Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dari Bandung ke Bangkok! Persib Siap Tempur di Shopee Cup, Ini Daftar Lawannya

Senin, 28 September 2026 21:27 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Tahap 4 2026 Cair Oktober? Ini Rincian PKH, BPNT dan Bantuan Beras untuk KPM

Senin, 28 September 2026 21:19 WIB

Kasus Pembunuhan Ibu Tiri di Bandung, Polisi Telusuri Motif dan Kondisi Pelaku

Senin, 28 September 2026 20:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dari Bandung ke Bangkok! Persib Siap Tempur di Shopee Cup, Ini Daftar Lawannya
  • Bansos Tahap 4 2026 Cair Oktober? Ini Rincian PKH, BPNT dan Bantuan Beras untuk KPM
  • Kasus Pembunuhan Ibu Tiri di Bandung, Polisi Telusuri Motif dan Kondisi Pelaku
  • Kronologi Baliho Roboh di Jalan Buah Batu Bandung: 4 Orang Terjebak, 1 Luka
  • Hujan Deras Picu Banjir Cisarua, Warga Sakit Terjebak hingga Dievakuasi Damkar
  • Persib Tantang Port FC di Thailand, Ikwan Tanamal Bidik Tiga Poin di Shopee Cup
  • DIANGGAP LUCU PADAHAL JENIUS! Sisi Lain Aksi Viral Bocah SD Geguritan yang Bikin Netizen Kagum
  • Indonesia vs Malaysia Memanas! Cek Link Live Streaming dan Peluang Garuda ke Final
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BNPB Sebut Karhutla Dominasi Kejadian Bencana di Penajam dalam 5 Tahun Terakhir

By Putra JuangSenin, 19 Agustus 2024 21:45 WIB3 Mins Read
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, jika operasi modifikasi cuaca (OMC) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak terlepas dari kondisi fenomena kebencanaan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PUU), Kalimantan Timur.

Begitu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam acara ‘Disaster Briefing: Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Timur dan Megathrust di Indonesia’ melalui YouTube BNPB Indonesia, Senin (19/8/2024).

“Jadi untuk operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Timur khususnya di daerah IKN ini sebenarnya tidak lepas dari kondisi fenomena hujan dan kebencanaan yang ada di daerah khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara,” ucap Abdul.

Abdul mengatakan, berdasarkan data BNPB, banjir serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mendominasi kejadian bencana di PPU dalam lima tahun terakhir.

“Paling signifikan itu kejadian karhutla dengan 44 persen. 2019 periode el nino maka yang paling dominan itu karhutla. Lewat periode el nino kemudian masuk periode la nina maka yang dominan itu banjir. 2022-2023 periode el nino sangat signifikan karhutla,” katanya.

Baca Juga:  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Indonesia Bersiap Hadapi Pekan Penuh Risiko Alam

Artinya, lanjut Abdul, karakteristik kejadian bencana di PUU ini akan mengikuti karakteristik fenomena global.

“Apakah itu intensitas hujan yang turun di kawasan di Kalimantan Timur dan PUU secara khusus atau sebaliknya fenomena el nino yang membawa kekeringan dan potensi karhutla di Kalimantan Timur secara umum dan PUU secara khusus,” jelasnya.

Menurutnya, kejadian bencana banjir dan karhutla yang mendominasi di PUU yang mendasari Presiden Terpilih, Prabowo Subianto untuk menyiapkan sejumlah teknologi terkini di IKN.

“Prabowo Subianto juga menyampaikan bahwa kawasan IKN ini juga kawasan yang rawan bencana. Ini yang harus kita antisipasi, harus ada perencanaan menghadapi kemungkinan yang paling jelek, apakah itu dari sisi banjir, atau karhutla,” imbuhnya.

“Dan tidak hanya itu masih ada potensi bencana lain seperti tsunami dari Selat Makassar sehingga perlu teknologi pemantauan, penambahan pemadam kebakaran dan harus memperkuat kerja sama lintas lembaga untuk penanggulangan bencananya,” tambahnya.

Baca Juga:  Wamen PU Tegaskan Banjir di Bekasi Bukan Gegara Tanggul Jebol

Demi mendukung hal tersebut, kata Abdul, BNPB saat ini tengah menyusun sistem terpadu penanggulangan bencana di IKN.

“Karena ini kita bicara jangka panjang tentu saja sistem ini tidak hanya melihat kondisi saat ini tapi juga situasi emergensi yang nanti akan terjadi di IKN,” ungkapnya.

“Penambahan populasi penduduk, populasi infrastruktur, populasi kendaraan dan seterusnya. Sedangkan kita tahu bahwa Presiden Jokowi menggaungkan bahwa IKN ini adalab forest city tapi dibungkus dalam smart city,” lanjutnya.

Abdul menyebut, konsep forest city ini bukan hal baru bagi BNPB. Sebab, pihaknya sudah sejak lama memiliki slogan kita jaga alam, alam jaga kita.

“Bagaimana kita membuat keseimbangan ekosistem yang kemudian bisa mengurangi dari dampak bencana itu sehingga sistem terpadu penanggulangan bencana yang sedang disusun oleh BNPB itu tidak hanya membungkus pemahamanan kita tapi juga memadukan dengan teknologi yang advent apakah itu mulai dari equipment survelen, pemantauan, monitoring yang nantinya harus dilakukan,” bebernya.

Baca Juga:  Merasa Paling Autentik, Ganjar Singgung Pihak yang Ikuti Perjalanan Safari Politiknya

Menurutnya, salah satu kebutuhan jangka pendek dari sistem terpadu penanggulangan bencana ini adalah untuk memastikan bahwa proses pembangunan infrastruktur di IKN berjalan dengan baik.

Sebab, pihaknya pernah menerima laporan ada kejadian banjir pada 26 Juni 2024 yang terjadi di PUU dan itu mencakup kawasan beberapa titik di sekitar daerah penyangga IKN.

“Hal ini tentu saja membahayakan sehingga berdasarkan permintaan dari Bupati PUU kemudian kita melakukan operasi modifikasi cuaca jadi BNPB melalukan operasi modifikasi cuaca dari awalnya itu sejak 15 Juli sampai 19 Agustus dan akan kita teruskan sampai akhir bulan ini,” terangnya.

“Dan kita akan lihat perkembangannya apakah masih dibutuhkan kalah dibutukan sesuai dengan permintaan dari daerah tentu saja kita akan menyesuaikan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir bencana BNPB IKN Karhutla
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Tahap 4 2026 Cair Oktober? Ini Rincian PKH, BPNT dan Bantuan Beras untuk KPM

Kasus Pembunuhan Ibu Tiri di Bandung, Polisi Telusuri Motif dan Kondisi Pelaku

Kronologi Baliho Roboh di Jalan Buah Batu Bandung: 4 Orang Terjebak, 1 Luka

Hujan Deras Picu Banjir Cisarua, Warga Sakit Terjebak hingga Dievakuasi Damkar

DIANGGAP LUCU PADAHAL JENIUS! Sisi Lain Aksi Viral Bocah SD Geguritan yang Bikin Netizen Kagum

Baliho Tua Mendadak Roboh di Buahbatu! Bengkel Hancur, Warga Sempat Terjepit

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.