bukamata.id – Duel sarat gengsi antara Persija Jakarta melawan Java United yang dihelat di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pekan lalu, ternyata meninggalkan residu kontroversi yang mencoreng sportivitas. Meski Macan Kemayoran sukses mengamankan tiga poin penuh berkat gol semata wayang Arlyansyah Abdulmanan, jalannya pertandingan justru dinodai oleh insiden diskriminatif di area technical area.
Suasana panas mendadak memuncak tatkala Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Octavian, kedapatan melontarkan kalimat bernada rasisme yang diarahkan langsung kepada juru taktik Persija, Shin Tae-yong.
Skandal memalukan ini terbongkar usai rekaman videonya beredar luas di jagat maya setelah diunggah oleh akun Instagram @343ind_, yang seketika memantik gelombang kecaman dari pencinta sepak bola Tanah Air.
Terekam Kamera: “Kamu Pendatang, Ini Daerah Saya!”
Berdasarkan potongan video yang viral di berbagai platform media sosial, Achmad Resal tampak kehilangan kendali. Ia bangkit dari kursi cadangan, berjalan agresif menghampiri bench tim ibu kota, lalu meluapkan amarah menggunakan diksi yang berbau diskriminasi teritorial.
“Kamu di sini itu pendatang! Ini daerah saya,” teriak Resal dalam video yang viral tersebut sambil mendekati bangku cadangan, sebelum dilerai oleh pihak keamanan.
Hingga berita ini diturunkan, baik dari pihak PSSI, manajemen resmi Persija Jakarta, maupun manajemen Java United masih memilih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait insiden penodaan nilai-nilai fair play tersebut. Di sisi lain, buntut dari hujatan masif warganet, Achmad Resal terpantau langsung menutup akses publik dengan menonaktifkan akun Instagram pribadinya di @octavianresal12.
Sebagai catatan latar, gesekan mental ini melibatkan dua figur dengan rekam jejak kontras di kompetisi domestik. Shin Tae-yong baru saja menakhodai skuad Macan Kemayoran pada awal musim ini, sementara Achmad Resal telah mengakar di Java United sejak tahun 2023, di mana sebelumnya ia sempat mengemban tugas sebagai asisten pelatih mendampingi Imran Nahumarury.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










