Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Selasa, 15 September 2026 19:36 WIB

Persib Kontra FC Seoul di ACL Two, Ini Jadwal dan Cara Nonton Live

Selasa, 15 September 2026 19:11 WIB

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Selasa, 15 September 2026 18:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara
  • Persib Kontra FC Seoul di ACL Two, Ini Jadwal dan Cara Nonton Live
  • Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA
  • Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar
  • Pemkot Bandung Akan Tutup Lahan dan Laporkan Dugaan Pembuangan Sampah Ilegal
  • Menembus Benteng Korea: Nostalgia Kelam 31 Tahun Silam Saat Persib Ditekuk Shin Tae-yong
  • Anak Diduga Korban Kekerasan Dicari, Pernah Terlihat di Soekarno-Hatta hingga Tegallega
  • Kebakaran Lahan di Punclut Bandung Berdampak ke 19 Warga, Ada yang Terkena ISPA dan Asma
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Anggaran Rp1 Miliar untuk Beli Tablet, DPRD Bandung Barat Dituding Tak Peka Kondisi Warga

By Aga GustianaJumat, 13 Juni 2025 18:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi tablet mewah. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana pembelian 50 unit tablet oleh anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) menuai sorotan tajam publik. Pasalnya, anggaran yang disiapkan hampir menyentuh angka Rp1 miliar, di tengah kondisi masyarakat yang dinilai masih banyak menghadapi kesulitan ekonomi.

Kebijakan tersebut dianggap tidak sensitif, apalagi saat pemerintah tengah gencar mendorong efisiensi anggaran di berbagai sektor. Namun, Ketua DPRD KBB, Muhammad Mahdi, justru menyebut pembelian tablet sebagai bagian dari upaya efisiensi kerja.

“Ini kan tujuannya juga buat efisiensi juga. Kita biasanya harus fotokopi sekian banyak berkas, ya mungkin bisa sampai Rp50 juta buat setiap anggota dewan,” ujar Mahdi, Jumat (13/6/2025).

Mahdi menjelaskan bahwa perangkat yang akan dibeli harus memiliki spesifikasi tinggi untuk mendukung produktivitas kerja anggota dewan, terutama dalam menyimpan dan mengakses dokumen-dokumen penting secara digital.

Baca Juga:  Jalan Lingkar Padalarang-Cipatat Segera Dikebut, Pemprov Jabar Ambil Alih Pembebasan Lahan

“Kita minta speknya itu jangan rendah, misalnya hardisk 128 GB itu kecil, sama dengan tahun 2019. Minimal ya di 512 GB atau mungkin 1 terabyte, itu juga kan nantinya jadi inventaris,” jelasnya.

Bahkan, Mahdi mengaku siap menolak pembelian jika spesifikasi tablet tidak sesuai harapan. Ia menyebut harga tablet yang ideal berada di kisaran Rp17 juta per unit.

“Saya sempat dengar awal itu yang mau dibeli dengan kapasitas 128 GB, tapi kita tolak pastinya. Kalau yang segitu ya itu tadi, sama dengan yang tahun 2019 harganya Rp10 juta per unit, kalau yang sekarang sesuai keinginan kita itu Rp17 jutaan per unit,” katanya.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Barat Siapkan Antisipasi Penguatan Sinyal di 301 TPS

Namun di sisi lain, kebijakan ini menuai kritik keras, termasuk dari tokoh masyarakat yang berjasa dalam proses pemekaran KBB tahun 2007 silam. Yacob Anwar Lewi, salah satu tokoh pemekaran, menyayangkan keputusan dewan yang dinilai tidak mencerminkan keberpihakan kepada rakyat.

“Mestinya mereka ini peka terhadap kondisi masyarakat KBB saat ini, mayoritas masih miskin. Baiknya ya ditunda dulu, atau mungkin jangan jadi,” ujar Yacob.

Baca Juga:  Pj Bupati Bandung Barat Ade Zakir Minta Semua Pihak Jaga Kondusifitas Pasca Pilkada

Ia menyarankan agar dana yang dialokasikan untuk tablet dialihkan pada sektor yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat, seperti peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, dan bantuan ekonomi.

“Lebih baik digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di KBB, selaraskan dengan program pemerintahan yang baru ini. Misalnya memperbaiki jalan dan lain-lain,” tambahnya.

Gelombang penolakan dari berbagai kalangan diperkirakan masih akan terus berlanjut jika DPRD KBB tetap bersikeras melanjutkan rencana pembelian. Publik kini menanti langkah bijak yang menunjukkan kepedulian wakil rakyat terhadap kondisi nyata warganya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anggaran Bandung Barat DPRD KBB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar

Pemkot Bandung Akan Tutup Lahan dan Laporkan Dugaan Pembuangan Sampah Ilegal

ilustrasi kekerasan

Anak Diduga Korban Kekerasan Dicari, Pernah Terlihat di Soekarno-Hatta hingga Tegallega

Kebakaran Lahan di Punclut Bandung Berdampak ke 19 Warga, Ada yang Terkena ISPA dan Asma

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.