Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ini Alasan Presiden Prabowo Pilih Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru

Rabu, 22 Juli 2026 13:50 WIB

Jadwal Resmi Piala Presiden 2026: Diikuti 8 Klub Elite Termasuk Tim Luar Negeri

Rabu, 22 Juli 2026 13:40 WIB

Persib Dapat Pemain Baru Berkualitas, Juan Villa Bongkar Karakter Asli Mariano Peralta

Rabu, 22 Juli 2026 13:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ini Alasan Presiden Prabowo Pilih Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru
  • Jadwal Resmi Piala Presiden 2026: Diikuti 8 Klub Elite Termasuk Tim Luar Negeri
  • Persib Dapat Pemain Baru Berkualitas, Juan Villa Bongkar Karakter Asli Mariano Peralta
  • Resmi! Sudaryono Tinggalkan Kursi Wamentan, Kini Pimpin Badan Gizi Nasional
  • Kronologi Tantri Kotak Dipeluk Penonton Tak Dikenal Saat Manggung di Sukabumi
  • Rekor Pendapatan FIFA di Piala Dunia 2026 Tembus Rp269 Triliun
  • Persib Bandung Kirim Sinyal Bahaya Jelang Piala Presiden 2026
  • Nama Anda Masuk Penerima Bansos Juli 2026? Ini Cara Cek PKH dan BPNT di Kemensos
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 22 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Babak Baru Skandal MBG: Eks Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya Siap ‘Bernyanyi’, Seret Elite Politik!

By Aga GustianaJumat, 5 Juni 2026 20:14 WIB2 Mins Read
Eks Petinggi BGN terseret kasus korupsi program MBG. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peta penanganan kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025-2026 tampaknya bakal berubah drastis. Salah satu tersangka utama, Sony Sanjaya, mengambil langkah mengejutkan dengan mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC). Mantan Wakil Kepala BGN ini berkomitmen penuh untuk membongkar habis-habisan aliran dana haram terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah hukum ini diambil untuk membuktikan bahwa dirinya bukanlah aktor intelektual di balik sengkarut bisnis kuota Surat Perintah Penyediaan Gizi (SPPG).

“Pak Sony menyatakan siap menjadi justice collaborator. Tekad ini sudah dituangkan dalam BAP di Kejaksaan,” kata Krisna Murti, pengacara Sony, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (4/6/2026).

Siap Bernyanyi dan Seret Nama-Nama Besar

Melalui sang pengacara, Sony mengisyaratkan adanya keterlibatan figur-figur penting di lingkaran kekuasaan yang selama ini belum tersentuh. Meski masih merahasiakan identitas detailnya, ia memastikan para pelaku berasal dari sektor krusial pemerintahan.

“Menurut klien saya yang jelas melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif. Klien saya siap buka semuanya,” ucap Krina.

Rencananya, tim hukum Sony akan mengirimkan dokumen permohonan JC ini secara resmi kepada penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung pada minggu depan. Krisna menegaskan bahwa pengadilan akan menjadi panggung pembuktian komitmen kliennya.

“Pada waktunya nama-nama tokoh yang terlibat akan kita buka di pengadilan. Ini adalah itikad baik dari Pak Sony agar kasusnya transparan,” ucap dia.

Gurita Masalah di Badan Gizi Nasional: Dari Verifikasi Fiktif hingga Markup Massal

Sebagai informasi, Kejaksaan Agung sebelumnya telah menetapkan tiga pucuk pimpinan BGN sebagai tersangka, yaitu:

  1. Dadan Hindayana (Mantan Kepala BGN)
  2. Sony Sanjaya (Mantan Wakil Kepala BGN)
  3. Lodewyk Pusung (Mantan Wakil Kepala BGN)

Modus operandi yang dijalankan ketiganya terbilang rapi. Mereka diduga kuat mengintervensi sistem verifikasi portal mitra BGN. Tujuannya agar yayasan-yayasan yang terafiliasi dengan kantong pribadi mereka tetap lolos seleksi meskipun tidak memenuhi syarat kelayakan. Lewat jaringan yayasan SPPG ini, aliran dana segar senilai miliaran rupiah berhasil dikeduk setiap harinya.

Tak berhenti di situ, penyidik juga menemukan indikasi penggelembungan harga (markup) dalam pengadaan barang massal yang sejatinya tidak mendesak. Menariknya, seluruh proyek fiktif tersebut diketahui sudah dicairkan.

Berikut adalah rincian aset fantastis yang masuk dalam pusaran korupsi BGN:

  • Motor Listrik: 21.801 unit (Estimasi nilai proyek mencapai Rp1 triliun)
  • Tablet Digital: 31.000 unit
  • Televisi 75 Inci: 5.400 unit
  • Sepatu: 32.000 pasang

Hingga saat ini, tim penyidik Jampidsus terus bergerak cepat menggelar penggeledahan maraton di berbagai titik strategis wilayah Jakarta demi mengamankan barang bukti tambahan untuk menyeret para tersangka lain yang terlibat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Justice Collaborator kejaksaan agung Korupsi BGN Makan Bergizi Gratis Skandal MBG Sony Sanjaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ini Alasan Presiden Prabowo Pilih Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru

Resmi! Sudaryono Tinggalkan Kursi Wamentan, Kini Pimpin Badan Gizi Nasional

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Anda Masuk Penerima Bansos Juli 2026? Ini Cara Cek PKH dan BPNT di Kemensos

Syarat Lepas Status WNI: Bebas dari Tunggakan Pajak dan Kasus Hukum

Mundur dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ungkap Sosok Penggantinya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Nama Bisa Dicoret atau Masuk Baru! Data Penerima PKH BPNT 2026 Berubah Usai DTSEN Diperbarui

Terpopuler
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan
  • Tampil Bugar di Usia 50-an, Duet Bos Koi Hartono-Julius Sukses Jadi Runner Up Padel Open Bandung
  • Mengenal Lebih Dekat Frank Alexander Hutapea: Pengacara Independen yang Tak Mau di Bayang-bayang Sang Ayah
  • Sidang Praperadilan Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Bergulir, Polisi Bantah Dalil Pemohon
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.