Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kuota SPMB Jakarta 2026 Tembus 245 Ribu Kursi: Ada Jalur Sekolah Swasta Gratis!

Senin, 15 Juni 2026 09:01 WIB

Krisis SPMB Jabar 2026: Orang Tua Mengamuk, Pejabat Dicopot, Gubernur Cukup Minta Maaf?

Senin, 15 Juni 2026 09:00 WIB

Harga Emas Hari Ini 15 Juni 2026, Simak Rincian Modal Investasi Antam hingga Cetakan UBS

Senin, 15 Juni 2026 08:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kuota SPMB Jakarta 2026 Tembus 245 Ribu Kursi: Ada Jalur Sekolah Swasta Gratis!
  • Krisis SPMB Jabar 2026: Orang Tua Mengamuk, Pejabat Dicopot, Gubernur Cukup Minta Maaf?
  • Harga Emas Hari Ini 15 Juni 2026, Simak Rincian Modal Investasi Antam hingga Cetakan UBS
  • Resmi! Jadwal Bansos Juni 2026 Keluar, Penerima Bisa Dapat hingga Rp2,7 Juta
  • Bukan Sekadar Nama Jalan! Deretan Jalan di Bandung Ini Jadi Surga Kuliner dan Wisata Urban
  • Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?
  • Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?
  • Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 15 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Berkat Ekspor Shopee, Produk UMKM Lokal Bandung Terbang ke Malaysia dan Singapura

By Fahlevi MercedesJumat, 25 Agustus 2023 17:58 WIB4 Mins Read
Shopee
Wendi Paisal, pemilik toko online Indah Fashion 26 yang berhasil ekspor ke Malaysia dan Singapura. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jatuh bangun UMKM lokal asal Bandung untuk bisa mendunia akhirnya membuahkan hasil. Dialah Wendi Paisal, pemilik toko online Indah Fashion 26 yang bisa merambah pasar internasional lewat program Ekspor Shopee.

Wendi akhirnya menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi efektif dalam mengembangkan bisnis. Padahal awalnya, Wendi berjualan dengan modal seadanya.

Pria asal Buah Batu, Bandung ini mengaku menjual produk fesyen wanita dan berhasil mendapatkan omzet ratusan juta. Selain itu, Wendi juga memberdayakan puluhan warga di sekitar rumahnya, untuk memproduksi sweater dan pakaian rajut yang berhasil diekspor hingga Singapura dan Malaysia.

Dulunya, Wendi merupakan supplier pakaian rajut. Sayangnya, usaha tersebut tidak menguntungkan karena persaingan harga yang terlalu ketat. Wendi tidak bisa bersaing dengan para reseller lainnya hingga omzetnya turun drastis.

Merasa kesulitan, Wendi memutuskan untuk menjual produknya sendiri. Bermodalkan keyakinan dan uang sebesar Rp1 juta dari hasil menggadaikan perhiasan emas sang istri, pria asal Bandung ini mendirikan toko bernama Indah Fashion 26 di Shopee.

Wendi lantas mempelajari strategi pemasaran dari berbagai sumber salah satunya, Kampus UMKM Shopee Ekspor Bandung. Melalui materi yang diberikan, Wendi mampu memaksimalkan fitur iklan Shopee yang dapat membantu mengoptimalkan performa toko.

Baca Juga:  Nikmati Hidangan Laut Otentik dan Segar di Kurnia Seafood Bandung

Hasilnya, toko Indah Fashion 26 selalu ada order mampu melayani 450 pesanan dalam satu hari. Omzet penjualan Indah Fashion 26 juga melesat hingga 60 persen dan mendapat followers sampai lebih dari 60.000.

Bagi Wendi, tidak hanya peningkatan omzet yang penting, melainkan keberhasilannya menarik perhatian pembeli dari Malaysia dan Singapura melalui Program Ekspor Shopee.

“Program ini sangat membantu sekali untuk saya bisa memperluas penjualan produk dan membantu meningkatkan penjualan,” kata Wendi dalam keterangannya, Jumat (25/8/2023).

