Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two

Rabu, 16 September 2026 21:00 WIB

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Rabu, 16 September 2026 20:42 WIB

Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak

Rabu, 16 September 2026 20:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two
  • Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label
  • Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak
  • 10 Tempat Wisata Bogor Terbaru dan Paling Hits, Cocok untuk Liburan Keluarga
  • Persib Curi Poin Penuh di ACL 2, Marc Klok Sanjung Mental Juang Bobotoh di Negeri Ginseng
  • Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia
  • DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!
  • Taktik Jitu Igor Tolic Bawa Persib Bandung Jinakkan Raksasa Korsel Lewat Skor Tipis 0-1
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aksi Dramatis WNI di Kamboja: Dihujani Tembakan Saat Coba Lari dari Kompleks Sindikat Online Scam

By Aga GustianaJumat, 31 Oktober 2025 07:58 WIB2 Mins Read
Viral video percobaan kabur puluhan WNI dari kompleks online scam di Kamboja.
Ilustrasi. Viral video percobaan kabur puluhan WNI dari kompleks online scam di Kamboja. (Foto: Instagram)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kericuhan terjadi di Kota Bavet, Kamboja, ketika puluhan warga negara Indonesia (WNI) berupaya melarikan diri dari sebuah kawasan yang diduga menjadi pusat aktivitas penipuan online atau online scam.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat sekitar 25 orang berhasil mencapai area gerbang utama sebelum dihentikan dengan tembakan peringatan dan tindakan keras dari petugas keamanan. Beberapa di antaranya mengalami luka akibat pemukulan, sementara aparat langsung memperketat penjagaan di sekitar kompleks.

Salah satu unggahan di platform X menuliskan:

“Laporan dari Kota Bavet menyebutkan sekelompok warga negara Indonesia berusaha meninggalkan kompleks yang terhubung dengan aktivitas daring, tetapi dihentikan. Beberapa orang dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.”

Baca Juga:  Rafael Struick: Dari Pemain Muda Den Haag hingga Bintang Timnas Indonesia

Insiden ini menambah panjang daftar kasus eksploitasi terhadap pekerja migran asal Indonesia di Kamboja.

Pemerintah Bergerak Cepat Pulangkan 110 Korban Online Scam

Menanggapi situasi tersebut, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, memastikan pemerintah akan segera memulangkan 110 WNI yang menjadi korban jaringan online scam di Kamboja.

“Jadi semuanya dalam proses dan kita akan pulangkan (110 WNI korban online scam di Kamboja) ke Indonesia, negara hadir di situ untuk melindungi mereka,” ujar Mukhtarudin saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2025).

Mukhtarudin menambahkan, Direktur Siber P2MI Guntur Saputro telah berada di Kamboja untuk bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh dan otoritas setempat. Saat ini, seluruh korban sudah diamankan di rumah detensi imigrasi Phnom Penh.

Baca Juga:  Prabowo Minta Aparat Malaysia Investigasi Menyeluruh soal Penembakan 5 WNI

“Saat ini seluruh 110 WNI telah berada di rumah detensi imigrasi Phnom Penh untuk proses pendataan dan pemeriksaan oleh otoritas setempat. Tapi prinsipnya dari semua ini, Kementerian Luar Negeri juga melakukan upaya-upaya maksimal kemudian kami membackup itu kerja sama dengan otoritas di sana,” jelas Mukhtarudin.

Awal Pelarian dan Upaya Penyelamatan

Dari hasil investigasi awal, diketahui sebanyak 97 WNI sempat melarikan diri dari perusahaan yang diduga kuat menjalankan praktik penipuan digital di wilayah Chrey Thum, Provinsi Kandal. Dari jumlah tersebut, 13 orang berhasil keluar dari kawasan tersebut sebelum akhirnya diselamatkan oleh pihak berwenang.

Baca Juga:  Persib di Tengah Konflik! Thailand-Kamboja Ganggu Persiapan Liga dan Asia

Mukhtarudin memastikan pihaknya akan menelusuri jaringan perekrutan yang mengirim para WNI bekerja di perusahaan ilegal tersebut.

“Nanti kita (selidiki), yang penting balik dulu (WNI), nanti akan terlacak perusahaan atau apa yang menyalurkan mereka, itu akan ditindak segera,” tegasnya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian P2MI dan Kementerian Luar Negeri kini terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh korban kembali ke Tanah Air dengan aman serta mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam perekrutan ilegal tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kamboja Penipuan Online WNI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak

Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia

DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!

Api Kepung 5 Titik Lahan di Sindanggalih Sumedang, Warga Mulai Waspada

Pencabulan

Skandal Pelecehan Siswi PKL di Sukabumi: Polisi Tetapkan Sekdis Dishub Sebagai Tersangka

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.