Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia

Jumat, 23 Oktober 2026 21:17 WIB
Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Getok Harga Cuanki Rp50 Ribu di Bandung Bikin Heboh, Wali Kota Farhan Minta Pedagang Jujur

Jumat, 23 Oktober 2026 21:13 WIB

Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?

Jumat, 23 Oktober 2026 19:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia
  • Getok Harga Cuanki Rp50 Ribu di Bandung Bikin Heboh, Wali Kota Farhan Minta Pedagang Jujur
  • Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?
  • Persib Kembali Dihadapkan ‘Tradisi Lambat Panas’, Tanda-tanda Juara Lagi?
  • Tembus Rp36 Triliun! Cristiano Ronaldo Jadi Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Sejarah
  • Karier Hancur dalam 10 Menit? Mengenal Irenna Kristyn, Influencer yang Disorot Gara-gara Sindir Biaya Hidup
  • Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?
  • Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Anggota DPRD Gorontalo Wahyudin Moridu Terancam Dipecat PDIP Usai Viral ‘Rampok Uang Negara’

By Aga GustianaSabtu, 20 September 2025 09:27 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Gorontalo
Anggota DPRD Gorontalo viral. (Foto: Tangkap layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Gorontalo dari Fraksi PDIP, Wahyudin Moridu, tengah menghadapi ancaman pemecatan dari partai sekaligus kehilangan status sebagai wakil rakyat. Hal ini buntut dari viralnya video dirinya yang menyatakan keinginan untuk “merampok uang negara.”

Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, menegaskan bahwa pernyataan tersebut sudah menjadi bahan evaluasi serius di internal partai.

“Sudah masuk evaluasi, termasuk pelanggaran berat, ancaman sanksi pemecatan,” kata Guntur, Sabtu (20/9/2025).

Dalam video berdurasi 1 menit 5 detik, Wahyudin terlihat sedang berada di dalam mobil bersama seorang perempuan. Ia mengaku sedang dalam perjalanan dinas menuju Makassar, Sulawesi Selatan, sambil melontarkan ucapan yang dianggap tidak pantas.

Baca Juga:  Terbongkar! Kejanggalan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit, Ternyata Ada yang Tak Sinkron?

“Hari ini kita menuju ke Makassar, menggunakan uang negara. Kita rampok saja uang negara ini, kan. Kita habiskan saja. Biar negara ini semakin miskin,” ucap Wahyudin sambil tertawa, Jumat (19/9/2025).

Setelah menuai kecaman luas, Wahyudin akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosial pribadinya.

“Apa pun yang saya lakukan di video itu saya akui salah dan tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik. Atas kejadian ini saya mohon maaf beribu-ribu maaf kepada seluruh rakyat Gorontalo,” tulisnya.

Dalam klarifikasinya, ia menyebut dirinya didampingi istri saat video itu dibuat. “Saya mohon maaf atas video yang diviralkan di media TikTok beberapa waktu lalu,” ujar Wahyudin.

Baca Juga:  Simpatisan PDIP Diduga Pukul Warga di Bandung, Polisi Lakukan Penyelidikan

Dalam Kondisi Mabuk

Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo telah memanggil Wahyudin untuk dimintai klarifikasi. Ketua BK DPRD, Fikram Salilama, menjelaskan bahwa Wahyudin mengaku dalam keadaan mabuk akibat konsumsi minuman keras sebelum perjalanan.

“Yang bersangkutan menyampaikan kalau dari tadi malam, dia minum-minuman keras sampai besok paginya, itu ke bandara masih dalam keadaan kondisi tidak sadar, artinya dalam keadaan mabuk,” kata Fikram, Jumat (19/9/2025).

BK juga menanyakan maksud ucapan Wahyudin yang menyebut ingin merampok uang negara dalam video tersebut.

Baca Juga:  Misteri Video Viral "Ibu Tiri vs Anak Tiri" Part 2: Benarkah Berpindah Lokasi ke Dapur? Cek Faktanya!

“Wahyudin Moridu mengaku tidak tahu mengucapkan kata-kata itu dan tidak tahu kalau video,” jelas Fikram.

Menurut Fikram, sebetulnya hasil klarifikasi tidak boleh dibuka ke publik sesuai aturan kode etik. Namun, karena ada persetujuan langsung dari Wahyudin, BK akhirnya mengungkapkan.

“Ini kami sampaikan sebenarnya dalam aturan kode etik kami, tidak boleh dibuka, tapi atas persetujuan yang bersangkutan makanya kami sampaikan ke publik. Jadi pada intinya, yang bersangkutan menyatakan bahwa ucapan itu disampaikan dalam keadaan tidak sadar dan dia tidak mengetahui kalau itu divideokan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

PDIP video viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia

Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Getok Harga Cuanki Rp50 Ribu di Bandung Bikin Heboh, Wali Kota Farhan Minta Pedagang Jujur

Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?

Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?

Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan

Kebakaran Gunung Ciremai Meluas hingga Majalengka, Petugas Berjibaku Tembus Medan Ekstrem

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.