Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bolehkah Salat Pakai Makeup Pengantin? Ini Penjelasan Buya Yahya dan Solusinya

Rabu, 16 September 2026 09:55 WIB

Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton

Rabu, 16 September 2026 08:14 WIB

Karim Benzema OTW Persib Bandung?

Rabu, 16 September 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bolehkah Salat Pakai Makeup Pengantin? Ini Penjelasan Buya Yahya dan Solusinya
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Karim Benzema OTW Persib Bandung?
  • Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup
  • Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia
  • Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang
  • Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bahaya Masih Mengintai, Evakuasi Korban Tambang Gunung Pongkor Bogor Dilakukan Hati-hati

By Aga GustianaKamis, 22 Januari 2026 16:48 WIB3 Mins Read
Insiden Gunung Pongkor. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tragedi di kawasan tambang emas Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, masih menyisakan duka mendalam. Hingga Kamis (22/1/2026), Kepolisian Daerah Jawa Barat memastikan proses evakuasi dan penanganan pascakejadian terus dilakukan secara intensif. Insiden yang terjadi pada Rabu sore, 14 Januari 2026 itu, merenggut nyawa 11 penambang akibat paparan gas beracun di dalam lubang tambang.

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi meninjau langsung posko penanganan di Polsek Nanggung untuk memastikan seluruh proses berjalan terkoordinasi. Ia menegaskan bahwa sejak laporan pertama diterima, penyelamatan korban menjadi prioritas utama aparat gabungan.

“Saat mengetahui ada peristiwa di kawasan Gunung Pongkor, langkah utama yang kami lakukan adalah evakuasi,” ujar Irjen Rudi, Kamis (22/1/2026).

Dalam kunjungannya, Kapolda mengecek sejumlah titik layanan, mulai dari posko pengaduan masyarakat hingga posko operasi evakuasi. Seluruh posko tersebut berfungsi sebagai pusat komando dan koordinasi lintas instansi dalam menangani insiden yang melibatkan penambang tradisional di wilayah rawan tersebut.

Baca Juga:  Dinilai Langgar Privasi, Perekam Bocah Kelaparan di Bogor Terancam Dipolisikan

Data sementara mencatat, 11 korban meninggal dunia berhasil dievakuasi dari dalam tambang. Para korban diketahui berasal dari beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Nanggung, Cigudeg, dan Sukajaya. Seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

“Sebelas orang yang dievakuasi seluruhnya dalam kondisi meninggal dunia. Hari ini kami juga menyampaikan empati dengan memberikan bantuan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga korban,” kata jenderal bintang dua tersebut.

Baca Juga:  Sosialisasi Perda, Dede Chandra Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewirausahaan

Terkait penyebab kejadian, Kapolda mengungkapkan bahwa lubang tambang masih mengandung gas karbon monoksida (CO) dengan kadar yang berbahaya. Bahkan, pada titik tertentu, konsentrasi gas sempat mencapai 1.200 part per million (ppm). Hingga kini, kadar gas masih berada di kisaran 200 ppm, level yang tetap berisiko bagi keselamatan petugas.

“Kondisi di dalam masih berbahaya. Oleh karena itu, kami terus berhati-hati dan melakukan evakuasi secara bertahap,” ujarnya.

Proses pencarian dan penyisiran belum sepenuhnya rampung. Sejumlah lorong dan titik tambang belum dapat dijangkau karena tingginya risiko paparan gas. Dalam operasi ini, unsur Polri, TNI, BPBD, hingga PT Aneka Tambang (ANTAM) terlibat secara terpadu untuk memastikan keselamatan personel dan kelancaran evakuasi.

Baca Juga:  Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg

Kapolda yang juga pernah menjabat Deputi KPK itu menambahkan, pihaknya masih menelusuri laporan warga yang kehilangan anggota keluarga. Hal tersebut membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum ditemukan.

“Autopsi belum dilakukan karena keluarga langsung memakamkan jenazah. Namun, apabila ke depan diperlukan tindakan lanjutan untuk kepentingan penyelidikan, tentu akan kami lakukan,” pungkasnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas penambangan tradisional, terutama di kawasan dengan kondisi geologis ekstrem. Aparat memastikan seluruh langkah penanganan akan terus dilakukan secara hati-hati demi mencegah jatuhnya korban tambahan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bogor Polda Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Penampilan makanan bergizi gratis dari program MBG.

Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.