bukamata.id – Aparat kepolisian angkat bicara terkait insiden kericuhan yang melibatkan oknum suporter sepak bola di wilayah Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, pada Minggu malam, 7 Juni 2026. Peristiwa tersebut diduga melibatkan kelompok suporter The Jakmania dan Viking dan sempat viral di media sosial.
Kapolsek Kragilan, Kompol Dwi Hary Bagio, menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan mentoleransi segala bentuk tindakan kekerasan maupun aksi yang mengganggu ketertiban umum.
Menurutnya, Polri hadir untuk memastikan rasa aman di tengah masyarakat serta menindak setiap pelanggaran hukum tanpa pengecualian.
“Tidak boleh ada perbuatan melanggar hukum ataupun aksi premanisme dalam bentuk apa pun. Polri hadir dan menjamin rasa aman bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari,” tegas Kompol Dwi Hary Bagio, dikutip dari akun resmi Instagram @polresserang.
Polisi Lakukan Penanganan Cepat di Lokasi Kejadian
Menindaklanjuti insiden tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan sejumlah langkah cepat. Di antaranya pengumpulan bahan dan keterangan, pemantauan situasi di lapangan, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Kompol Dwi menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan awal, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Kragilan saat ini telah kembali kondusif.
“Berdasarkan hasil pemantauan dan langkah-langkah yang telah dilakukan, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Serang, khususnya Kecamatan Kragilan, dalam keadaan aman dan terkendali,” ujarnya.
Diduga Dipicu Isu Penyerangan Antar Suporter
Dari hasil penyelidikan awal, keributan antar oknum suporter tersebut diduga dipicu oleh informasi yang beredar mengenai adanya rencana penyerangan antar kelompok.
Padahal, pihak kepolisian sebelumnya telah melakukan pengamanan ketat sejak kegiatan peringatan Anniversary ke-13 The Jakmania Kabupaten Serang berlangsung hingga seluruh rangkaian acara selesai dan peserta meninggalkan lokasi.
Namun demikian, situasi di lapangan tetap mengalami gesekan yang berujung pada aksi kericuhan yang sempat mengganggu ketertiban umum.
Korban Lapor Polisi, Proses Hukum Berjalan
Saat ini, kasus tersebut telah resmi ditangani oleh pihak kepolisian sesuai prosedur hukum yang berlaku. Korban yang mengalami luka telah membuat laporan polisi dan proses penyelidikan tengah berjalan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat.
Pihak kepolisian juga memastikan bahwa situasi di lapangan tetap terkendali dan tidak terjadi eskalasi lanjutan.
Di sisi lain, korban maupun kelompok Viking Kragilan dilaporkan telah menyatakan tidak akan melakukan aksi balasan dan memilih menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
Viral di Media Sosial, Polisi Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Sebelumnya, insiden dugaan penyerangan tersebut viral di media sosial setelah sejumlah video memperlihatkan kericuhan di lokasi kejadian beredar luas. Peristiwa itu turut menyita perhatian publik karena disebut terjadi saat kegiatan pengajian berlangsung.
Dalam video yang beredar, suasana panik tampak terjadi di sekitar lokasi, bahkan disebut terdapat perempuan dan anak-anak yang berada di area kejadian saat insiden berlangsung.
Kondisi tersebut memicu keprihatinan publik, terutama karena kegiatan yang berlangsung semula bersifat keagamaan justru diwarnai kericuhan antar kelompok suporter.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial.
Aparat juga menegaskan akan terus melakukan penegakan hukum secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Serang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










