Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Rabu, 29 Juli 2026 17:02 WIB

Heboh! Suami Cut Keke Dilaporkan atas Dugaan Perzinaan, Ini Kronologi yang Terungkap

Rabu, 29 Juli 2026 16:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto.

Perpres 42 & 43 Tahun 2026 Resmi Disahkan: Tunjangan Kinerja Prajurit TNI dan Kemhan Naik Signifikan

Rabu, 29 Juli 2026 15:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan
  • Heboh! Suami Cut Keke Dilaporkan atas Dugaan Perzinaan, Ini Kronologi yang Terungkap
  • Perpres 42 & 43 Tahun 2026 Resmi Disahkan: Tunjangan Kinerja Prajurit TNI dan Kemhan Naik Signifikan
  • Tak Tergoyahkan! Julio Cesar Jadi Tembok Kokoh Persib saat Singkirkan DPMM FC
  • Kecelakaan Beruntun di Soekarno-Hatta Bandung, 1 Orang Tewas
  • Tinggalkan Fasilitas Mewah! Presiden Ini Rela Panas-Panasan Demi Jadi Fotografer F1, Siapa Dia?
  • Menteri HAM Tegaskan Penindakan Begal Harus Diserahkan ke Polisi, Bukan Main Hakim Sendiri
  • Gratis Tanpa Diamond! Ini Kode Redeem Free Fire Terbaru yang Bisa Bikin Inventory Makin Keren
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 29 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aneh tapi Nyata! Digerebek Kasus Judol Miliaran, Oknum Pegawai Malah Minta Polisi Ucap Salam Dulu?!

By SusanaSelasa, 28 Juli 2026 14:57 WIB6 Mins Read
Polda Jabar bongkar sindikat judi online Dazzlive. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aksi penggerebekan kantor yang diduga menjadi pusat operasional judi online Dazz X atau Dazzlive oleh Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Barat menjadi perhatian publik.

Bukan hanya karena terbongkarnya dugaan praktik perjudian digital berskala besar, tetapi juga karena muncul momen yang memancing perbincangan warganet. Saat petugas melakukan penindakan, sejumlah oknum pegawai justru mempersoalkan sikap petugas yang dianggap “tidak sopan”.

Alih-alih memberikan penjelasan terkait dugaan aktivitas ilegal yang tengah diperiksa, perhatian justru dialihkan pada cara petugas melakukan penggerebekan.

Momen tersebut kemudian viral di media sosial dan memunculkan berbagai reaksi. Banyak warganet mempertanyakan mengapa seseorang yang sedang berhadapan dengan dugaan pelanggaran hukum justru memperdebatkan persoalan etika kedatangan aparat.

Namun di balik fenomena tersebut, kasus Dazz X ternyata memiliki persoalan yang jauh lebih besar. Polisi menemukan dugaan sindikat judi online dengan struktur organisasi yang cukup rapi, melibatkan sejumlah peran mulai dari manajemen perusahaan, pengelola operasional, hingga perekrut pengguna dan host.

Viral karena Protes “Tidak Sopan” Saat Digerebek

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat situasi saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap lokasi yang diduga menjadi kantor operasional Dazz X.

Di tengah proses penggeledahan, muncul pernyataan dari salah satu pihak yang mempermasalahkan sikap petugas.

Kalimat seperti “kalian tidak sopan” kemudian menjadi sorotan karena dianggap menggeser fokus dari persoalan utama, yakni dugaan keterlibatan dalam aktivitas perjudian online.

Sejumlah masyarakat menilai bahwa proses penegakan hukum memang tidak sama seperti kunjungan biasa.

Komentar warganet pun ramai memenuhi kolom komentar Instagram @jakartainfoterkini.id.

“Kalau sopan namanya bertamu dan ucap salam,” tulis akun @wh***.

“Ngakak ‘ga sopan aku ga mau’. Btw bagus juga ya kantornya,” tulis akun @adi***.

“Penggerebekan mana yang sopan,” tulis akun @mrg***.

Perdebatan tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi mengenai bagaimana seseorang merespons ketika menghadapi pemeriksaan atau penindakan hukum.

Psikologi di Balik Sikap Mengalihkan Kesalahan

Dalam dunia psikologi komunikasi, perilaku mengalihkan pembahasan dari inti masalah menuju kesalahan pihak lain sering disebut sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri.

Seseorang yang merasa terancam oleh situasi tertentu terkadang berusaha mempertahankan citra dirinya dengan menyerang balik pihak yang menegur.

Beberapa pola komunikasi yang sering muncul antara lain:

1. Deflection atau Pengalihan Isu

Deflection merupakan strategi ketika seseorang menghindari pembahasan mengenai kesalahan utama dengan mengangkat persoalan lain.

Dalam konteks kasus ini, fokus yang seharusnya berada pada dugaan aktivitas judi online justru bergeser menjadi perdebatan mengenai cara petugas melakukan tindakan.

2. Melindungi Ego

Ketika seseorang menghadapi tuduhan atau konsekuensi hukum, sebagian orang mengalami tekanan terhadap citra dirinya.

Respons yang muncul bisa berupa penolakan, kemarahan, atau menyerang balik pihak lain agar dirinya tidak terlihat sebagai pihak yang bersalah.

3. Gaslighting

Gaslighting merupakan pola komunikasi yang membuat pihak lain merasa ragu terhadap fakta yang sebenarnya terjadi.

Dalam situasi tertentu, pelaku dapat mencoba membangun narasi bahwa pihak yang menindak justru dianggap melakukan kesalahan.

Namun dalam proses hukum, penilaian tetap didasarkan pada bukti, fakta, dan aturan yang berlaku.