Menurut Wendi, banyak UMKM seperti dirinya yang beranggapan untuk mencapai pasar ekspor harus mempunyai produk yang berstandar tinggi dan sangat baik. Bahkan tak sedikit juga yang menyebut harus memiliki tingkat detail produk baik, hingga memiliki perizinan penjualan ekspor produk. Lebih jauh harus memenuhi kuantitas tertentu dengan kontainer.

“Selain itu ada juga pemikiran, memangnya kalau ekspor siapa yang mau beli produk saya? Ternyata stigma tersebut tidak saya alami karena telah berhasil ekspor hingga ke Malaysia dan Singapura melalui Program Ekspor Shopee,” beber Wendi.

Baca Juga:  Persib Bandung di Ambang Sejarah: Peluang 'Back to Back' Juara Liga 1 Semakin Nyata

Wendi menambahkan, sejauh ini dirinya tidak pernah mengalami mekanisme yang sulit. Terlebih produk yang dijualnya kini bisa bersifat eceran.

“Jadi, selain mendapatkan penghasilan dari program ekspor tersebut, para UMKM juga punya kebanggaan tersendiri karena produknya bisa dipakai di luar negeri,” ucap Wendi.

Kelas Ekspor Shopee di Bandung. Foto: Istimewa

Sementara itu, Tim Shopee Ekspor Bandung, Alvian Arasi mengatakan, para UMKM yang mengikuti program Ekspor Shopee telah melalui tahapan pelatihan. Setidaknya ada sembilan tahapan modul yang dilewati UMKM hingga akhirnya berjualan di Shopee.

“Ekspor Shopee sebenarnya cukup mudah, membantu juga ke penjualnya. Jadi Shopee mengajak bukan hanya pasar Indonesia, tapi pasar luar negeri untuk ekspornya. Jadi bakalan terbantu sekali untuk para penjual, seller ketika join ke ekspor Shopee, karena pengaplikasiannya yang sangat mudah,” kata Alvian di Bandung.

Alvian menjelaskan, aplikasi Shopee sudah mewadahi semua fitur yang dibutuhkan bagi UMKM. Sehingga mereka tidak perlu mengunduh banyak aplikasi untuk dapat berjualan.

Meski demikian, ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi UMKM agar mengikuti program itu. Mereka yang bisa ekspor pastinya sudah melalui tahapan kurasi.

Baca Juga:  Berbekal Rp5,8 Miliar Penanganan Sarimukti, BPBD Jabar "Check Out" APD Petugas Damkar

“Kalau standar produk yang ekspor itu ada kriterianya juga. Pasti ada kurasi, biasanya memakan waktu ketika pendaftaran itu bisa nyampe ke tiga minggu,” paparnya.

Adapun jangkauan dari program Ekspor Shopee ini di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Kolombia, Filipina, Chili, Brazil dan Meksiko. Tercatat ada tiga kategori yang diekspor mulai fesyen, kraft dan makanan.

“Untuk alur pengirimannya mudah, dibebaskan bea keluar ketika join ke ekspor Shopee. Sama aja kaya pengiriman di dalam negeri. Jadi bener-bener dipermudah ketika join ke ekspor, tapi terbantu dengan pemasaran yang lebih luas lagi,” tandasnya.

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Handhika Jahja menyebut, para UMKM di Tanah Air banyak yang berkembang dan sukses menghadapi beragamnya tantangan ekonomi global. Mereka tidak hanya sekadar bertahan, lebih dari itu mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

“Melalui mekanisme cross border commerce, Shopee menginisiasi Program ekspor Shopee yang menghadirkan peluang baru untuk UMKM mengatasi batasan geografis, menciptakan dampak positif bagi mereka dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih luas,” kata Handhika.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Alvian Arasi bandung ekspor Featured Handhika Jahja Shopee UMKM Wendi Paisal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kuota SPMB Jakarta 2026 Tembus 245 Ribu Kursi: Ada Jalur Sekolah Swasta Gratis!

Harga Emas Hari Ini 15 Juni 2026, Simak Rincian Modal Investasi Antam hingga Cetakan UBS

Bukan Sekadar Nama Jalan! Deretan Jalan di Bandung Ini Jadi Surga Kuliner dan Wisata Urban

Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.