bukamata.id – Prestasi Indonesia di panggung panjat tebing internasional kian bersinar. Tiga atlet panjat tebing Tanah Air berhasil menembus jajaran tiga besar peringkat dunia Federation of International Climbing and Sport (IFSC).
Ketiganya adalah Putra Tri Ramadani alias Srondeng, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Capaian kelas dunia ini lahir dari penampilan yang konsisten serta raihan poin maksimal di berbagai ajang internasional sepanjang musim.
Putra Tri Ramadani Peringkat 2 Dunia Nomor Lead
Di nomor lead putra, Putra Tri Ramadani menempati peringkat kedua dunia dengan 3.370 poin. Ia hanya kalah dari pemanjat Jepang, Neo Suzuki, yang memimpin dengan 4.405 poin.
Putra berhasil mengungguli atlet Spanyol, Alberto Gines Lopez, yang berada di posisi ketiga dengan 3.340 poin.
Desak Made Rita Kusuma Dewi Runner-up Speed Putri
Prestasi serupa diraih Desak Made Rita Kusuma Dewi di nomor speed putri. Atlet yang sudah mengoleksi berbagai medali internasional ini bertengger di peringkat kedua dunia dengan 3.370 poin.
Posisi puncak ditempati atlet Amerika Serikat, Emma Hunt, dengan 3.656 poin. Sementara itu, peringkat ketiga diisi Polina Khalkevych dari Ukraina dengan 3.075 poin.
Antasyafi dan Raharjati Bersaing di Papan Atas Speed Putra
Di nomor speed putra, Antasyafi Robby Al Hilmi mengamankan peringkat ketiga dunia dengan 3.426 poin. Ia berada di bawah Ryo Omasa asal Jepang yang memimpin dengan 3.600 poin dan Yicheng Zhao dari Tiongkok di posisi kedua dengan 3.485 poin.
Kekuatan Indonesia di nomor ini makin terasa karena Raharjati Nursamsa ikut menghuni peringkat keempat dunia dengan 3.005 poin. Artinya, dua pemanjat Merah Putih bercokol di lima besar speed putra dunia.
Peringkat Atlet Indonesia di Ranking Dunia IFSC
| Atlet | Nomor | Peringkat | Poin |
|---|---|---|---|
| Putra Tri Ramadani | Lead putra | 2 | 3.370 |
| Desak Made Rita Kusuma Dewi | Speed putri | 2 | 3.370 |
| Antasyafi Robby Al Hilmi | Speed putra | 3 | 3.426 |
| Raharjati Nursamsa | Speed putra | 4 | 3.005 |
Desak Made Bidik Emas Olimpiade Los Angeles 2028
Menanggapi capaiannya, Desak Made mengaku bersyukur dan menikmati ketatnya persaingan sepanjang musim ini. Meski begitu, ia tak mau cepat puas. Desak bertekad terus mengasah kemampuan untuk menghadapi persaingan yang diprediksi semakin sengit di musim-musim berikutnya.
“Saya berharap bisa konsisten dalam berlatih dan terus membela Indonesia di kompetisi internasional. Tujuan utamanya tentu bisa lolos ke olimpiade dan meraih emas di Olimpiade Los Angeles 2028,” ujar Desak.
Pelatih: Hasil Kerja Keras Bersama
Kepala Pelatih Timnas Panjat Tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, bangga dengan pencapaian anak-anak asuhnya. Menurutnya, keberhasilan menembus jajaran elite dunia merupakan hasil komitmen dan sinergi banyak pihak.
“Ini hasil kerja keras bersama, mulai dari pengurus, tim pelatih, manajemen, para atlet sendiri, serta dukungan dari seluruh stakeholder yang terlibat,” kata Galar.
Galar menegaskan, timnya tidak ingin terlena. Tim pelatih sudah menyiapkan pemusatan latihan dan strategi khusus untuk menghadapi kompetisi 2027, yang menjadi jalan menuju target utama.
“Tahun 2027 kita punya pekerjaan rumah besar, yaitu meloloskan atlet-atlet terbaik kita untuk mengamankan kuota tampil di Olimpiade Los Angeles 2028,” tegasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










