Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026

Minggu, 1 November 2026 20:03 WIB

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Minggu, 1 November 2026 19:41 WIB

Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati

Minggu, 1 November 2026 19:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026
  • Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks
  • Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati
  • Menalo Brace, Klok Gol Indah! Persib Tempel Ketat Persija
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
  • Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama
  • Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution
  • Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Anggaran Rp1 Miliar untuk Beli Tablet, DPRD Bandung Barat Dituding Tak Peka Kondisi Warga

By Aga GustianaJumat, 13 Juni 2025 18:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi tablet mewah. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana pembelian 50 unit tablet oleh anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) menuai sorotan tajam publik. Pasalnya, anggaran yang disiapkan hampir menyentuh angka Rp1 miliar, di tengah kondisi masyarakat yang dinilai masih banyak menghadapi kesulitan ekonomi.

Kebijakan tersebut dianggap tidak sensitif, apalagi saat pemerintah tengah gencar mendorong efisiensi anggaran di berbagai sektor. Namun, Ketua DPRD KBB, Muhammad Mahdi, justru menyebut pembelian tablet sebagai bagian dari upaya efisiensi kerja.

“Ini kan tujuannya juga buat efisiensi juga. Kita biasanya harus fotokopi sekian banyak berkas, ya mungkin bisa sampai Rp50 juta buat setiap anggota dewan,” ujar Mahdi, Jumat (13/6/2025).

Mahdi menjelaskan bahwa perangkat yang akan dibeli harus memiliki spesifikasi tinggi untuk mendukung produktivitas kerja anggota dewan, terutama dalam menyimpan dan mengakses dokumen-dokumen penting secara digital.

Baca Juga:  Miliki Segudang Pengalaman, Pegiat Koperasi Dukung Yayat Soemitra Jadi Bupati Bandung Barat

“Kita minta speknya itu jangan rendah, misalnya hardisk 128 GB itu kecil, sama dengan tahun 2019. Minimal ya di 512 GB atau mungkin 1 terabyte, itu juga kan nantinya jadi inventaris,” jelasnya.

Bahkan, Mahdi mengaku siap menolak pembelian jika spesifikasi tablet tidak sesuai harapan. Ia menyebut harga tablet yang ideal berada di kisaran Rp17 juta per unit.

“Saya sempat dengar awal itu yang mau dibeli dengan kapasitas 128 GB, tapi kita tolak pastinya. Kalau yang segitu ya itu tadi, sama dengan yang tahun 2019 harganya Rp10 juta per unit, kalau yang sekarang sesuai keinginan kita itu Rp17 jutaan per unit,” katanya.

Baca Juga:  Tinjau Penanggulanan Longsor Bandung Barat, Bey: Waspada Potensi Bencana Susulan

Namun di sisi lain, kebijakan ini menuai kritik keras, termasuk dari tokoh masyarakat yang berjasa dalam proses pemekaran KBB tahun 2007 silam. Yacob Anwar Lewi, salah satu tokoh pemekaran, menyayangkan keputusan dewan yang dinilai tidak mencerminkan keberpihakan kepada rakyat.

“Mestinya mereka ini peka terhadap kondisi masyarakat KBB saat ini, mayoritas masih miskin. Baiknya ya ditunda dulu, atau mungkin jangan jadi,” ujar Yacob.

Baca Juga:  Keren! Desa Ciharashas KBB Pecahkan Rekor Dunia, Makan Sate Domba Terbanyak 34.240 Tusuk

Ia menyarankan agar dana yang dialokasikan untuk tablet dialihkan pada sektor yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat, seperti peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, dan bantuan ekonomi.

“Lebih baik digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di KBB, selaraskan dengan program pemerintahan yang baru ini. Misalnya memperbaiki jalan dan lain-lain,” tambahnya.

Gelombang penolakan dari berbagai kalangan diperkirakan masih akan terus berlanjut jika DPRD KBB tetap bersikeras melanjutkan rencana pembelian. Publik kini menanti langkah bijak yang menunjukkan kepedulian wakil rakyat terhadap kondisi nyata warganya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anggaran Bandung Barat DPRD KBB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.