Mengenal Pola DARVO dalam Konflik

Salah satu konsep yang sering digunakan untuk memahami respons defensif adalah pola DARVO.

DARVO merupakan singkatan dari:

Deny (Menyangkal)

Seseorang menolak atau mengabaikan tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Attack (Menyerang)

Alih-alih menjelaskan masalah utama, pihak tersebut menyerang orang yang menyampaikan tuduhan.

Reverse Victim and Offender (Membalik Posisi Korban dan Pelaku)

Pihak yang diduga melakukan kesalahan justru menggambarkan dirinya sebagai korban.

Meski demikian, setiap kasus tetap harus dilihat berdasarkan fakta hukum dan proses pembuktian, bukan hanya berdasarkan perilaku komunikasi seseorang.

Polda Jabar Bongkar Sindikat Judi Online Dazzlive

Di balik viralnya video tersebut, Polda Jawa Barat mengungkap kasus besar terkait dugaan tindak pidana perjudian online melalui aplikasi Dazzlive.

Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan polisi nomor: LP/B/634/IV/2026/SPKT/POLDA JABAR tertanggal 13 April 2026.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menjelaskan, operasi dilakukan oleh personel gabungan Subdit III Ditressiber pada 8 Juli 2026.

Penyidikan dilakukan secara serentak di tiga wilayah, yakni:

  • Jakarta Selatan
  • Purwakarta
  • Bondowoso

Dalam operasi tersebut, polisi menetapkan 11 orang sebagai tersangka dengan berbagai peran dalam jaringan operasional.

Modus Judi Online Dazzlive Berkedok Aplikasi Hiburan

Direktur Reserse Siber Polda Jabar Kombes Fian Yunus mengungkapkan, modus operandi jaringan tersebut dilakukan dengan mengajak masyarakat mengunduh aplikasi Dazzlive.

Di dalam aplikasi tersebut terdapat sistem penggunaan koin yang dapat dibeli melalui fitur top up.

Pengguna kemudian diarahkan mengikuti permainan yang diduga memiliki unsur taruhan.

Dalam mekanismenya, pengguna dapat melakukan transaksi melalui host live dengan sistem pemberian gift.

Polisi menduga aplikasi tersebut dimanfaatkan sebagai sarana aktivitas perjudian online.

Selain itu, polisi masih memburu pemilik CV Boss Dazz Abadi berinisial NAL (35) yang diduga melarikan diri ke Vietnam.

Polisi Sita Aset Miliaran Rupiah

Dalam penggeledahan di wilayah Jakarta Selatan dan Purwakarta, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Barang bukti tersebut antara lain:

  • Uang tunai Rp366,9 juta
  • Uang tunai Rp1,7 miliar
  • Uang tunai Rp200 juta
  • 11 keping emas batangan dengan total 254 gram
  • 5 jam tangan mewah seperti Rolex, Hermes, dan Michael Kors
  • Perhiasan Tiffany & Co
  • Kendaraan mewah:
    • Mercedes Benz C 250
    • Mercedes Benz E 250
    • Hyundai Palisade
    • Toyota Alphard
    • Mazda Biante
    • Toyota Hilux
    • Dua unit Vespa

Selain itu, polisi juga menyita perangkat elektronik yang diduga digunakan untuk menjalankan operasional platform.

Barang elektronik tersebut meliputi:

  • 69 ponsel
  • 12 laptop
  • 7 PC
  • 4 tablet

Masyarakat Desak Pemerintah Usut Legalitas Dazz

Sebelum pengungkapan kasus oleh polisi, sejumlah elemen masyarakat juga telah menyoroti keberadaan aplikasi Dazz.

Forum Masyarakat Bersatu (Formabes) sebelumnya melaporkan dugaan penyalahgunaan aplikasi tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Ketua Formabes, Haris Nasution, menyatakan bahwa status sebuah aplikasi sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) tidak berarti terbebas dari pemeriksaan hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan audit menyeluruh terhadap platform digital yang diduga digunakan untuk aktivitas perjudian.

Selain itu, Formabes juga mendorong koordinasi antara Komdigi, Polri, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana yang diduga berasal dari aktivitas ilegal.

Pentingnya Literasi Digital dan Kewaspadaan terhadap Judi Online

Kasus Dazz X menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi digital juga membawa tantangan baru.

Platform berbasis aplikasi dan hiburan digital dapat disalahgunakan apabila tidak diawasi dengan baik.

Masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap aplikasi yang menawarkan keuntungan cepat, sistem hadiah tidak jelas, atau aktivitas yang memiliki unsur taruhan.

Judi online tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian ekonomi, masalah sosial, hingga gangguan psikologis bagi korban.

Pada akhirnya, kasus Dazz X bukan hanya tentang sebuah aplikasi, tetapi juga bagaimana ruang digital harus tetap diawasi agar tidak menjadi tempat berkembangnya praktik yang merugikan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aplikasi Dazzlive Dazz X viral Dazzlive judi online penggerebekan judi online Polda Jabar sindikat judi online 2026
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Presiden Prabowo Subianto.

Perpres 42 & 43 Tahun 2026 Resmi Disahkan: Tunjangan Kinerja Prajurit TNI dan Kemhan Naik Signifikan

Kecelakaan Beruntun di Soekarno-Hatta Bandung, 1 Orang Tewas

Tinggalkan Fasilitas Mewah! Presiden Ini Rela Panas-Panasan Demi Jadi Fotografer F1, Siapa Dia?

Menteri HAM Tegaskan Penindakan Begal Harus Diserahkan ke Polisi, Bukan Main Hakim Sendiri

Ojol Hilang Usai Antar Orderan ke Dago, Wali Kota Bandung Turun Tangan Koordinasi dengan Polisi

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.