bukamata.id – Langkah progresif kembali ditorehkan oleh bank bjb syariah dalam upaya optimalisasi portofolio keuangannya. Lembaga keuangan syariah ini secara resmi menerima penyerahan barang rampasan negara dari Kejaksaan Republik Indonesia berupa aset strategis yang terletak di kawasan Ciateul, Kota Bandung, dengan taksiran nilai mencapai Rp25,9 miliar.
Eksekusi penyerahan aset bernilai fantastis ini bukan tanpa alasan. Langkah tersebut merupakan bagian integral dari implementasi putusan hukum berkekuatan tetap yang sekaligus dikalkulasikan sebagai instrumen pengurang kewajiban uang pengganti.
Prosesi serah terima yang krusial ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara resmi serta penyerahan simbolis di hadapan para petinggi institusi penegak hukum. Sejumlah pejabat tinggi tampak hadir mengawal langsung jalannya acara, di antaranya Asisten Pemulihan Aset Kejati Jabar Dr. Efendi, Koordinator Jaksa Agung Muda pada Kejagung Dr. Agustinus Herimulyanto, hingga Kajari Kota Bandung Dr. Abun Hasbulloh Syambas beserta jajaran.
Sinergi Lintas Sektor dan Perjalanan Panjang Pemulihan Aset
Pengalihan kepemilikan aset ini merupakan muara dari rangkaian panjang proses hukum yang memakan atensi khusus. Pengusutan perkara awalnya dikomandoi langsung oleh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung RI.
Sementara itu, tahapan eksekusi di lapangan dikawal secara intensif oleh Kejari Kota Bandung yang bersinergi erat dengan divisi pemulihan aset Kejaksaan hingga akhirnya hak pengelolaan resmi berpindah tangan ke bank bjb syariah.
Menanggapi tuntasnya proses hukum sekaligus penyerahan aset tersebut, Direktur Utama bank bjb syariah, Arief Setyahadi, tak lupa melayangkan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen dan kerja sama yang solid dari korps adhyaksa.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Kejaksaan yang telah memberikan dukungan dan sinergi yang begitu nyata sejak awal proses hingga aset berupa tanah dan bangunan di Ciateul, Kota Bandung, dapat diserahkan kepada bank bjb syariah,” ujar Arief.
Sebelum pencapaian ini tercapai, manajemen bank bjb syariah tercatat konsisten membangun komunikasi dan koordinasi lintas instansi. Bahkan, sejumlah aset terkait lainnya telah lebih dulu tuntas diselesaikan lewat mekanisme lelang resmi.
Momentum Penguatan Fondasi Keuangan
Bagi bank bjb syariah, injeksi aset anyar di wilayah Bandung ini memiliki nilai urgensi yang tinggi. Selain mereduksi kewajiban finansial terkait, properti tersebut diproyeksikan menjadi katalisator positif dalam mendongkrak performa fundamental perusahaan ke depan.
“Aset yang diserahkan ini memiliki arti penting bagi bank bjb syariah dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap penguatan aset bank. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dengan Kejaksaan dapat terus berlanjut, mengingat masih banyak ruang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama,” tambah Arief.
Ke depan, manajemen memastikan bahwa seluruh aset yang telah resmi diterima akan dikelola secara profesional, akuntabel, dan sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku. Langkah ini diyakini mampu memberikan nilai tambah secara optimal sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap integritas dan kesehatan finansial bank bjb syariah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









