Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Buktikan BoP Ada Gunanya! MUI Minta Pemerintah Desak Pembebasan Relawan yang Diculik Israel

Kamis, 21 Mei 2026 20:17 WIB

BONGKAR! Kejanggalan Lomba Sains Viral Pekanbaru: Nilai 76 Dikalahkan Nilai 69?

Kamis, 21 Mei 2026 19:57 WIB

PMII Jabar Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi: Pembangunan Terlalu Fokus Infrastruktur, Abai Kebutuhan Dasar

Kamis, 21 Mei 2026 19:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Buktikan BoP Ada Gunanya! MUI Minta Pemerintah Desak Pembebasan Relawan yang Diculik Israel
  • BONGKAR! Kejanggalan Lomba Sains Viral Pekanbaru: Nilai 76 Dikalahkan Nilai 69?
  • PMII Jabar Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi: Pembangunan Terlalu Fokus Infrastruktur, Abai Kebutuhan Dasar
  • Link Video TKW Taiwan 3 vs 1 Durasi Full Viral di TikTok, Isinya Mencengangkan!
  • Viral Video Menteri Israel Olok-olok Ratusan Aktivis Kemanusiaan Gaza yang Diikat dan Dipaksa Berlutut
  • Seolah Menyentuh Langsung, Detail Foto Resolusi Tinggi Hajar Aswad Ini Bikin Merinding
  • Kejutan Bursa Transfer: 5 Penyerang Sayap yang Masuk Radar Persib Bandung
  • Ibu ODGJ dan Ayah Tiada: Kisah Pilu Tiani, Bocah Patah Kaki yang Telantar di Pedalaman
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 21 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Awal Mula Julukan ‘Bapak Aing’ untuk Dedi Mulyadi

By Aga GustianaRabu, 24 September 2025 18:22 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nama Kang Dedi Mulyadi (KDM) kini identik dengan julukan “Bapak Aing”, yang ramai dibicarakan di berbagai media sosial. Julukan ini berasal dari bahasa Sunda yang berarti “Bapak Saya”, dan lebih dari sekadar panggilan; ia mencerminkan kedekatan emosional dan rasa hormat masyarakat terhadap sosok yang dianggap mewakili aspirasi mereka.

Kisah Egi: Titik Awal Julukan “Bapak Aing”

Asal-usul julukan ini tidak bisa dilepaskan dari cerita Egi, seorang anak yang menjadi korban perundungan dan kemudian diangkat menjadi anak asuh oleh KDM. Egi, yang ditempatkan di pesantren bersama anak-anak asuh lainnya, disebut sebagai orang pertama yang memanggil KDM dengan sebutan hangat “Bapak Aing”.

Kisah ini menyentuh banyak hati pengguna media sosial, terutama di TikTok, dan menjadi salah satu momen yang membuat julukan tersebut menyebar luas. Fenomena ini menunjukkan bahwa julukan “Bapak Aing” tidak hanya berasal dari kalangan orang dewasa, tetapi juga memiliki resonansi kuat dari generasi muda.

Baca Juga:  Aura Cinta, Calon Mahasiswa UI Korban Bully di Medsos Usai Kritik Dedi Mulyadi

Gaya Kepemimpinan yang Merakyat

Selain kisah Egi, julukan ini diperkuat oleh gaya kepemimpinan KDM selama menjabat Bupati Purwakarta dua periode (2008–2018). Ia dikenal merakyat, sering turun langsung ke lapangan, mendengarkan keluh kesah warga, dan berusaha mencari solusi nyata. Pendekatan ini membangun ikatan emosional yang kuat antara KDM dan masyarakat, yang kemudian terekam dalam berbagai video dokumentasi dan menyebar di media sosial.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Imingi Bantuan Dana, Farhan Tinggal Putuskan Nasib Teras Cihampelas

Media Sosial Memperkuat Citra

Popularitas KDM sebagai “Bapak Aing” juga didorong oleh pemanfaatan media sosial. Kanal YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel dengan lebih dari 7,14 juta subscribers menjadi salah satu platform utama yang menampilkan konten inspiratif dan informatif. Konten tersebut menyoroti aktivitas KDM sebagai pemimpin sekaligus momen interaksi humanis dengan masyarakat. Visualisasi menarik dan narasi sederhana membuat konten mudah diterima berbagai kalangan, semakin menguatkan julukan “Bapak Aing”.

Makna Sosial dan Politik

Fenomena “Bapak Aing” memiliki implikasi sosial dan politik yang penting. Secara sosial, julukan ini mencerminkan kedekatan emosional antara pemimpin dan warga. Secara politik, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan pemimpin yang dekat dengan rakyat, responsif terhadap masalah, dan mampu memberikan solusi nyata.

Baca Juga:  Teras Cihampelas Terjebak Birokrasi, Pembongkaran Jalan di Tempat

Gaya kepemimpinan yang merakyat, perhatian pribadi terhadap Egi dan anak-anak asuh lainnya, serta pemanfaatan media sosial yang efektif menjadi faktor utama yang memperkuat citra KDM sebagai “Bapak Aing”. Fenomena ini membuktikan bahwa masyarakat menghargai pemimpin yang peduli, menginspirasi, dan mampu membangun ikatan emosional dengan warganya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bapak Aing Dedi Mulyadi Egi Gubernur Jawa Barat viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buktikan BoP Ada Gunanya! MUI Minta Pemerintah Desak Pembebasan Relawan yang Diculik Israel

PMII Jabar Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi: Pembangunan Terlalu Fokus Infrastruktur, Abai Kebutuhan Dasar

Viral Video Menteri Israel Olok-olok Ratusan Aktivis Kemanusiaan Gaza yang Diikat dan Dipaksa Berlutut

Seolah Menyentuh Langsung, Detail Foto Resolusi Tinggi Hajar Aswad Ini Bikin Merinding

Bandung Siap Membiru! Dishub Kepung 8 Titik Amankan Pawai Persib

Ilustrasi PNS.

Resmi! Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026 Cair Juni, Ini Besaran dan Aturan Lengkapnya

Terpopuler
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Link ‘Guru Bahasa Inggris Viral’ Ramai Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing dan Malware
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.