis Spesial HUT RI ke-8
  • Skuad Persib Makin Ganas! 7 Pemain Timnas Kembali, Igor Tolic Langsung Siapkan Laga Asia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 17 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

81 Tahun Indonesia Merdeka, Ratusan Ribu Warga Jabar Belum Punya Akses Listrik

By Mulki AlbarSenin, 17 Agustus 2026 13:33 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti masih belum optimalnya pelayanan dasar dan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat setelah 81 tahun Indonesia merdeka.

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi seusai memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (17/8/2026).

Dedi mengatakan, pemerintah perlu jujur melihat kondisi pelayanan publik yang masih belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Salah satunya terkait akses listrik yang hingga kini masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Jawa Barat.

“81 tahun merdeka, layanan dasar pemerintah belum bisa berjalan secara efektif,” kata Dedi.

Ia mencontohkan, saat mulai menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat pada 2025, masih terdapat sekitar 500.000 warga yang belum mendapatkan akses listrik.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ironi karena Jawa Barat merupakan salah satu daerah penghasil energi listrik. Sejumlah pembangkit, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), panas bumi atau geothermal hingga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berada di wilayah Jawa Barat.

“Jabar itu pusatnya energi listrik. PLTA ada di sini, geothermal ada di sini, bahkan di Cirata sekarang ada PLTS,” ujarnya.

Warga di Daerah Penghasil Harus Merasakan Manfaat

Dedi menilai pembangunan selama ini masih menyisakan persoalan ketika masyarakat yang tinggal di sekitar sumber produksi energi justru belum sepenuhnya menikmati manfaatnya.

“Di situ menghasilkan listrik, orang situnya terusir tapi listriknya tidak kebagian. Nah, ini kan perspektif yang harus segera dibenahi,” katanya.

Menurut Dedi, persoalan tersebut perlu dikoreksi melalui tata kelola keuangan dan kebijakan pembangunan daerah. Manfaat pembangunan maupun sumber daya yang dihasilkan dari suatu wilayah harus turut dirasakan masyarakat setempat.

Ia mengatakan, penyelesaian layanan dasar akan dilakukan secara bertahap melalui realokasi anggaran. Pemerintah, kata dia, perlu mengevaluasi belanja yang bersifat rutin dan mengalihkannya untuk kebutuhan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Yang paling utama adalah pemerintah, terutama penyelenggara kegiatan keuangan daerah, tidak boleh abaikan layanan dasar dengan mengutamakan aspek-aspek yang bersifat rutinitas,” ucapnya.

Dedi mencontohkan sejumlah belanja pemerintah seperti perjalanan dinas, kegiatan pertemuan, rapat hingga pengadaan dan pembaruan perangkat teknologi.

Menurutnya, pengeluaran tersebut perlu dievaluasi apabila tidak memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Berapa sih uang kita yang dibuang-buang untuk kegiatan rutinitas? Kunjungan kerja, kegiatan-kegiatan pertemuan, rapat-rapat, mempercantik ruangan dengan berbagai ornamen,” katanya.

Infrastruktur Jadi Prioritas

Selain layanan dasar, Dedi menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas yang perlu dituntaskan.

Ia menyoroti masih adanya wilayah di Jawa Barat yang akses menuju jalan utama membutuhkan perjalanan melalui jalur yang berliku dan sulit.

“Selain listrik, prioritas lainnya? Infrastruktur dong,” kata Dedi.

Menurutnya, kondisi tersebut masih ditemukan di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan Garut.

“Nah, itu secara bertahap harus terselesaikan,” ujarnya.

Dedi menegaskan, pemenuhan layanan dasar dan pembangunan infrastruktur harus menjadi bagian utama dari kebijakan pemerintah daerah.

Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai secara simbolis, tetapi harus diwujudkan melalui kemampuan pemerintah memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan dasar serta akses pembangunan secara lebih merata.

“Kalau layanan dasar sudah terpenuhi, infrastruktur sudah baik, itu baru kemerdekaan yang dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi HUT RI 2026 HUT RI ke-81 Infrastruktur Jawa Barat kemerdekaan Jawa Barat pelayanan dasar Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pasanggrahan Panca Rasa Resmi Dibuka, Kawasan Gedung Sate Kini Bergaya Tempo Dulu

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

PKH-BPNT Tahap 3 Masih Jalan, Ini Kabar Terbaru Bansos Agustus 2026 dan BLT Kesra Rp900 Ribu

Update Korban Gempa Flores M7,7: 54 Orang Meninggal, 132 Luka-Luka

Ribuan Warga Meriahkan Upacara HUT ke-81 RI di Halaman Gedung Sate

Rekam Jejak Garang Tapi Gugur: Apa yang Sebenarnya Dicari dari Seorang Hakim Agung?

deportasi

Ada 303 Narapidana Korupsi, Ini Daftar Kasus yang Dapat Remisi Kemerdekaan RI di Jabar

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
  • Jelang HUT RI ke-81, Warga Cikutra Bikin Terowongan Merah Putih Sepanjang 180 Meter
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.