Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’

Sabtu, 2 Mei 2026 15:41 WIB

Klarifikasi Panas! Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme Terhadap Henry Doumbia di Laga Persib vs Bhayangkara FC

Sabtu, 2 Mei 2026 15:20 WIB

Perkuat Warisan Lokal, DPRD Jabar Konsultasi ke Menteri Kebudayaan Terkait Raperda Baru

Sabtu, 2 Mei 2026 15:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’
  • Klarifikasi Panas! Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme Terhadap Henry Doumbia di Laga Persib vs Bhayangkara FC
  • Perkuat Warisan Lokal, DPRD Jabar Konsultasi ke Menteri Kebudayaan Terkait Raperda Baru
  • Bikin Haru! Aksi Teller Bank bjb Fasih Bahasa Isyarat Layani Nasabah Spesial, Warganet Angkat Jempol
  • Netizen Dukung TNI, Pro-Kontra Penertiban Rumah Dinas yang Ditempati Anak Cucu
  • Nihil Korban Jiwa, Proyek PLTA Upper Cisokan Diterjang Longsor Saat Pekerja Libur
  • Menuju Akreditasi Unggul, Prodi KPI UIN Bandung Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMSPAK
  • Surganya ‘Hidden Gem’! 8 Wisata Curug Hits di Bandung Raya untuk Healing Akhir Pekan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Angklung, Angkot Pintar di Bandung, Solusi Canggih atau Masalah Baru Sopir Angkot?

By Aga GustianaSenin, 11 Agustus 2025 09:00 WIB4 Mins Read
Angkot Pintar Bandung
Angkot Pintar di Bandung, Solusi Canggih atau Masalah Baru Sopir Angkot?. (Foto: ChatGPT)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kota Bandung memperkenalkan terobosan baru dalam transportasi publik dengan menghadirkan Angklung, singkatan dari Angkutan Kota Listrik Unggulan. Kendaraan listrik ini dirancang untuk menggantikan angkot konvensional yang sudah beroperasi selama lebih dari 15 tahun, di tengah upaya memperbarui wajah mobilitas di “Kota Kembang” dengan solusi yang lebih ramah lingkungan dan modern.

Namun, di balik gemerlap peluncuran yang diadakan di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, muncul suara-suara kritis dari para sopir angkot yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi kota. Apakah Angklung benar-benar solusi atau justru menimbulkan tantangan baru?

Angklung: Inovasi Angkutan Umum yang Ramah Lingkungan dan Modern

Angklung hadir bukan sebagai alat musik tradisional, melainkan angkot berbasis listrik dengan berbagai fitur canggih yang tidak dimiliki angkot biasa. Setiap unit Angklung dibanderol sekitar Rp400 juta dengan fasilitas yang meliputi WiFi gratis, AC, LCD TV, kamera belakang, sistem pembayaran digital, serta kursi khusus bagi penyandang disabilitas.

Dari segi biaya operasional, Angklung menjanjikan efisiensi signifikan. Perawatan tahunan kendaraan ini hanya berkisar Rp1,5 hingga 2 juta, jauh lebih hemat dibanding angkot konvensional yang bisa menghabiskan hingga Rp5 juta per tahun. Ditambah lagi, masyarakat dapat menikmati layanan dengan sistem langganan bulanan Rp100.000 yang memungkinkan akses tak terbatas, sehingga lebih praktis dan ekonomis.

Baca Juga:  Gervane Kastaneer Ungkap Kendala Adaptasi Tinggal di Indonesia

Rencana pengoperasian Angklung akan terintegrasi dengan Bus Rapid Transit (BRT) dan didukung oleh 500 halte strategis serta aplikasi pemesanan online, memudahkan pengguna mendapatkan layanan layaknya ojek daring.

Harapan Pemerintah dan Tantangan Sosialisasi bagi Sopir Angkot

Peluncuran Angklung sejalan dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 yang menuntut modernisasi transportasi publik. Pemerintah Kota Bandung berharap inovasi ini mampu mengurai kemacetan dan memperbaiki kualitas layanan transportasi.

Namun, kenyataannya, banyak sopir angkot konvensional merasa belum mendapat sosialisasi yang memadai. Rihmat, seorang sopir berpengalaman, mengaku mengetahui program ini hanya lewat media sosial tanpa ada pertemuan langsung dengan Dishub.

“Program ini bagus, tapi belum ada sosialisasi langsung. Saya tahu cuma dari media sosial,” ujar Rihmat, sopir angkot yang sudah puluhan tahun beroperasi di Bandung, Rabu (6/8/2025). Ia juga khawatir perubahan ini akan meminggirkan sopir yang sudah berusia di atas 50 tahun tanpa adanya jaminan kesejahteraan dan pelatihan.

