Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok

Sabtu, 1 Agustus 2026 13:30 WIB

Ketajaman Mitchell Baker Kian Bersinar, Kokoh di Puncak Top Skor Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 12:58 WIB

Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia

Sabtu, 1 Agustus 2026 12:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok
  • Ketajaman Mitchell Baker Kian Bersinar, Kokoh di Puncak Top Skor Piala AFF 2026
  • Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia
  • Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
  • Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen
  • Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bandung Nomor 1 Macet di Indonesia, Dishub Jabar: Bukan Prestasi tapi Realita

By Putra JuangKamis, 19 Juni 2025 13:17 WIB3 Mins Read
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar. (Foto: Redaksi/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar menyatakan bahwa predikat Bandung sebagai kota termacet bukanlah sebuah prestasi, melainkan sebuah kenyataan yang harus dihadapi.

“Bukan prestasi ya bahwa Bandung dinyatakan sebagai kota termacet, tapi memang kenyataannya seperti itu,” ucap Dhani di Bandung, Kamis (19/6/2025).

Namun, Dhani menegaskan bahwa pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun Kota Bandung, sedang berupaya keras untuk membangun sistem angkutan massal yang nyaman dan terintegrasi.

Salah satu upaya nyata yang sedang digalakkan adalah pengembangan layanan Bus Metro Jabar Trans.

“Dari sisi kapasitas juga akan kita coba tambah tingkat kenyamanannya,” ujarnya.

Dhani mengungkapkan bahwa peluncuran Kartu Multi Trip (KMT) menjadi langkah penting. Ke depannya, kartu ini akan memungkinkan pengguna untuk membayar berbagai layanan transportasi, seperti kereta, bus, bahkan parkir, dalam satu kali transaksi terintegrasi.

Dhani menjelaskan, untuk moda transportasi kereta, pihaknya sedang berupaya ke pemerintah pusat untuk mendorong peningkatan kapasitas kereta menjadi kereta realistis. Dengan kereta realistis, headway atau jarak antar kereta bisa dipersingkat menjadi 5-10 menit.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah integrasi layanan bus di masing-masing stasiun.

“Jadi masyarakat yang menggunakan kereta akan langsung nyambung dengan bus,” ujarnya.

Selain itu, Dishub Jabar juga berencana untuk berkolaborasi dengan angkutan umum serta memperbaiki tata kelola angkutan yang ada di Kota Bandung. Mengenai persiapan infrastruktur, Dhani optimis.

“Insya Allah sekarang lagi proses persiapan,” katanya.

Ia berharap proses pembangunan dapat dimulai pertengahan tahun ini atau sebelum akhir tahun, dan ditargetkan selesai sekitar tahun 2027.

Untuk pendanaan, Dhani memastikan bahwa anggaran sudah disiapkan dari Kementerian Perhubungan.

“Satu bulan ini kita ke proses akhir untuk proses konstruksi,” tandasnya.

Untuk diketahui, TomTom Traffic, platform rutin merilis daftar kota termacet di Indonesia.

TomTom Traffic sendiri mengukur tingkat kemacetan suatu kota dengan memakai data perjalanan rata-rata dan tingkat kemacetan yang dihitung secara detail.

Platform ini juga menggunakan ‘mata-mata’ berupa floating car data (FCD), yang diambil dari kecepatan dan lokasi kendaraan secara real-time. Data tersebut diperoleh dari fitur GPS di perangkat pengguna.

TomTom Traffic menganalisa kemacetan dengan mengukur faktor-faktor utama seperti kurasi-statis, yang seperti identitas’ jalan, mulai dari ukuran, kapasitas, batas kecepatan, sampai jenis jalannya.

Yang kedua faktor dinamis yang merupakan penyebab lalu lintas berubah-ubah, di antaranya perbaikan jalan, cuaca buruk, dan kemacetan itu sendiri. Dan yang ketiga faktor statis, yakni waktu perjalanan optimal di kota tertentu.

Menurut TomTom Traffic, berikut 5 kota termacet di Indonesia :

  1. Bandung, Jawa Barat: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 37 detik
  2. Medan, Sumatera Utara: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 3 detik
  3. Palembang, Sumatera Selatan: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 27 menit 55 detik
  4. Surabaya, Jawa Timur: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 26 menit 59 detik
  5. Jakarta: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 25 menit 31 detik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung Dishub Jabar jawa barat Macet
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Pelecehan Seksual

Demi Rujuk, Ayah di Bandung Barat Siksa Anak Kandung hingga Berdarah dan Direkam

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.