bukamata.id – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy Bandung, Jawa Barat, menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 9 gram pada Selasa (27/10/2026). Barang tersebut disembunyikan di dalam ikat rambut yang dibawa seorang pengunjung perempuan.
Kepala Lapas Banceuy, Eris Ramdani, menjelaskan upaya penyelundupan itu terungkap sekitar pukul 11.30 WIB saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung yang hendak membesuk warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Pengunjung berinisial MM, warga Cileunyi, datang bersama EW untuk menjenguk seorang warga binaan berinisial IP.
Menurut Eris, petugas Penjaga Pintu Utama (P2U) awalnya melakukan pemeriksaan rutin menggunakan mesin X-ray dan pemindai tubuh atau body scanner. Kecurigaan terhadap gerak-gerik pengunjung kemudian membuat petugas melanjutkan pemeriksaan fisik secara manual di ruangan khusus.
“Modus penyelundupan ini terungkap setelah petugas P2U (Penjaga Pintu Utama) melakukan pemeriksaan rutin menggunakan X-ray dan body scanner. Petugas yang curiga terhadap gerak-gerik pengunjung kemudian melanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara manual di ruangan khusus,” kata Eris.
Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sabu seberat 9 gram yang disembunyikan di dalam ikat rambut yang dibawa MM.
Diduga Atas Perintah Warga Binaan
Berdasarkan pemeriksaan awal, MM diduga membawa sabu tersebut atas perintah IP, warga binaan yang sedang menjalani hukuman tujuh tahun penjara dalam perkara narkotika.
Pihak Lapas Banceuy kemudian menyerahkan barang bukti, pengunjung yang diduga terlibat, serta warga binaan terkait kepada Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung.
“Saat ini, barang bukti beserta tersangka dan warga binaan yang terlibat telah diserahkan kepada Satnarkoba Polrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” ujar Eris.
Kasus tersebut selanjutnya ditangani kepolisian untuk mendalami dugaan keterlibatan pihak-pihak terkait serta mengungkap proses penyelundupan narkotika ke dalam lapas.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










