Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?

Kamis, 11 Juni 2026 05:00 WIB

PKH dan BPNT Tahap II 2026 Segera Cair, Cek Nama Anda Bisa Dapat Bantuan atau Tidak

Kamis, 11 Juni 2026 04:00 WIB

Dicari Ribuan Orang! Link Telegram Cut Salwa Viral Jadi Sorotan, Netizen Diminta Lebih Waspada

Kamis, 11 Juni 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • PKH dan BPNT Tahap II 2026 Segera Cair, Cek Nama Anda Bisa Dapat Bantuan atau Tidak
  • Dicari Ribuan Orang! Link Telegram Cut Salwa Viral Jadi Sorotan, Netizen Diminta Lebih Waspada
  • Sinyal Kuat dari WWDC 2026: Apple Akhirnya Beri Bocoran iPhone Lipat Lewat iOS 27?
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 11 Juni 2026, Banjir Hadiah Skin dan Item Eksklusif
  • Dari Bola Pintar hingga Anjing Robot: 5 Teknologi Canggih yang Bakal Mengguncang Piala Dunia 2026
  • Kejagung Pelajari Permohonan JC Sony Sonjaya, Skandal Korupsi MBG Bakal Melebar?
  • Maestro Lawak Haji Bolot Dilarikan ke RS Fatmawati, Sahabat Ungkap Kondisi Terkini di ICU
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 11 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bey Machmudin Salat Tarawih di Masjid Tertua di Bandung, Dibangun Sejak 1869

By Putra JuangSabtu, 16 Maret 2024 08:58 WIB2 Mins Read
Bey Machmudin Salat Tarawih di Masjid Tertua di Bandung. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengikuti salat tarawih berjamaah di Masjid Mungsolkanas, Jalan Cihampelas No 61, Kota Bandung, Jumat (15/3/2024).

Pada hari keempat Ramadhan ini, Bey didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Jabar, Adi Komar tarawih bersama masyarakat di masjid tertua di Kota Bandung tersebut.

Datang sekitar pukul 19.05 WIB, Bey langsung berbaur dengan warga yang akan mengikuti tarawih di masjid yang dibangun pada 1869.

Nama Mungsolkanas sendiri diambil dari bahasa Sunda kepanjangan dari ‘Mangga Urang Ngaos Sholawat ka Kanjeng Nabi SAW’ (mari kita bersalawat untuk Nabi Muhammad SAW).

Tarawih di Masjid Mungsolkanas terdiri dari 23 rakaat. Usai tarawih, Bey lantas bersilaturahmi dengan para pengurus DKM dan warga.

Baca Juga:  TPS Cicabe Kebakaran, Begini Kronologisnya

“Saya memutuskan tarawih di sini karena masjid ini punya nilai historis tinggi,” ucap Bey.

Bey mengapresiasi DKM yang terus memelihara masjid bersejarah yang berada di kawasan permukiman Gang Mama Winata tersebut.

“Masjidnya unik, alhamdulilah, saya salat tarawih 23 rakaat, tadi juga sempat silaturahim dengan DKM,” ungkapnya.

Bey mengatakan, tarawih keliling ke masjid-masjid yang dikelola oleh warga memberikan pengalaman menarik. Ia sengaja tak menginformasikan kedatangan agar tidak merepotkan pengurus dan warga.

Baca Juga:  SOLUSI MACET BANDUNG, ANGKUTAN UMUM TERINTEGRASI

“Saat tarawih keliling itu kami yang harus beradaptasi dengan kebiasaan masjid-masjid yang didatangi,” ujarnya.

Untuk diketahui, Masjid Mungsolkanas merupakan masjid tertua di Kota Bandung. Nama unik ini merupakan pemberian Mama Aden atau R. Suradimadja alias Abdurohim.

Masjid Mungsolkanas berdiri pada 1869. Awalnya hanya berupa tajug sederhana. Bentuk bangunannya berupa kobong dan panggungnya terbuat dari bilik.

Bangunan masjid ini didirikan di atas lahan yang diwakafkan oleh Nenek Zakaria yang bernama Lantenas, janda dari R. Suradipura, Camat Lengkong Sukabumi yang wafat pada 1869.

Tajug yang sudah berdiri lebih dari 140 tahun itu pertama kali dipugar menjadi masjid pada 1933 di era Wali Kota masih dijabat orang dari pemerintah Belanda yakni E.W Wermuth.

Baca Juga:  Alih-alih Beri Pelayanan Terbaik, Bey Malu Ada Kasus Perundungan di RSHS

Masjid Mungsolkanas dipugar hampir bersamaan waktunya dengan pemugaran Masjid Kaum Cipaganti oleh Wolf Schumaker.

Bedanya, Mungsolkanas dipugar atas biaya dan inisiatif Mama Aden, sedangkan Masjid Kaum Cipaganti dibiayai oleh pemerintah kolonial Belanda.

Pemugaran besar-besaran Masjid Mungsolkanas terjadi pada 1994 di era Wali Kota Wahyu Hamidjaja.

Masjid Mungsolkanas sampai saat ini masih menjadi sarana ibadah banyak jamaah. Di saat Ramadan, masjid ini juga memiliki beragam kegiatan seperti kuliah subuh hingga takjil gratis.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin Kota Bandung Masjid Mungsolkanas masjid tertua masjid tertua di Kota Bandung salat tarawih
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PKH dan BPNT Tahap II 2026 Segera Cair, Cek Nama Anda Bisa Dapat Bantuan atau Tidak

Kejagung Pelajari Permohonan JC Sony Sonjaya, Skandal Korupsi MBG Bakal Melebar?

Tragis! Kejar Layangan Putus, Lengan Bocah di Cimahi Tertembus Pagar Besi Runcing

Heboh! Selebgram Bandung Diduga Edarkan POD Getar, 35 Tersangka Diringkus Polisi

Kenaikan Pertamax Bikin Waswas, DPRD Jabar Sebut Daya Beli Masyarakat Terancam Tergerus

Hukum Kocak? Cuma Beli 20 Liter Bensin Eceran, Dua Warga Medan Terancam Denda Rp60 Miliar?!

Terpopuler
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Link Full Video Cut Salwa Jadi Buruan Netizen, Benarkah Ada Rekaman Asli?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.