Ismail (61), yang telah mengarungi berbagai era transportasi termasuk masa bemo, menambahkan bahwa upaya modernisasi angkot sebelumnya kerap gagal karena minim dukungan nyata dan kepastian masa depan.

“Aturan boleh-boleh saja. Tapi kendaraan ini banyak, belum jelas mau dikemanakan. Dulu juga sempat ada wacana aplikasi, tapi tak pernah selesai,” katanya.

Baca Juga:  Viral! Kabid Dishub Bogor Briefing Sopir Angkot Jangan Asal Jawab Pertanyaan Dedi Mulyadi

Pendapatan Sopir Angkot yang Terjepit: Realita di Balik Inovasi

Tak hanya soal sosialisasi, tantangan utama para sopir angkot adalah pendapatan yang terus menurun. Dengan target setoran harian yang tinggi dan penumpang yang makin sepi, banyak sopir mengeluhkan pendapatan yang pas-pasan.

“Kadang sehari cuma bawa satu penumpang, buat bensin saja sudah kurang,” keluh Ferry, sopir angkot berusia 40 tahun. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa program Angklung tanpa pendampingan serius bisa mematikan mata pencaharian sopir tradisional.

Sementara itu, sopir muda seperti Panca justru menyambut baik integrasi digital yang ditawarkan Angklung. Mereka lebih adaptif dengan aplikasi dan pembayaran non-tunai. Namun, mereka juga menuntut adanya pelatihan dan jaminan pendapatan untuk sopir senior agar transisi berjalan lancar dan adil.

“Saya biasa pakai aplikasi. Tapi pemerintah harus tetap perhatikan nasib sopir senior. Harus ada pelatihan, bantuan transisi, dan jaminan penghasilan,” ujarnya.

Pendapat Pakar: Perlu Perluasan Jaringan, Bukan Sekadar Penggantian

Dosen Teknik Sipil sekaligus pakar transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), R Sony Sulaksono Wibowo, memberikan pandangan mendalam mengenai program Angkot Pintar yang diusung Pemerintah Kota Bandung.

Menurut Sony, solusi angkot pintar seharusnya tidak hanya menggantikan armada lama, tetapi juga memperluas jaringan angkutan umum di Kota Bandung.

Baca Juga:  Pengeroyokan Pengunjung Asia Afrika oleh Sejumlah Fotografer di Bandung Berakhir Damai

“Seharusnya solusi itu harus bisa menambah jaringan angkutan umum di Kota Bandung, tidak hanya terpusat di pusat kota jadi digeser ke timur, ditambah bukan dihilangkan,” ujarnya saat dihubungi bukamata.id, Sabtu (9/8/2025).

Dia menegaskan bahwa keberadaan angkot pintar harus mampu menambah layanan transportasi umum secara signifikan.

“Kalau angkot pintar itu akan menambah tambahan layanan artinya bertambah jaringan layanan angkutan umum yang ada itu bagus, tapi kalau hanya bertahan pada jaringan yang ada ya berarti tidak ada perubahan apa-apa,” tambah Sony.

Saat ini, angkutan umum di Bandung baru menyumbang sekitar 30 persen dari total mobilitas warga. “Seperti yang dikatakan tadi, angkutan umum itu hanya sekitar 30 persen, harusnya dengan ada angkot pintar itu menambah, tapi kalau dengan adanya angkot pintar itu tetap di 30 persen ya tidak terlalu bermanfaat,” jelasnya.

Mengenai masa depan angkot konvensional, Sony menyarankan agar angkot pintar dan angkot lama dapat beroperasi berdampingan selama masa transisi. Namun, ia mengaku belum mendapatkan gambaran yang jelas terkait konsep akhir dari program ini.

“Harusnya saling berdampingan antara angkot konvensional dengan angkot pintar, tetapi saya tidak tahu apakah nanti akan tetap ada atau digantikan, saya belum tahu bagaimana konsep angkot pintar itu seperti apa,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

angklung angkot pintar bandung BRT dishub bandung HL inovasi transportasi mobil listrik sopir angkot transportasi listrik
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’

Perkuat Warisan Lokal, DPRD Jabar Konsultasi ke Menteri Kebudayaan Terkait Raperda Baru

Netizen Dukung TNI, Pro-Kontra Penertiban Rumah Dinas yang Ditempati Anak Cucu

Nihil Korban Jiwa, Proyek PLTA Upper Cisokan Diterjang Longsor Saat Pekerja Libur

Menuju Akreditasi Unggul, Prodi KPI UIN Bandung Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMSPAK

Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.