Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba

Sabtu, 31 Oktober 2026 21:29 WIB

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Sabtu, 31 Oktober 2026 20:36 WIB

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Sabtu, 31 Oktober 2026 20:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba
  • Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama
  • Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen
  • Persib Dapat Angin Segar Jelang Jamu Isenmulang FC, Teja Paku Alam Comeback?
  • Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan
  • Jatuhnya Sultan Andara! Kena Boikot Parah, Saham Ambruk, Raffi Ahmad Diambang Kehancuran?
  • Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis
  • Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bandung Nomor 1 Macet di Indonesia, Dishub Jabar: Bukan Prestasi tapi Realita

By Putra JuangKamis, 19 Juni 2025 13:17 WIB3 Mins Read
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar. (Foto: Redaksi/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar menyatakan bahwa predikat Bandung sebagai kota termacet bukanlah sebuah prestasi, melainkan sebuah kenyataan yang harus dihadapi.

“Bukan prestasi ya bahwa Bandung dinyatakan sebagai kota termacet, tapi memang kenyataannya seperti itu,” ucap Dhani di Bandung, Kamis (19/6/2025).

Namun, Dhani menegaskan bahwa pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun Kota Bandung, sedang berupaya keras untuk membangun sistem angkutan massal yang nyaman dan terintegrasi.

Salah satu upaya nyata yang sedang digalakkan adalah pengembangan layanan Bus Metro Jabar Trans.

“Dari sisi kapasitas juga akan kita coba tambah tingkat kenyamanannya,” ujarnya.

Dhani mengungkapkan bahwa peluncuran Kartu Multi Trip (KMT) menjadi langkah penting. Ke depannya, kartu ini akan memungkinkan pengguna untuk membayar berbagai layanan transportasi, seperti kereta, bus, bahkan parkir, dalam satu kali transaksi terintegrasi.

Baca Juga:  Jawa Barat Masih Berpotensi Diguyur Hujan Meski Musim Kemarau

Dhani menjelaskan, untuk moda transportasi kereta, pihaknya sedang berupaya ke pemerintah pusat untuk mendorong peningkatan kapasitas kereta menjadi kereta realistis. Dengan kereta realistis, headway atau jarak antar kereta bisa dipersingkat menjadi 5-10 menit.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah integrasi layanan bus di masing-masing stasiun.

“Jadi masyarakat yang menggunakan kereta akan langsung nyambung dengan bus,” ujarnya.

Selain itu, Dishub Jabar juga berencana untuk berkolaborasi dengan angkutan umum serta memperbaiki tata kelola angkutan yang ada di Kota Bandung. Mengenai persiapan infrastruktur, Dhani optimis.

“Insya Allah sekarang lagi proses persiapan,” katanya.

Ia berharap proses pembangunan dapat dimulai pertengahan tahun ini atau sebelum akhir tahun, dan ditargetkan selesai sekitar tahun 2027.

Baca Juga:  Kirab Pancasila, 3 Ruas di Bandung Termasuk Jalan Asia Afrika Ditutup

Untuk pendanaan, Dhani memastikan bahwa anggaran sudah disiapkan dari Kementerian Perhubungan.

“Satu bulan ini kita ke proses akhir untuk proses konstruksi,” tandasnya.

Untuk diketahui, TomTom Traffic, platform rutin merilis daftar kota termacet di Indonesia.

TomTom Traffic sendiri mengukur tingkat kemacetan suatu kota dengan memakai data perjalanan rata-rata dan tingkat kemacetan yang dihitung secara detail.

Platform ini juga menggunakan ‘mata-mata’ berupa floating car data (FCD), yang diambil dari kecepatan dan lokasi kendaraan secara real-time. Data tersebut diperoleh dari fitur GPS di perangkat pengguna.

TomTom Traffic menganalisa kemacetan dengan mengukur faktor-faktor utama seperti kurasi-statis, yang seperti identitas’ jalan, mulai dari ukuran, kapasitas, batas kecepatan, sampai jenis jalannya.

Baca Juga:  Ciro Alves Beri Salam Perpisahan, Pamit dari Persib Bandung

Yang kedua faktor dinamis yang merupakan penyebab lalu lintas berubah-ubah, di antaranya perbaikan jalan, cuaca buruk, dan kemacetan itu sendiri. Dan yang ketiga faktor statis, yakni waktu perjalanan optimal di kota tertentu.

Menurut TomTom Traffic, berikut 5 kota termacet di Indonesia :

  1. Bandung, Jawa Barat: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 37 detik
  2. Medan, Sumatera Utara: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 3 detik
  3. Palembang, Sumatera Selatan: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 27 menit 55 detik
  4. Surabaya, Jawa Timur: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 26 menit 59 detik
  5. Jakarta: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 25 menit 31 detik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung Dishub Jabar jawa barat Macet
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November

Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.