Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Selasa, 27 Oktober 2026 18:24 WIB

Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC

Selasa, 27 Oktober 2026 18:05 WIB

Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam

Selasa, 27 Oktober 2026 17:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
  • Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen
  • Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK
  • Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat
  • Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bahlil Sebut Investasi di Luar Pulau Jawa Sudah Lebih Besar Sejak 2020 hingga 2024

By Putra JuangSabtu, 27 Juli 2024 21:21 WIB2 Mins Read
Menteri Investasi RI, Bahlil Lahadalia. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Investasi yang juga Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyatakan, pihaknya telah berhasil merubah skema atau strategi investasi di Indonesia.

Bahlil mengatakan, selama Indonesia merdeka hingga tahun 2020, investasi di luar Pulau Jawa selalu lebih besar ketimbang di Jawa.

“Bahwa selama Indonesia merdeka sampai tahun 2020, investasi di luar Pulau Jawa selalu lebih besar ketimbang di Jawa,” ucap Bahlil dalam kegiatan Sekolah Demokrasi bertajuk ‘Pembangunan Investasi di Indonesia’ melalui Zoom Meeting, Sabtu (27/7/2024).

Menurutnya, hal itu terjadi lantaran pemerintah dalam mendorong investasi di daerah di luar Pulau Jawa, base line-nya selalu disamakan dengan di Jawa.

Baca Juga:  Indonesia Resmi Akan Berangkatkan 221 Ribu Jemaah pada Musim Haji 2025

“Kemudian, Presiden Jokowi memanggil saya untuk mengubah struktur investasi jangan terlalu mayoritas di Jawa. Perintah kedua, coba investasi di luar Pulau Jawa harus lebih dominan ketimbang di Jawa,” ungkapnya.

Bahlil mengatakan, setelah Jokowi memberikan beberapa kewenangan di Kementerian Investasi, pihaknya pun berhasil merubah skema investasi di Indonesia.

“Sejak 2020 kwartal ketiga sampai dengan 2024 kwartal pertama, pertumbuhan investasi di luar Pulau Jawa itu sudah lebih besar ketimbang di Jawa,” imbuhnya.

Baca Juga:  Respons Dukungan Jadi Ketum Golkar, Bahlil: Kita Lihat di Munas

Bahlil menyebut, saat ini kontribusi struktur pertumbuhan ekonomi di Jawa berada di angkat 60 persen dari yang sebelumnya 70 persen.

“Idealnya akan kita dorong ke depan adalah harus 50:50 antara Jawa dan luar Pulau Jawa,” ujarnya.

Bahlil menilai, investasi ini sebagai instrumen untuk menciptakan kawasan-kawasan pertumbuhan ekonomi baru

“Dan sekaligus sebagai instrumen penetrasi dalam rangka memberikan rasa keadilan, pemerataan pertumbuhan dan kesejahteraan yang baik. Dan ini juga sebagai strategi menurunkan angka kemiskinan dan menurunkan gini rasio,” katanya.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Mengancam Indonesia, Simak Prakiraan BMKG 13–16 Oktober

Bahlil mengatakan, di tahun 2024 ini pemerintah akan berusaha mempertahankan pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5 persen, dengan target investasi Rp1650 triliun.

“Maka target kita dinaikan, kalau 1650 triliun berarti di akhir masa jabatan Jokowi kenaikan investasi sudah melebihi 100 persen hanya dalam waktu 5 tahun,” ucapnya.

“Makanya dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi kita sekarang, investasi itu sudah mencapai 30-31 persen. Karena rumusnya adalah konsumsi plus investasi, ekspor impor serta suspend pemerintah,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bahlil Lahadalia Indonesia investasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.