bukamata.id – Suntikan kebijakan moneter terbaru dari Bank Indonesia (BI) sukses menjadi angin segar bagi pasar keuangan domestik. Setelah sempat terseok-seok di bawah tekanan luar negeri dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah akhirnya berhasil mencatatkan rebound performa yang impresif pada penutupan sesi perdagangan, Selasa (9/6/2026).
Langkah berani BI yang menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) ke level 5,5% direspons sangat positif oleh para pelaku pasar. Kebijakan ini terbukti ampuh dalam menopang stabilitas mata uang Garuda dari gempuran sentimen eksternal.
Mengacu pada data dari pasar spot Bloomberg, mata uang rupiah menyudahi perdagangan hari ini dengan hinggap di level Rp18.058 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut mencerminkan lonjakan tajam sebesar 129 poin atau menguat sekitar 0,72% jika disandingkan dengan penutupan hari sebelumnya.
Jadi yang Terkuat di Kawasan Regional Asia
Aksi unjuk gigi rupiah kali ini terbilang sangat mentereng. Pasalnya, meskipun mayoritas mata uang di kawasan Asia ikut menghijau menghadapi dolar AS, laju apresiasi mata uang Indonesia tercatat sebagai salah satu yang paling agresif di zona regional.
Berikut adalah perbandingan peta pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS pada hari ini:
- Rupiah Indonesia: Menguat tajam 0,72%
- Won Korea Selatan: Naik signifikan 0,46%
- Rupee India: Menguat 0,38%
- Ringgit Malaysia: Bertambah 0,24%
- Peso Filipina: Terangkat 0,22%
- Dolar Singapura & Yuan China: Kompak menanjak 0,20%
- Baht Thailand: Naik tipis 0,05%
- Yen Jepang: Bergerak flat dengan penguatan mini 0,01%
Sementara itu, untuk wilayah regional lainnya, dolar Hong Kong terpantau bergerak stagnan tanpa ada perubahan nilai yang berarti.
Nasib apes justru menimpa dolar Taiwan. Mata uang tersebut menjadi satu-satunya instrumen pembayaran di Asia yang gagal memanfaatkan momentum dan harus rela terdepresiasi sebesar 0,16% di hadapan mata uang Negeri Paman Sam.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










