bukamata.id – Pemandangan tak biasa terlihat setelah acara tasyakuran dan doa bersama di kediaman Hj Norwati, warga Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Jika biasanya jemaah membawa pulang nasi berkat atau bingkisan makanan setelah mengikuti tahlilan, para tamu yang hadir dalam acara tersebut justru terlihat memanggul kipas angin berdiri atau stand fan berukuran besar.
Bukan satu atau dua orang. Sekitar 500 jemaah disebut mendapatkan satu unit kipas angin sebagai suvenir dari tuan rumah.
Momen unik tersebut kemudian viral di media sosial setelah diabadikan akun TikTok @nunuelcidi dalam sebuah video berdurasi sekitar tiga menit. Video itu merekam rangkaian tasyakuran yang berlangsung pada Jumat, 18 September 2026.
Sejak awal acara, para jemaah sudah mendapat jamuan yang cukup lengkap. Tuan rumah menyediakan snack box berisi aneka kue dan buah, kemudian dilanjutkan dengan sajian nasi campur lengkap dengan lauk serta minuman es podeng.
Suasana tersebut membuat acara tasyakuran yang digelar Hj Norwati atau yang akrab disapa Umi itu terlihat berbeda dibandingkan acara tahlilan pada umumnya.
“Sultan Lamongan iki, rek! Tahlilane beda dari yang lain,” ujar Nunu dalam video yang diunggahnya.
Bukan Sekadar Nasi Berkat
Kejutan bagi para jemaah ternyata belum selesai setelah rangkaian doa bersama berakhir.
Setiap tamu mendapatkan wadah berkat berbahan plastik tebal berukuran cukup besar. Isinya bukan hanya makanan ringan, tetapi juga satu bolu cokelat utuh berukuran besar, aneka snack party, serta beberapa kemasan susu kotak.
Namun, perhatian paling besar justru tertuju pada suvenir yang diberikan kepada setiap jemaah.
Satu per satu jemaah menerima kipas angin berdiri berukuran besar yang masih terbungkus plastik rapi. Barang tersebut kemudian dibawa pulang bersama bingkisan makanan.
Pemandangan itu pun membuat suasana di sekitar lokasi menjadi unik. Jemaah yang berjalan kaki terlihat membawa kotak berkat sekaligus memanggul kipas angin.
Sementara jemaah lainnya memilih membawa kipas tersebut ketika membonceng sepeda motor.
Dari kejauhan, rombongan warga yang pulang dari acara tasyakuran tampak seperti sedang membawa barang belanjaan dalam jumlah besar. Bedanya, hampir setiap orang membawa satu unit stand fan.
Video Tasyakuran Viral di Media Sosial
Momen tersebut kemudian menjadi perhatian setelah video yang diunggah akun TikTok @nunuelcidi beredar luas.
Video berdurasi sekitar tiga menit itu memperlihatkan suasana acara sejak para jemaah datang, menikmati hidangan, mengikuti doa bersama, hingga membawa pulang bingkisan.
Konsep tasyakuran tersebut mengundang berbagai respons dari warganet. Sebagian besar komentar menyoroti pemberian kipas angin yang dinilai tidak biasa untuk sebuah acara tahlilan.
Komentar warganet tersebut dikutip dari kolom komentar unggahan akun TikTok @nunuelcidi.
“gimana GK tambah kaya orang berkatnya aja kipas angin,” tulis akun @shi**.
“Sumpah ini menghibur, sehat sehat sultan lamongan, berbagi terus. Kalo bisa besok besok kulkas bisa yok,” tulis akun @kem**.
“sumpahh gk masuk di akal sogeh ee masya’Allah. umik wonten loker nopo mboten. nyambut damel nopo aee kulo lakoni wis,” tulis akun @fre**.
Komentar-komentar tersebut menunjukkan bagaimana pemberian suvenir berupa barang rumah tangga berukuran besar menjadi bagian yang paling mencuri perhatian dari acara tersebut.
Sosok Hj Norwati, Disebut Bos Toko Emas di Lamongan
Di balik tasyakuran yang viral tersebut, sosok Hj Norwati atau Umi juga ikut menjadi perhatian warganet.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun TikTok @hj.norwati, Umi diketahui aktif membagikan aktivitasnya dalam berdagang.
Ia disebut memiliki toko emas bernama Toko Emas Eka Dwi Umik di Lamongan. Melalui akun media sosialnya, Umi kerap memperlihatkan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan usaha perdagangan tersebut.
Pemberian kipas angin kepada sekitar 500 jemaah dalam acara tasyakuran pun membuat nama Umi semakin ramai diperbincangkan di media sosial.
Meski demikian, daya tarik utama dari video tersebut bukan hanya nilai barang yang dibagikan, tetapi juga gambaran bagaimana sebuah acara doa bersama dikemas dengan cara yang berbeda.
Para jemaah tidak hanya pulang membawa makanan sebagai buah tangan, tetapi juga membawa barang yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, momen tasyakuran di Lamongan tersebut menjadi viral bukan semata karena kemeriahannya. Pemandangan ratusan jemaah pulang sambil membawa kipas angin berdiri menjadi visual yang tidak biasa dan membuat acara tersebut dengan cepat menarik perhatian pengguna media sosial.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









