bukamata.id – Menjelang berakhirnya bulan Ramadan, umat Islam memiliki kewajiban menunaikan zakat fitrah. Ibadah ini menjadi salah satu bentuk penyempurna puasa sekaligus sarana berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Zakat fitrah wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa ataupun anak-anak, selama mereka masih mendapati sebagian bulan Ramadan dan malam Idulfitri. Kewajiban ini berlaku bagi mereka yang memiliki kecukupan kebutuhan pokok untuk diri dan keluarganya pada malam serta hari raya.
Secara umum, besaran zakat fitrah yang harus dibayarkan adalah setara dengan 2,5 kilogram atau sekitar 3,5 liter beras atau bahan makanan pokok lainnya untuk setiap orang. Tujuan dari zakat ini tidak hanya membantu masyarakat kurang mampu, tetapi juga menyucikan diri setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
Dalam praktiknya, pembayaran zakat fitrah sering kali dilakukan oleh kepala keluarga untuk seluruh anggota keluarga. Karena itu, bacaan niat dapat disesuaikan dengan pihak yang diwakili dalam pembayaran zakat tersebut.
Berikut beberapa bacaan niat zakat fitrah yang dapat digunakan sesuai dengan peruntukannya.
1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an nafsi fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
2. Niat Zakat Fitrah untuk Istri
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an zaujati fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
3. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an waladi fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
4. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an binti fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
5. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jamii ma yalzimuniy nafaqatuhum syaran fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku.”
6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an (….) fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Doa Setelah Menunaikan Zakat Fitrah
Selain niat, terdapat pula doa yang biasa dibacakan setelah seseorang menunaikan zakat fitrah. Doa ini berisi harapan agar amal yang diberikan diterima dan membawa keberkahan.
“Ajara kallahu fiima a’thaita, wa baraka laka fiima abqaita, wa ja’alahu laka thuuran.”
Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang telah engkau berikan, memberkahi apa yang masih engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu.”
Lebih dari sekadar kewajiban agama, zakat fitrah juga menjadi wujud kepedulian sosial. Melalui ibadah ini, nilai kebersamaan dan solidaritas antarsesama dapat terus terjaga, sehingga kebahagiaan Hari Raya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








