Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Selasa, 27 Oktober 2026 21:50 WIB

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Selasa, 27 Oktober 2026 20:43 WIB

Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 20:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81
  • Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil
  • Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar
  • Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026
  • Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung
  • Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Saling Sikut! FTTH dan FWA Jadi ‘Duet Maut’ Percepat Internet Merata di Indonesia

By Aga GustianaSelasa, 7 April 2026 21:35 WIB3 Mins Read
Diskusi hangat di Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa (7/4/2026). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

BANDUNG – Tantangan geografis Indonesia yang membentang dari Sabana hingga pegunungan tinggi membuat misi pemerataan akses digital tak bisa hanya mengandalkan satu jalur. Dalam diskusi hangat di Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa (7/4/2026), para pakar dan pemain industri sepakat bahwa masa depan konektivitas tanah air terletak pada kolaborasi teknologi, bukan kompetisi.

MyRepublic Indonesia, sebagai salah satu motor penggerak industri broadband, menegaskan bahwa strategi deployment jaringan harus adaptif. Tidak semua wilayah bisa “dihajar” dengan kabel, namun kabel tetap menjadi tulang punggung yang tak tergantikan.

Strategi Hybrid: Menjawab Kesenjangan Digital

Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, membedah realita di lapangan. Menurutnya, Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA) memiliki peran spesifik yang saling mengunci. FTTH unggul dalam stabilitas dan bandwidth raksasa untuk area padat, sementara FWA hadir sebagai solusi lincah untuk menembus wilayah semi-urban.

“Kami melihat FTTH, FWA, dan selular bukan sebagai kompetitor, melainkan sebagai solusi yang saling melengkapi. Dukungan regulasi dan insentif yang tepat akan sangat menentukan kecepatan industri dalam memperluas jangkauan layanan. Dengan pendekatan yang berbasis kebutuhan pelanggan dan kondisi wilayah, kami optimistis dapat menghadirkan konektivitas yang lebih merata, berkualitas, dan terjangkau,” ujar Hendra Gunawan.

Baca Juga:  Revolusi Infrastruktur, AI Jadi Solusi Tantangan Pembangunan Indonesia

Senada dengan hal tersebut, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, menekankan bahwa fleksibilitas adalah kunci.

“Kesimpulannya saling melengkapi. Karena enggak semuanya bisa pakai kabel, ada yang harus pakai seluler,” ungkap Denny di Aula Timur ITB.

Baca Juga:  Duh, Deklarasi Akademik Guru Besar dan Dosen ITB Disabotase

Ia bahkan menyebutkan bahwa pemerintah siap mengerahkan teknologi satelit seperti Starlink dan Satria untuk area yang benar-benar sulit dijangkau kabel demi memastikan akses dasar tetap tersedia.

Hambatan Regulasi dan Efek Domino Ekonomi

Meski teknologi sudah siap, tantangan justru sering muncul dari meja birokrasi. Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ITB, Ian Josef Matheus Edward, menyoroti ketidaksinkronan kebijakan antara pusat dan daerah yang sering kali membebani biaya operasional operator.

“Jangan sampai karena kebijakan daerah malah membebani masyarakat. Tujuan kita kan supaya layanan ini terjangkau,” tegas Ian.

Ian menambahkan bahwa setiap titik BTS yang dibangun di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) bukan sekadar menara besi, melainkan mesin ekonomi baru. Akses internet yang merata diprediksi akan mengubah lanskap bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran berbasis data NIK pada 2029-2030 mendatang.

Baca Juga:  Pakar ITB Beri Masukan soal Penguatan Sistem Logistik Nasional

Masa Depan: Internet 100 Persen

Visi besar pemerintah untuk mencapai akses internet 100 persen dalam beberapa tahun ke depan membutuhkan ekosistem yang sehat. MyRepublic sendiri terus memperluas jaringan full fiber optic miliknya untuk menopang kebutuhan produktivitas tingkat tinggi, sembari tetap membuka ruang bagi teknologi nirkabel di area blank spot.

Kolaborasi antara akademisi seperti ITB, regulator dari Komdigi, asosiasi seperti ATSI, dan pelaku industri seperti MyRepublic diharapkan mampu menciptakan peta jalan digital yang tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ITB komdigi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.