Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 17:39 WIB

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali

Minggu, 2 Agustus 2026 16:43 WIB

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Minggu, 2 Agustus 2026 15:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
  • 3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine
  • Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini
  • Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aksi Dramatis WNI di Kamboja: Dihujani Tembakan Saat Coba Lari dari Kompleks Sindikat Online Scam

By Aga GustianaJumat, 31 Oktober 2025 07:58 WIB2 Mins Read
Viral video percobaan kabur puluhan WNI dari kompleks online scam di Kamboja.
Ilustrasi. Viral video percobaan kabur puluhan WNI dari kompleks online scam di Kamboja. (Foto: Instagram)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kericuhan terjadi di Kota Bavet, Kamboja, ketika puluhan warga negara Indonesia (WNI) berupaya melarikan diri dari sebuah kawasan yang diduga menjadi pusat aktivitas penipuan online atau online scam.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat sekitar 25 orang berhasil mencapai area gerbang utama sebelum dihentikan dengan tembakan peringatan dan tindakan keras dari petugas keamanan. Beberapa di antaranya mengalami luka akibat pemukulan, sementara aparat langsung memperketat penjagaan di sekitar kompleks.

Salah satu unggahan di platform X menuliskan:

“Laporan dari Kota Bavet menyebutkan sekelompok warga negara Indonesia berusaha meninggalkan kompleks yang terhubung dengan aktivitas daring, tetapi dihentikan. Beberapa orang dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.”

Insiden ini menambah panjang daftar kasus eksploitasi terhadap pekerja migran asal Indonesia di Kamboja.

Pemerintah Bergerak Cepat Pulangkan 110 Korban Online Scam

Menanggapi situasi tersebut, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, memastikan pemerintah akan segera memulangkan 110 WNI yang menjadi korban jaringan online scam di Kamboja.

“Jadi semuanya dalam proses dan kita akan pulangkan (110 WNI korban online scam di Kamboja) ke Indonesia, negara hadir di situ untuk melindungi mereka,” ujar Mukhtarudin saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2025).

Mukhtarudin menambahkan, Direktur Siber P2MI Guntur Saputro telah berada di Kamboja untuk bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh dan otoritas setempat. Saat ini, seluruh korban sudah diamankan di rumah detensi imigrasi Phnom Penh.

“Saat ini seluruh 110 WNI telah berada di rumah detensi imigrasi Phnom Penh untuk proses pendataan dan pemeriksaan oleh otoritas setempat. Tapi prinsipnya dari semua ini, Kementerian Luar Negeri juga melakukan upaya-upaya maksimal kemudian kami membackup itu kerja sama dengan otoritas di sana,” jelas Mukhtarudin.

Awal Pelarian dan Upaya Penyelamatan

Dari hasil investigasi awal, diketahui sebanyak 97 WNI sempat melarikan diri dari perusahaan yang diduga kuat menjalankan praktik penipuan digital di wilayah Chrey Thum, Provinsi Kandal. Dari jumlah tersebut, 13 orang berhasil keluar dari kawasan tersebut sebelum akhirnya diselamatkan oleh pihak berwenang.

Mukhtarudin memastikan pihaknya akan menelusuri jaringan perekrutan yang mengirim para WNI bekerja di perusahaan ilegal tersebut.

“Nanti kita (selidiki), yang penting balik dulu (WNI), nanti akan terlacak perusahaan atau apa yang menyalurkan mereka, itu akan ditindak segera,” tegasnya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian P2MI dan Kementerian Luar Negeri kini terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh korban kembali ke Tanah Air dengan aman serta mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam perekrutan ilegal tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bavet Kamboja KBRI Phnom Penh Mukhtarudin Online Scam P2MI Penipuan Online WNI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.