Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aturan Baru Bansos 2026: Cara Turunkan Desil di Aplikasi Cek Bansos Agar Dapat Bantuan PKH & BPNT

Rabu, 21 Oktober 2026 06:00 WIB

Tak Harus Mahal! 5 Tempat Wisata Kuliner Cimahi Ini Punya Pilihan Menu Beragam

Rabu, 21 Oktober 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Kafe Kekinian, Ini 7 Kopitiam Bandung yang Cocok buat Sarapan

Rabu, 21 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aturan Baru Bansos 2026: Cara Turunkan Desil di Aplikasi Cek Bansos Agar Dapat Bantuan PKH & BPNT
  • Tak Harus Mahal! 5 Tempat Wisata Kuliner Cimahi Ini Punya Pilihan Menu Beragam
  • Bukan Cuma Kafe Kekinian, Ini 7 Kopitiam Bandung yang Cocok buat Sarapan
  • Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya
  • Bikin Ketagihan! Ini 10 Kuliner Hits di Cianjur yang Wajib Dicicipi Saat Liburan Akhir Tahun
  • 15 Spot Wisata Terbaik di Cianjur Buat ‘Short Escape’ Akhir Pekan
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
  • Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Borobudur Tercoreng! Video Joget di Area Suci Picu Kemarahan dan Kecaman

By SusanaJumat, 5 Desember 2025 14:25 WIB6 Mins Read
video viral yang menampilkan seorang perempuan berambut pirang berjoget di puncak Candi Borobudur. Foto: Instagram.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia maya kembali digemparkan oleh sebuah video viral yang menampilkan seorang perempuan berambut pirang berjoget di puncak Candi Borobudur. Aksi tersebut langsung menuai kecaman dari tokoh agama Buddha, pengelola kawasan wisata, hingga pemerhati budaya.

Peristiwa ini membuka kembali diskusi besar mengenai pentingnya etika wisata di situs-situs sakral Indonesia, terutama di Candi Borobudur yang telah diakui sebagai warisan dunia UNESCO.

Akar Polemik: Joget di Lokasi Sakral

Video yang beredar luas sejak akhir November 2025 itu memperlihatkan seorang perempuan dengan pakaian ketat berwarna merah muda menari di area teratas Borobudur.

Aksi tersebut diunggah melalui akun media sosial chantalajah dan kemudian dibagikan ulang oleh berbagai akun publik, salah satunya @borobudur_news.

Warganet langsung bereaksi keras. Banyak yang menilai tindakan tersebut tidak pantas, tidak menghormati nilai spiritual Borobudur, dan berpotensi menodai kesucian tempat ibadah umat Buddha.

Sangha Agung Indonesia: “Ini Tindakan yang Mencederai Kesucian”

Bhante Ditthisampanno Mahathera dari Sangha Agung Indonesia menyampaikan kecaman tegas mewakili umat Buddha di Indonesia. Ia menilai aksi joget itu tidak hanya tidak pantas, tetapi juga melukai perasaan umat serta mengabaikan nilai spiritual Borobudur.

“Candi Borobudur dibangun sebagai pusat spiritual dan tempat ibadah. Atas nama Sangha Agung Indonesia dan umat Buddha, kami menyatakan sangat tidak berkenan dengan tindakan tersebut,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Bhante juga membuka ruang bagi pelaku untuk menyampaikan permohonan maaf secara publik sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Kecaman Warganet, Dinilai Tak Hormati Tempat Suci

Aksi joget yang dinilai tidak pantas di situs warisan dunia dan tempat ibadah umat Buddha itu juga memicu gelombang kecaman dari warganet.

Dalam kolom komentar akun Instagram @feedgramindo, netizen ramai-ramai menegur tindakan perempuan tersebut yang dianggap tidak menghargai kesakralan Borobudur.

Akun @indo*** menuliskan kritik tajam, “Caper banget nih bocah tengil.”

Sementara akun @lin*** menyoroti pakaian yang dikenakan pelaku dan menilai aksinya sengaja mencari perhatian. “Joget di tempat ibadah dengan sengaja bajunya dinaikan. Nggak menghargai tempat ibadahnya orang Buddha. Attitude-nya buruk sekali,” tulisnya.

Komentar lain juga senada. Akun @rez*** mengingatkan bahwa tidak semua lokasi wisata layak dijadikan tempat membuat konten. “GK semua tempat pariwisata itu bisa dibuat ngikutin tren-tren zaman sekarang…”

Akun @rak*** pun menegaskan kembali status Borobudur sebagai situs suci. “Jangan lupa, Borobudur bukan sekadar tempat wisata, tapi tempat ibadah umat Buddha..”

Hingga kini, video tersebut masih menjadi perbincangan luas dan memicu diskusi mengenai pentingnya edukasi etika wisata, terutama di kawasan religius seperti Candi Borobudur. Pengelola Borobudur sebelumnya telah mengimbau seluruh pengunjung untuk menjaga kesakralan dan menaati aturan kunjungan.

Peristiwa ini menambah panjang daftar konten viral yang dinilai melanggar etika di tempat-tempat bersejarah dan sakral, memicu dorongan publik agar pengawasan di kawasan cagar budaya diperketat.

Pengelola Taman Wisata Borobudur Angkat Suara dan Minta Maaf

Di sisi lain, pihak PT Taman Wisata Borobudur (TWB) juga bereaksi cepat. Ridwan Fauzi, Stakeholder Management & Legal Division Head TWB, menyampaikan permohonan maaf resmi kepada publik.

