Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui

Rabu, 28 Oktober 2026 09:20 WIB

Igor Tolic Akui Melbourne Victory Lawan Tangguh, Persib Andalkan Bobotoh

Rabu, 28 Oktober 2026 09:04 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp 20.000, Cek Daftarnya

Rabu, 28 Oktober 2026 08:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui
  • Igor Tolic Akui Melbourne Victory Lawan Tangguh, Persib Andalkan Bobotoh
  • Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp 20.000, Cek Daftarnya
  • Belum Terdaftar Bansos? Begini Cara Usulkan Diri Jadi Penerima BLT Kesra
  • Wisata Kuliner Ciamis 2026: 5 Makanan Khas Tatar Galuh yang Wajib Dicoba
  • BLT Kesra Oktober 2026 Cair Lagi? Ini Faktanya dan Cara Cek Bansos
  • Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81
  • Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Anggran RTH Kota Bandung Nol Rupiah, Rafael Situmorang Sebut Bahaya untuk Warga

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 23 Januari 2026 20:52 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menyoroti keras kebijakan anggaran Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung yang tercatat nol rupiah. Menurutnya, kondisi tersebut bukan sekadar kekeliruan administratif, tetapi mencerminkan persoalan serius dalam cara pandang pemerintah terhadap krisis lingkungan perkotaan.

Hal itu disampaikan Rafael usai kegiatan Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di Bandung, Jumat (23/1/2026).

Rafael menyebut, anggaran RTH nol rupiah adalah bentuk fallacy anggaran atau kekeliruan berpikir dalam perencanaan kebijakan publik.

“Itu menurut saya persoalan fallacy anggaran yang harus dievaluasi. Dan itu bahaya,” tegas Rafael.

Baca Juga:  Wonderful Angklung in Harmony 2025: Wujudkan Hulu-Hilir Pelestarian Bambu

Ia menilai, kebijakan tersebut sangat tidak sejalan dengan kondisi objektif Kota Bandung yang saat ini menghadapi persoalan serius pada daya dukung lingkungan, khususnya terkait serapan air.

“Sementara kita tahu sendiri, sekarang serapan air di Kota Bandung menurut saya bermasalah. Apalagi musim hujan begini. Banjir, genangan, itu bukan kejadian tiba-tiba. Itu buah dari kebijakan jangka panjang yang abai pada ruang hijau,” ujarnya.

Baca Juga:  Rafael Situmorang: Di Tengah Gempuran Medsos, Negara Harus Gagas Gerakan Membumikan Pancasila

Menurut Rafael, ruang terbuka hijau bukan sekadar elemen estetika kota, melainkan infrastruktur ekologis yang menentukan keselamatan warga. Ketika anggarannya dihilangkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas lingkungan, tetapi juga risiko bencana.

“Kalau RTH nol rupiah, artinya kita sedang meniadakan fungsi alam sebagai penyangga kota. Ini sangat berbahaya,” katanya.

Karena itu, ia mendorong adanya keberanian politik dari pemerintah daerah untuk segera mengoreksi arah kebijakan fiskal, khususnya melalui perubahan anggaran.

Baca Juga:  DPRD Jabar Siap Bahas RPJMD 2025–2029, Fokus Kawal Program Dedi-Erwan

“Harus ada politik perubahan anggaran. Posisi anggaran itu wajib diubah,” tandas Rafael.

Ia menekankan, pengawasan DPRD tidak hanya berhenti pada kepatuhan prosedural, tetapi juga memastikan bahwa anggaran benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat, termasuk dalam menghadapi ancaman krisis iklim dan degradasi lingkungan di kawasan perkotaan.

“Kalau kita serius bicara soal banjir, krisis air, dan kualitas hidup warga, maka RTH tidak boleh diposisikan sebagai pelengkap. Ia harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Banjir Bandung DPRD Jabar Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Belum Terdaftar Bansos? Begini Cara Usulkan Diri Jadi Penerima BLT Kesra

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Kesra Oktober 2026 Cair Lagi? Ini Faktanya dan Cara Cek Bansos

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.