Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Kafe Kekinian, Ini 7 Kopitiam Bandung yang Cocok buat Sarapan

Rabu, 21 Oktober 2026 04:00 WIB

Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya

Rabu, 21 Oktober 2026 03:00 WIB

Bikin Ketagihan! Ini 10 Kuliner Hits di Cianjur yang Wajib Dicicipi Saat Liburan Akhir Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Kafe Kekinian, Ini 7 Kopitiam Bandung yang Cocok buat Sarapan
  • Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya
  • Bikin Ketagihan! Ini 10 Kuliner Hits di Cianjur yang Wajib Dicicipi Saat Liburan Akhir Tahun
  • 15 Spot Wisata Terbaik di Cianjur Buat ‘Short Escape’ Akhir Pekan
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
  • Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu
  • Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?
  • Ranking AFC Terbaru: Indonesia Meroket ke Posisi 16 Asia, Persib dan Borneo FC Jadi Kunci
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lepas 60 Wisudawan, STiMB Targetkan Ahli Musik Pandai Pemasaran Berbasis Digital

By Putri Mutia RahmanRabu, 18 Oktober 2023 19:08 WIB3 Mins Read
Wisudawan Sekolah Tinggi Musik Bandung. (Istimewa)
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Sekolah Tinggi Musik Bandung (STiMB) menggelar acara wisuda yang kedelapan sekaligus Dies Natalis ke 22, dengan jumlah 60 wisudawan di Hotel Prime Park, Kota Bandung pada Rabu (18/10/2023). 

Ketua Senat STiMB, Buky Wibawa menyebut jumlah sarjana musik di Indonesia masih terbilang sedikit dibandingkan dengan sarjana dari jurusan atau ilmu lainnya. Hal tersebut kaitan erat dengan adanya prasyarat yang melekat, yakni bakat musikal yang memang tak akan ada artinya jika tidak dibarengi ketekunan berlatih.

“Dunia industri musik sekarang terus berkembang seiring kemajuan teknologi yang terus melaju. Tantangan musisi saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan bakat semata, melainkan perlu ditunjang oleh pengetahuan-pengetahuan lain, sehingga mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan di ranah industri musik yang sudah serba digital,” ucapnya.

Ia juga menyebutkan Keuntungan dari perkembangan industri ini, ada pada keleluasaan pemasaran karya musik yang tidak terbatas. Di tengah persaingan yang semakin ketat, tentu dibutuhkan kemampuan kreativitas yang mumpuni.

Baca Juga:  Lantik 374 Lulusan, Rektor Itenas Harap Wisudawan Bisa Hadapi Tantangan Teknologi

“Era digital saat ini, satu kata kunci yang harus diingat adalah konsistensi. Jika tidak konsisten dalam berkarya, dipastikan sulit mencapai kesuksesan, baik popularitas maupun kesuksesan secara ekonomi,” ujarnya.

Selain itu, Industri musik menuntut untuk mengasah sense of business, selain harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang kekayaan intelektual yang di dalamnya ada aspek Hak Cipta dan Hak Kekayaan Industrial, antara lain seperti Merk, Desain, Paten, dan sebagainya.

“STiMB di bawah pengelolaan Yayasan Taruna Bhakti, sedang meredefinisi menjadi kampus musik berbasis digital. Jadi, lulusannya pun akan diarahkan menjadi sarjana sarjana musik yang menguasai pengkaryaan dan pemasaran berbasis digital. Memang tidak semua sarjana musik bisa menjadi artis. Tetapi, sarjana lulusan Sekolah Tinggi Musik Bandung sudah tahu prinsip diversification is the key,” ujarnya

Wisudawan, Muhammad Rafi Hermansyah (27) dari jurusan (mayor) Gitar Elektrik, mengatakan kesan dan pengalaman yang ia dapat saat berkuliah di STiMB. 

Baca Juga:  Geger! Kampus Unpar Terima Ancaman Bom saat Pelaksanaan Wisuda

“Kesan berkuliah di STiMB ini seru, bisa tahu banyak hal tentang musik yang nggak hanya praktek, tapi teori juga. Kami mendapat ilmu mengenai teknologi zaman sekarang yang mumpuni yang bisa mendukung bakat musik, sehingga dapat membuat karya lebih bebas dan mudah,” ujarnya.

Rafi pun menceritakan perjuangannya untuk berkuliah di STiMB, ia  mengaku kesulitan berkuliah di kampus ini. Namun, karena telah menjadi passion, ia melewatinya dengan terus menjalani apapun rintangannya.

“Kepada orang-orang yang punya keterbatasan seperti saya, believe on your dream (percaya pada mimpimu). Carilah support system yang baik supaya mimpimu bisa terwujud sempurna. Karena itu penting. Dan, support system saya itu keluarga juga teman-teman,” ucapnya.

Menanggapi kegiatan ini, Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Haris Bobihoe yang hadir dalam acara wisuda kali ini menyebutkan,  musik telah menjadi bagian integral dari peradaban manusia sejak zaman purba. Musik pula tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi memiliki peran penting dalam mengungkapkan emosi, menceritakan kisah, dan memperkuat identitas budaya suatu peradaban.

Baca Juga:  bank bjb Salurkan Beasiswa S2 untuk Lulusan Terbaik Universitas Ekuitas Indonesia

“Setiap peradaban memiliki jenis musik yang unik dan mencerminkan nilai-nilai serta kepercayaan mereka, misalnya, peradaban Mesir kuno memiliki musik yang erat dengan ritual keagamaan mereka, peradaban Yunani kuno, Musik Arab dan Persia memiliki tradisi musik yang kaya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapannya terhadap STiMB dan para wisudawan untuk menjadi kampus dengan lulusan profesional dalam bidang musik. 

“Kami berharap Sekolah Tinggi Seni Musik Bandung yang saat ini berkolaborasi dengan Yayasan Taruna Bhakti, ke depannya dapat menghasilkan wisudawan yang profesional dalam bidang musik, dan sebagai generasi muda, harus kuat dan sigap guna menerima tongkat estafet kepemimpinan bangsa ke depan,” ucap Abdul Haris.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Wisuda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Pasundan Beri Rapor Merah dan Desak Evaluasi Kebijakan

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.