Ia menjelaskan bahwa pengelola telah mengidentifikasi akun yang mengunggah video joget tersebut dan meminta agar konten itu segera diturunkan.

“Kami sudah menegur pemilik akun dan mengimbau agar video tersebut dihapus. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menjaga nilai spiritual Candi Borobudur,” kata Ridwan.

TWB juga menegaskan bahwa pengawasan akan diperketat, salah satunya dengan memperkuat peran pamong cerita (pemandu resmi) yang mendampingi pengunjung naik ke struktur utama candi.

Kemungkinan Sanksi: Pelaku Berpotensi Masuk Daftar Blacklist

Ridwan menyebut bahwa manajemen tengah menelusuri identitas lengkap pengunjung tersebut untuk menentukan langkah lebih lanjut. Termasuk kemungkinan blacklist jika terbukti melakukan pelanggaran berat.

Pengelola juga sedang memeriksa waktu kunjungan, jejak rekam tiket, dan CCTV untuk memastikan kronologi peristiwa.

FKUB Kabupaten Magelang: “Situs Sakral Harus Dihormati”

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Magelang turut menanggapi. Perwakilan FKUB, Muhammad Fatkhan, menyayangkan peristiwa tersebut.

“Borobudur adalah situs sakral warisan dunia yang harus dijaga. Tindakan seperti itu tidak seharusnya dilakukan,” ujarnya.

Menurut Fatkhan, edukasi kepada wisatawan harus semakin diperkuat agar kejadian serupa tak terulang.

Mengapa Borobudur Begitu Dijaga?

Candi Bersejarah yang Menyimpan Nilai Spiritual Abadi

Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 oleh Dinasti Sailendra. Sebagai candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur telah menjadi pusat spiritual, tempat pemujaan, dan lokasi ziarah selama berabad-abad.

Nilai historis dan religius inilah yang membuat masyarakat memandang setiap perilaku di kawasan candi sebagai bentuk penghormatan atau sebaliknya, pelecehan terhadap situs suci.

Etika Berkunjung ke Candi Borobudur: Panduan untuk Wisatawan

Untuk mencegah peristiwa serupa, pengelola telah menetapkan sejumlah aturan penting yang wajib ditaati pengunjung.

1. Berpakaian Sopan

Pakaian terbuka dan tidak pantas sangat tidak dianjurkan karena Borobudur memiliki nilai spiritual tinggi.

2. Mengambil Foto dengan Wajar

Diperbolehkan, namun dilarang mengambil pose ekstrem seperti naik ke stupa, melompat, atau aksi berbahaya lainnya.

3. Wajib Menggunakan Sandal Upanat

Aturan ini diberlakukan untuk mengurangi kerusakan batuan candi akibat gesekan alas kaki biasa.

4. Tidak Membuat Keributan

Borobudur adalah tempat ibadah aktif. Pengunjung harus menjaga ketenangan.

5. Dilarang Merokok

Seluruh kawasan adalah zona bebas rokok.

6. Tidak Melakukan Vandalisme

Coret-coret, menyentuh relief sembarangan, atau memindahkan batu merupakan pelanggaran hukum.

Konsekuensi Hukum Pelanggaran Etika Wisata

Tindakan yang merusak struktur dan nilai spiritual Borobudur dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Pelaku dapat dikenai sanksi pidana, denda, hingga larangan masuk kawasan cagar budaya.

Mewujudkan Wisata yang Beretika dan Berkelanjutan

Kasus joget ini menjadi pengingat bahwa Borobudur bukan hanya objek foto untuk konten media sosial. Ia adalah simbol sejarah, spiritualitas, dan peradaban Nusantara.

Kepatuhan terhadap etika kunjungan bukan hanya bentuk hormat, tetapi juga kontribusi nyata dalam melindungi warisan dunia.

5 Mitos Paling Sakral di Candi Borobudur

Selain sejarahnya, Borobudur juga menyimpan mitos yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Jawa. Beberapa di antaranya:

1. Arca Kunto Bimo Pengabul Doa

Konon, menyentuh jari arca Buddha di dalam stupa bisa membawa keberuntungan. Tetapi kini kegiatan ini dilarang karena merusak struktur candi.

2. Mitos Singa Urung

Pasangan yang melewati dua arca singa di tangga candi dipercaya akan mengalami putus cinta.

3. Borobudur sebagai Jam Matahari Raksasa

Bayangan stupa dipercaya menandai waktu tertentu. Banyak peneliti membenarkan kecanggihan orientasi candi terhadap matahari.

4. Arsitek Gunadarma yang Misterius

Legenda menyebut sosok Gunadarma sebagai arsitek jenius pembangun Borobudur, meski bukti sejarahnya belum jelas.

5. Relief Kamadhatu yang Disembunyikan

Relief di bagian dasar candi, berjumlah 160 panel ditutup demi mencegah kerusakan. Relief ini menggambarkan hukum sebab akibat dalam ajaran Buddha.

Penutup

Kasus joget di puncak Candi Borobudur bukan sekadar kontroversi media sosial. Ia mencerminkan kurangnya edukasi etika wisata dan perlunya pengawasan ekstra dalam menjaga warisan budaya dunia. Semua pihak berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Pasundan Beri Rapor Merah dan Desak Evaluasi Kebijakan

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.