Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib vs The Cong Viettel Segera Digelar, Ini Daftar Harga Tiket di Si Jalak Harupat

Rabu, 7 Oktober 2026 04:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Belum Dapat Bansos? Oktober 2026 Bisa Ajukan PKH dan BPNT, Ini Caranya

Rabu, 7 Oktober 2026 03:00 WIB

Surga Kuliner Tanah Sunda: 10 Makanan Khas Subang Paling Autentik dan Wajib Dibawa Pulang

Rabu, 7 Oktober 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib vs The Cong Viettel Segera Digelar, Ini Daftar Harga Tiket di Si Jalak Harupat
  • Belum Dapat Bansos? Oktober 2026 Bisa Ajukan PKH dan BPNT, Ini Caranya
  • Surga Kuliner Tanah Sunda: 10 Makanan Khas Subang Paling Autentik dan Wajib Dibawa Pulang
  • Pesona Tersembunyi Tanah Sunda: 7 Surga Wisata Subang Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan
  • Belum Sempat Istirahat, Persib Langsung Latihan di Bangkok Jelang Lawan Port FC
  • Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi
  • Bukan Sekadar Lagu: Alasan Di Balik Tangisan Anggun C Sasmi di Hadapan Puluhan Ribu Suporter Garuda
  • Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kecewa Tiga Kali Antre Tak Kebagian Bensin, Ibu Muda di Tasikmalaya Ngamuk di SPBU

By Aga GustianaSelasa, 11 Agustus 2026 09:14 WIB3 Mins Read
Seorang ibu di Tasikmalaya mengamuk di SPBU usai tak kebagian bensin. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh rekaman video yang memperlihatkan seorang ibu muda meluapkan kekesalannya di SPBU Desa Cipatujah, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Wanita tersebut tampak murka lantaran kehabisan stok bahan bakar minyak (BBM) meski mengaku telah berulang kali ikut mengantre.

Kekesalan tersebut kian memuncak sebab bensin yang dibelinya sangat mendesak untuk membawa buah hatinya yang sedang jatuh sakit guna berobat ke pusat Kota Tasikmalaya.

“Geus tilu kali antri aing ieu rek indit ka Tasik mawa budak gering. Yeuh mobil urang geus tilu kali antri panjang teu kabagean bensin. Antri panjang tadi ieu jalikeun masih antri. Aing tilu kali lain ukur sakali (sudah tiga kali saya antre mau pergi ke Tasik bawa anak yang sakit. Nih mobil saya sudah antre tiga kali antre panjang tak kebagian bensin. Antre panjang tadi ini jeriken masih antre. Saya sudah tiga kali (antre) bukan hanya sekali, red),” ucap ibu tersebut dalam video.

Kronologi Kejadian Versi Kepolisian

Menanggapi kegaduhan di wilayah hukumnya, Kapolsek Cipatujah Kompol Supian mengonfirmasi kebenaran insiden tersebut. Berdasarkan penelusuran petugas, ibu muda itu sejatinya sempat masuk dalam barisan antrean pengisian bahan bakar. Namun, ia memutuskan untuk keluar dari jalur antrean sebelum sempat dilayani.

Selang beberapa waktu, wanita tersebut kembali lagi ke lokasi. Sayangnya, pasokan BBM di SPBU tunggal itu sudah ludes terbagi.

“Dia sempat ikut antre, namun kembali keluar antrean. Beberapa waktu kemudian datang lagi ke SPBU, tetapi sudah habis,” ujar Supian, Selasa (11/8/2026) pagi.

Guna mencegah kesalahpahaman berlarut-larut, jajaran Polsek Cipatujah langsung melangkah cepat dengan memediasi pihak pengelola SPBU dan konsumen yang bersangkutan. Langkah kekeluargaan ini membuahkan hasil manis.

“Kami sudah memediasi kedua belah pihak. Pihak SPBU dan ibu yang bersangkutan sudah saling memaafkan,” kata Supian.

Fenomena Antrean Jeriken: Nelayan Hingga Pengecer

Mengenai tumpukan jeriken yang memicu kepanjangan antrean di lokasi, Supian membeberkan realita lapangan. Menurutnya, wadah-wadah BBM tersebut mayoritas milik para nelayan lokal yang membutuhkan pasokan solar maupun bensin untuk melaut.

Terlebih lagi, kawasan pesisir Cipatujah hingga saat ini memang belum disokong oleh kehadiran SPBU khusus nelayan (SPBN). Alhasil, tempat pengisian umum itulah yang menjadi satu-satunya tumpuan warga pesisir.

“Jeriken ini milik para nelayan yang mengisi bahan bakar. Nelayan belum memiliki SPBU khusus sehingga memanfaatkan SPBU satu-satunya di kawasan ini untuk kebutuhan bahan bakar,” ujarnya.

Pihak kepolisian menepis keras dugaan adanya praktik spekulasi atau penimbunan BBM liar di kawasan tersebut. Selain kelompok nelayan, antrean jeriken juga diisi oleh para pedagang bensin eceran yang menyuplai kebutuhan energi bagi masyarakat pedalaman.

“Jadi, mayoritas itu jeriken nelayan. Ada juga yang milik penjual eceran dari pelosok Cipatujah. Bahkan, ada dari Bojonggambir yang membeli untuk pasokan bensin di daerah yang tidak ada SPBU. Jadi, kalau narasinya ada penimbunan, itu dipastikan tidak benar,” pungkas Supian.

Aparat mengimbau para netizen dan publik agar selalu bijak dalam mencerna potongan video viral di media sosial, serta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui latar belakang cerita secara utuh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Belum Dapat Bansos? Oktober 2026 Bisa Ajukan PKH dan BPNT, Ini Caranya

Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi

Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026

Ilustrasi virus HIV/AIDS

Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi

bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas

kekerasan

Bejat! Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Cabuli 7 Anak, Modus Ajak Main

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.