Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Angklung, Angkot Pintar di Bandung, Solusi Canggih atau Masalah Baru Sopir Angkot?

By Aga GustianaSenin, 11 Agustus 2025 09:00 WIB4 Mins Read
Angkot Pintar Bandung
Angkot Pintar di Bandung, Solusi Canggih atau Masalah Baru Sopir Angkot?. (Foto: ChatGPT)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kota Bandung memperkenalkan terobosan baru dalam transportasi publik dengan menghadirkan Angklung, singkatan dari Angkutan Kota Listrik Unggulan. Kendaraan listrik ini dirancang untuk menggantikan angkot konvensional yang sudah beroperasi selama lebih dari 15 tahun, di tengah upaya memperbarui wajah mobilitas di “Kota Kembang” dengan solusi yang lebih ramah lingkungan dan modern.

Namun, di balik gemerlap peluncuran yang diadakan di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, muncul suara-suara kritis dari para sopir angkot yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi kota. Apakah Angklung benar-benar solusi atau justru menimbulkan tantangan baru?

Angklung: Inovasi Angkutan Umum yang Ramah Lingkungan dan Modern

Angklung hadir bukan sebagai alat musik tradisional, melainkan angkot berbasis listrik dengan berbagai fitur canggih yang tidak dimiliki angkot biasa. Setiap unit Angklung dibanderol sekitar Rp400 juta dengan fasilitas yang meliputi WiFi gratis, AC, LCD TV, kamera belakang, sistem pembayaran digital, serta kursi khusus bagi penyandang disabilitas.

Dari segi biaya operasional, Angklung menjanjikan efisiensi signifikan. Perawatan tahunan kendaraan ini hanya berkisar Rp1,5 hingga 2 juta, jauh lebih hemat dibanding angkot konvensional yang bisa menghabiskan hingga Rp5 juta per tahun. Ditambah lagi, masyarakat dapat menikmati layanan dengan sistem langganan bulanan Rp100.000 yang memungkinkan akses tak terbatas, sehingga lebih praktis dan ekonomis.

Baca Juga:  Jelajahi Sejarah dan Pengetahuan di 3 Museum Menarik Kota Bandung

Rencana pengoperasian Angklung akan terintegrasi dengan Bus Rapid Transit (BRT) dan didukung oleh 500 halte strategis serta aplikasi pemesanan online, memudahkan pengguna mendapatkan layanan layaknya ojek daring.

Harapan Pemerintah dan Tantangan Sosialisasi bagi Sopir Angkot

Peluncuran Angklung sejalan dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 yang menuntut modernisasi transportasi publik. Pemerintah Kota Bandung berharap inovasi ini mampu mengurai kemacetan dan memperbaiki kualitas layanan transportasi.

Namun, kenyataannya, banyak sopir angkot konvensional merasa belum mendapat sosialisasi yang memadai. Rihmat, seorang sopir berpengalaman, mengaku mengetahui program ini hanya lewat media sosial tanpa ada pertemuan langsung dengan Dishub.

“Program ini bagus, tapi belum ada sosialisasi langsung. Saya tahu cuma dari media sosial,” ujar Rihmat, sopir angkot yang sudah puluhan tahun beroperasi di Bandung, Rabu (6/8/2025). Ia juga khawatir perubahan ini akan meminggirkan sopir yang sudah berusia di atas 50 tahun tanpa adanya jaminan kesejahteraan dan pelatihan.

Ismail (61), yang telah mengarungi berbagai era transportasi termasuk masa bemo, menambahkan bahwa upaya modernisasi angkot sebelumnya kerap gagal karena minim dukungan nyata dan kepastian masa depan.

“Aturan boleh-boleh saja. Tapi kendaraan ini banyak, belum jelas mau dikemanakan. Dulu juga sempat ada wacana aplikasi, tapi tak pernah selesai,” katanya.

Baca Juga:  Wajib Dicoba! Ini Tiga Tempat Makan 24 Jam di Bandung Cocok untuk Sahur

Pendapatan Sopir Angkot yang Terjepit: Realita di Balik Inovasi

Tak hanya soal sosialisasi, tantangan utama para sopir angkot adalah pendapatan yang terus menurun. Dengan target setoran harian yang tinggi dan penumpang yang makin sepi, banyak sopir mengeluhkan pendapatan yang pas-pasan.

“Kadang sehari cuma bawa satu penumpang, buat bensin saja sudah kurang,” keluh Ferry, sopir angkot berusia 40 tahun. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa program Angklung tanpa pendampingan serius bisa mematikan mata pencaharian sopir tradisional.

Sementara itu, sopir muda seperti Panca justru menyambut baik integrasi digital yang ditawarkan Angklung. Mereka lebih adaptif dengan aplikasi dan pembayaran non-tunai. Namun, mereka juga menuntut adanya pelatihan dan jaminan pendapatan untuk sopir senior agar transisi berjalan lancar dan adil.

“Saya biasa pakai aplikasi. Tapi pemerintah harus tetap perhatikan nasib sopir senior. Harus ada pelatihan, bantuan transisi, dan jaminan penghasilan,” ujarnya.

Pendapat Pakar: Perlu Perluasan Jaringan, Bukan Sekadar Penggantian

Dosen Teknik Sipil sekaligus pakar transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), R Sony Sulaksono Wibowo, memberikan pandangan mendalam mengenai program Angkot Pintar yang diusung Pemerintah Kota Bandung.

Menurut Sony, solusi angkot pintar seharusnya tidak hanya menggantikan armada lama, tetapi juga memperluas jaringan angkutan umum di Kota Bandung.

“Seharusnya solusi itu harus bisa menambah jaringan angkutan umum di Kota Bandung, tidak hanya terpusat di pusat kota jadi digeser ke timur, ditambah bukan dihilangkan,” ujarnya saat dihubungi bukamata.id, Sabtu (9/8/2025).

Baca Juga:  Kebijakannya Pro Buruh, 12 Serikat Buruh di Kabupaten Bandung Dukung Dadang-Ali

Dia menegaskan bahwa keberadaan angkot pintar harus mampu menambah layanan transportasi umum secara signifikan.

“Kalau angkot pintar itu akan menambah tambahan layanan artinya bertambah jaringan layanan angkutan umum yang ada itu bagus, tapi kalau hanya bertahan pada jaringan yang ada ya berarti tidak ada perubahan apa-apa,” tambah Sony.

Saat ini, angkutan umum di Bandung baru menyumbang sekitar 30 persen dari total mobilitas warga. “Seperti yang dikatakan tadi, angkutan umum itu hanya sekitar 30 persen, harusnya dengan ada angkot pintar itu menambah, tapi kalau dengan adanya angkot pintar itu tetap di 30 persen ya tidak terlalu bermanfaat,” jelasnya.

Mengenai masa depan angkot konvensional, Sony menyarankan agar angkot pintar dan angkot lama dapat beroperasi berdampingan selama masa transisi. Namun, ia mengaku belum mendapatkan gambaran yang jelas terkait konsep akhir dari program ini.

“Harusnya saling berdampingan antara angkot konvensional dengan angkot pintar, tetapi saya tidak tahu apakah nanti akan tetap ada atau digantikan, saya belum tahu bagaimana konsep angkot pintar itu seperti apa,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung dishub bandung HL sopir angkot
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.