Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua

Sabtu, 4 April 2026 15:15 WIB

Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!

Sabtu, 4 April 2026 14:54 WIB

Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?

Sabtu, 4 April 2026 13:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua
  • Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!
  • Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?
  • Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!
  • Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat
  • Dompet Persib Terkuras Rp1,1 Miliar! Rekap Sanksi ‘Gila’ AFC di Liga Champions Asia Two
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram
  • Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aktor Intelektual Perusakan Kebun Teh Pangalengan Diburu Polresta Bandung

By Aga GustianaSabtu, 29 November 2025 18:43 WIB2 Mins Read
Kebun teh milik PTPN I Regional II di wilayah Malabar, Pangalengan, Kabupaten Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polresta Bandung kini menelusuri sosok yang diduga menjadi otak pendanaan di balik aksi perusakan kebun teh milik PTPN I Regional II di wilayah Malabar, Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menegaskan bahwa identitas para pelaku di lapangan sudah dikantongi. Fokus penyelidikan saat ini diarahkan pada pihak yang membiayai kegiatan illegal tersebut.

“Laporan terdahulu sudah naik ke penyidikan. Beberapa saksi sudah diperiksa, dan kami sedang mendalami peran masing-masing, termasuk mengejar aktor utama yang memberikan uang untuk penebangan pohon-pohon teh,” ujar Aldi, Sabtu (29/11/2025).

Dalam pemeriksaan tempat kejadian perkara untuk kasus yang berlangsung pada 25 November, polisi menemukan tiga titik kerusakan—Bojongwaru, Cipicung 1, dan Cipicung 2—dengan total area terdampak mencapai kurang lebih 14 hektare.

Baca Juga:  Polresta Bandung Amankan 4 Pelaku Kasus Dugaan Pembunuhan Pria di Soreang

Aldi mengatakan bahwa pelaku penebangan kini telah teridentifikasi.

“Sudah teridentifikasi orang-orang yang melakukan penebangan. Dan tetap kami akan mengejar aktornya untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatan ini,” jelasnya.

Ia menduga kuat perusakan tersebut dilakukan untuk mengalihfungsikan lahan menjadi area pertanian sayur jenis umbi, seperti kentang dan wortel.

Lebih jauh, Aldi menilai tindakan ini bukan hanya merugikan PTPN sebagai pemilik aset, tetapi juga mengancam keseimbangan lingkungan. Hilangnya tanaman teh yang sudah berusia puluhan tahun dapat memicu risiko bencana.

Baca Juga:  Fakta Lengkap Kasus Pengendara Motor Hadang Ambulans di Banjaran, Ini Penjelasan Polisi

“Tanaman teh di sana usianya sekitar 30 tahun, akarnya kuat menahan air. Kalau dibongkar, Pangalengan terancam banjir,” tegasnya.

Aldi juga memastikan bahwa aparat berhati-hati agar warga kecil yang hanya bekerja sebagai buruh tidak dijadikan kambing hitam.

“Kami mengutamakan mengejar aktornya. Kepada para dalang, hentikan. Kami sedang mengejar Anda,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa Polresta Bandung mendapat dukungan penuh dari Pemkab Bandung dan Polda Jabar untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas, termasuk rencana rehabilitasi lahan yang sudah dirusak.

Baca Juga:  Pelaku Ditangkap, Motif Sakit Hati Jadi Alasan Pembunuhan di Tanjakan Benyeng

Sebelumnya, upaya mengubah kawasan perkebunan teh menjadi lahan pertanian kembali terjadi di Pangalengan. Hal ini memicu protes dari Serikat Pekerja Perkebunan Teh Korwil Cinyiruan dan Kertasari, yang menggelar aksi di Pabrik Teh Malabar. Mereka menuntut PTPN mengambil langkah tegas untuk menghentikan penyerobotan lahan serta melindungi para pemetik teh.

Aksi tersebut sempat viral di media sosial pada Selasa lalu dan turut mendapat sorotan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam unggahannya pada Kamis (27/11), Dedi meminta Kapolda Jawa Barat segera menyelesaikan dugaan perampasan lahan dan mendorong Pemkab Bandung untuk turun tangan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kebun teh pangalengan Malabar penebangan liar pengrusakan lahan Polresta Bandung PTPN
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.