Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Berburu Reward Eksklusif: Update Kode Redeem FF 2 Agustus 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 06:00 WIB
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis 2 Agustus 2026: Cara Aman dan Link Resmi Hari Ini

Minggu, 2 Agustus 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Klaim Sekarang! Kode Redeem FF 2 Agustus 2026 Terbaru dan Cara Klaimnya

Minggu, 2 Agustus 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berburu Reward Eksklusif: Update Kode Redeem FF 2 Agustus 2026
  • Klaim Saldo DANA Gratis 2 Agustus 2026: Cara Aman dan Link Resmi Hari Ini
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FF 2 Agustus 2026 Terbaru dan Cara Klaimnya
  • Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan
  • Dosen Ini Gunakan Trik untuk Bongkar 32 Mahasiswa yang Ketahuan Menyontek Pakai AI
  • Daftar Lengkap 35 Cabang Olahraga yang Diikuti Kontingen Indonesia di Asian Games 2026
  • Ketika Negara Lain Punya Pahlawan Sendiri, Bogor Punya ‘The Sanitizer’ yang Bekerja dalam Senyap
  • Jalan Terjal Menuju Semifinal: Persija Bantai PSMS 4-1, Skenario El Clasico Kontra Persib di Depan Mata!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bahaya Masih Mengintai, Evakuasi Korban Tambang Gunung Pongkor Bogor Dilakukan Hati-hati

By Aga GustianaKamis, 22 Januari 2026 16:48 WIB3 Mins Read
Insiden Gunung Pongkor. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tragedi di kawasan tambang emas Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, masih menyisakan duka mendalam. Hingga Kamis (22/1/2026), Kepolisian Daerah Jawa Barat memastikan proses evakuasi dan penanganan pascakejadian terus dilakukan secara intensif. Insiden yang terjadi pada Rabu sore, 14 Januari 2026 itu, merenggut nyawa 11 penambang akibat paparan gas beracun di dalam lubang tambang.

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi meninjau langsung posko penanganan di Polsek Nanggung untuk memastikan seluruh proses berjalan terkoordinasi. Ia menegaskan bahwa sejak laporan pertama diterima, penyelamatan korban menjadi prioritas utama aparat gabungan.

“Saat mengetahui ada peristiwa di kawasan Gunung Pongkor, langkah utama yang kami lakukan adalah evakuasi,” ujar Irjen Rudi, Kamis (22/1/2026).

Dalam kunjungannya, Kapolda mengecek sejumlah titik layanan, mulai dari posko pengaduan masyarakat hingga posko operasi evakuasi. Seluruh posko tersebut berfungsi sebagai pusat komando dan koordinasi lintas instansi dalam menangani insiden yang melibatkan penambang tradisional di wilayah rawan tersebut.

Data sementara mencatat, 11 korban meninggal dunia berhasil dievakuasi dari dalam tambang. Para korban diketahui berasal dari beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Nanggung, Cigudeg, dan Sukajaya. Seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

“Sebelas orang yang dievakuasi seluruhnya dalam kondisi meninggal dunia. Hari ini kami juga menyampaikan empati dengan memberikan bantuan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga korban,” kata jenderal bintang dua tersebut.

Terkait penyebab kejadian, Kapolda mengungkapkan bahwa lubang tambang masih mengandung gas karbon monoksida (CO) dengan kadar yang berbahaya. Bahkan, pada titik tertentu, konsentrasi gas sempat mencapai 1.200 part per million (ppm). Hingga kini, kadar gas masih berada di kisaran 200 ppm, level yang tetap berisiko bagi keselamatan petugas.

“Kondisi di dalam masih berbahaya. Oleh karena itu, kami terus berhati-hati dan melakukan evakuasi secara bertahap,” ujarnya.

Proses pencarian dan penyisiran belum sepenuhnya rampung. Sejumlah lorong dan titik tambang belum dapat dijangkau karena tingginya risiko paparan gas. Dalam operasi ini, unsur Polri, TNI, BPBD, hingga PT Aneka Tambang (ANTAM) terlibat secara terpadu untuk memastikan keselamatan personel dan kelancaran evakuasi.

Kapolda yang juga pernah menjabat Deputi KPK itu menambahkan, pihaknya masih menelusuri laporan warga yang kehilangan anggota keluarga. Hal tersebut membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum ditemukan.

“Autopsi belum dilakukan karena keluarga langsung memakamkan jenazah. Namun, apabila ke depan diperlukan tindakan lanjutan untuk kepentingan penyelidikan, tentu akan kami lakukan,” pungkasnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas penambangan tradisional, terutama di kawasan dengan kondisi geologis ekstrem. Aparat memastikan seluruh langkah penanganan akan terus dilakukan secara hati-hati demi mencegah jatuhnya korban tambahan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bogor Gas Beracun Kapolda Jabar Penambang Tewas Polda Jawa Barat Tambang Gunung Pongkor
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.