Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Strategi Sukses Tambah Modal Usaha: Simulasi Angsuran KUR BCA Rp100 Juta dan Panduan Lengkapnya

Rabu, 17 Juni 2026 07:28 WIB
Struktur batu megalitikum di situs Gunung Padang Cianjur

Menawan dan Sejuk, Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata Hits di Cianjur yang Wajib Dikunjungi

Rabu, 17 Juni 2026 06:00 WIB

Cara Memasukkan Kode Redeem FF Terbaru Juni 2026, Ini Strategi Klaim Hadiah Skin Gratis Paling Efektif

Rabu, 17 Juni 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Strategi Sukses Tambah Modal Usaha: Simulasi Angsuran KUR BCA Rp100 Juta dan Panduan Lengkapnya
  • Menawan dan Sejuk, Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata Hits di Cianjur yang Wajib Dikunjungi
  • Cara Memasukkan Kode Redeem FF Terbaru Juni 2026, Ini Strategi Klaim Hadiah Skin Gratis Paling Efektif
  • Saddil Ramdani Tetap Latihan Saat Libur! Persib Siap Comeback Lebih Ganas
  • Dicari-cari! Link Video Full Durasi Cut Salwa Viral, Benarkah Ada Rekamannya?
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Juni 2026, Dapatkan Pemain Gratis dan Gems
  • Borong Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 17 Juni 2026 Sebelum Hangus
  • Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 17 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bandung Nomor 1 Macet di Indonesia, Dishub Jabar: Bukan Prestasi tapi Realita

By Putra JuangKamis, 19 Juni 2025 13:17 WIB3 Mins Read
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar. (Foto: Redaksi/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar menyatakan bahwa predikat Bandung sebagai kota termacet bukanlah sebuah prestasi, melainkan sebuah kenyataan yang harus dihadapi.

“Bukan prestasi ya bahwa Bandung dinyatakan sebagai kota termacet, tapi memang kenyataannya seperti itu,” ucap Dhani di Bandung, Kamis (19/6/2025).

Namun, Dhani menegaskan bahwa pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun Kota Bandung, sedang berupaya keras untuk membangun sistem angkutan massal yang nyaman dan terintegrasi.

Salah satu upaya nyata yang sedang digalakkan adalah pengembangan layanan Bus Metro Jabar Trans.

“Dari sisi kapasitas juga akan kita coba tambah tingkat kenyamanannya,” ujarnya.

Dhani mengungkapkan bahwa peluncuran Kartu Multi Trip (KMT) menjadi langkah penting. Ke depannya, kartu ini akan memungkinkan pengguna untuk membayar berbagai layanan transportasi, seperti kereta, bus, bahkan parkir, dalam satu kali transaksi terintegrasi.

Baca Juga:  Jejak Panjang Tatar Sunda: Dari Kerajaan Kuno Hingga Lahirnya Provinsi Jawa Barat

Dhani menjelaskan, untuk moda transportasi kereta, pihaknya sedang berupaya ke pemerintah pusat untuk mendorong peningkatan kapasitas kereta menjadi kereta realistis. Dengan kereta realistis, headway atau jarak antar kereta bisa dipersingkat menjadi 5-10 menit.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah integrasi layanan bus di masing-masing stasiun.

“Jadi masyarakat yang menggunakan kereta akan langsung nyambung dengan bus,” ujarnya.

Selain itu, Dishub Jabar juga berencana untuk berkolaborasi dengan angkutan umum serta memperbaiki tata kelola angkutan yang ada di Kota Bandung. Mengenai persiapan infrastruktur, Dhani optimis.

“Insya Allah sekarang lagi proses persiapan,” katanya.

Ia berharap proses pembangunan dapat dimulai pertengahan tahun ini atau sebelum akhir tahun, dan ditargetkan selesai sekitar tahun 2027.

Baca Juga:  Melampaui Visual, Refleksi Puisi Baru di Pameran Seni Beyond the Surface

Untuk pendanaan, Dhani memastikan bahwa anggaran sudah disiapkan dari Kementerian Perhubungan.

“Satu bulan ini kita ke proses akhir untuk proses konstruksi,” tandasnya.

Untuk diketahui, TomTom Traffic, platform rutin merilis daftar kota termacet di Indonesia.

TomTom Traffic sendiri mengukur tingkat kemacetan suatu kota dengan memakai data perjalanan rata-rata dan tingkat kemacetan yang dihitung secara detail.

Platform ini juga menggunakan ‘mata-mata’ berupa floating car data (FCD), yang diambil dari kecepatan dan lokasi kendaraan secara real-time. Data tersebut diperoleh dari fitur GPS di perangkat pengguna.

TomTom Traffic menganalisa kemacetan dengan mengukur faktor-faktor utama seperti kurasi-statis, yang seperti identitas’ jalan, mulai dari ukuran, kapasitas, batas kecepatan, sampai jenis jalannya.

Baca Juga:  Polresta Bandung Siagakan Operasi Nataru, Premanisme Jadi Target Utama Pengamanan

Yang kedua faktor dinamis yang merupakan penyebab lalu lintas berubah-ubah, di antaranya perbaikan jalan, cuaca buruk, dan kemacetan itu sendiri. Dan yang ketiga faktor statis, yakni waktu perjalanan optimal di kota tertentu.

Menurut TomTom Traffic, berikut 5 kota termacet di Indonesia :

  1. Bandung, Jawa Barat: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 37 detik
  2. Medan, Sumatera Utara: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 3 detik
  3. Palembang, Sumatera Selatan: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 27 menit 55 detik
  4. Surabaya, Jawa Timur: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 26 menit 59 detik
  5. Jakarta: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 25 menit 31 detik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung Dishub Jabar jawa barat Macet
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
  • demo dprd jabar
    Demo Besar di Bandung Hari Ini, Pengendara Diminta Hindari Jalan Diponegoro
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.