Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Gaji, Ini Penyebab Sebenarnya Persib Bandung Masuk Daftar Larangan Transfer FIFA

Sabtu, 30 Mei 2026 14:28 WIB

Imigrasi Malaysia Lumpuh Total, Ribuan Pelancong Terjebak di Jalur Perbatasan Johor-Singapura

Sabtu, 30 Mei 2026 12:58 WIB
Ilustrasi emas antam

Update Harga Emas Antam Hari Ini 30 Mei 2026: Melesat Naik, Berikut Rincian Lengkapnya!

Sabtu, 30 Mei 2026 12:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Gaji, Ini Penyebab Sebenarnya Persib Bandung Masuk Daftar Larangan Transfer FIFA
  • Imigrasi Malaysia Lumpuh Total, Ribuan Pelancong Terjebak di Jalur Perbatasan Johor-Singapura
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 30 Mei 2026: Melesat Naik, Berikut Rincian Lengkapnya!
  • Hukum Alam Kalah! Menguak Misteri Sapi “Matilda” dan Kerbau “Donald Trump” yang Gagal Dikurbankan!
  • Wisata Napak Tilas di Kuningan: 4 Lokasi Bersejarah yang Bikin Akhir Pekan Lebih Bermakna
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Stabil di Akhir Pekan, Cek Daftar Lengkapnya!
  • Update Kode Redeem Free Fire Terbaru 30 Mei 2026: Klaim Hadiah Langka Sekarang!
  • Resmi Berjalan! Penyaluran PKH BPNT Mei 2026 Bikin Warga Cek NIK KTP
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 30 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Saling Sikut! FTTH dan FWA Jadi ‘Duet Maut’ Percepat Internet Merata di Indonesia

By Aga GustianaSelasa, 7 April 2026 21:35 WIB3 Mins Read
Diskusi hangat di Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa (7/4/2026). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

BANDUNG – Tantangan geografis Indonesia yang membentang dari Sabana hingga pegunungan tinggi membuat misi pemerataan akses digital tak bisa hanya mengandalkan satu jalur. Dalam diskusi hangat di Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa (7/4/2026), para pakar dan pemain industri sepakat bahwa masa depan konektivitas tanah air terletak pada kolaborasi teknologi, bukan kompetisi.

MyRepublic Indonesia, sebagai salah satu motor penggerak industri broadband, menegaskan bahwa strategi deployment jaringan harus adaptif. Tidak semua wilayah bisa “dihajar” dengan kabel, namun kabel tetap menjadi tulang punggung yang tak tergantikan.

Strategi Hybrid: Menjawab Kesenjangan Digital

Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, membedah realita di lapangan. Menurutnya, Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA) memiliki peran spesifik yang saling mengunci. FTTH unggul dalam stabilitas dan bandwidth raksasa untuk area padat, sementara FWA hadir sebagai solusi lincah untuk menembus wilayah semi-urban.

“Kami melihat FTTH, FWA, dan selular bukan sebagai kompetitor, melainkan sebagai solusi yang saling melengkapi. Dukungan regulasi dan insentif yang tepat akan sangat menentukan kecepatan industri dalam memperluas jangkauan layanan. Dengan pendekatan yang berbasis kebutuhan pelanggan dan kondisi wilayah, kami optimistis dapat menghadirkan konektivitas yang lebih merata, berkualitas, dan terjangkau,” ujar Hendra Gunawan.

Baca Juga:  MTI Dukung Kebijakan Kemenhub soal Penguatan Angkutan Umum Perkotaan

Senada dengan hal tersebut, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, menekankan bahwa fleksibilitas adalah kunci.

“Kesimpulannya saling melengkapi. Karena enggak semuanya bisa pakai kabel, ada yang harus pakai seluler,” ungkap Denny di Aula Timur ITB.

Baca Juga:  Dugaan Manipulasi Riset di ISPPD Gegerkan Dunia Akademik, ITB Buka Suara

Ia bahkan menyebutkan bahwa pemerintah siap mengerahkan teknologi satelit seperti Starlink dan Satria untuk area yang benar-benar sulit dijangkau kabel demi memastikan akses dasar tetap tersedia.

Hambatan Regulasi dan Efek Domino Ekonomi

Meski teknologi sudah siap, tantangan justru sering muncul dari meja birokrasi. Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ITB, Ian Josef Matheus Edward, menyoroti ketidaksinkronan kebijakan antara pusat dan daerah yang sering kali membebani biaya operasional operator.

“Jangan sampai karena kebijakan daerah malah membebani masyarakat. Tujuan kita kan supaya layanan ini terjangkau,” tegas Ian.

Ian menambahkan bahwa setiap titik BTS yang dibangun di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) bukan sekadar menara besi, melainkan mesin ekonomi baru. Akses internet yang merata diprediksi akan mengubah lanskap bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran berbasis data NIK pada 2029-2030 mendatang.

Baca Juga:  Terekam CCTV, Mahasiswa ITB JAA Lakukan Hal Ini Sebelum Diduga Loncat dari Lantai 27 Apartemen

Masa Depan: Internet 100 Persen

Visi besar pemerintah untuk mencapai akses internet 100 persen dalam beberapa tahun ke depan membutuhkan ekosistem yang sehat. MyRepublic sendiri terus memperluas jaringan full fiber optic miliknya untuk menopang kebutuhan produktivitas tingkat tinggi, sembari tetap membuka ruang bagi teknologi nirkabel di area blank spot.

Kolaborasi antara akademisi seperti ITB, regulator dari Komdigi, asosiasi seperti ATSI, dan pelaku industri seperti MyRepublic diharapkan mampu menciptakan peta jalan digital yang tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

FTTH FWA Infrastruktur Digital Internet Merata ITB komdigi MyRepublic Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Imigrasi Malaysia Lumpuh Total, Ribuan Pelancong Terjebak di Jalur Perbatasan Johor-Singapura

Bansos

Resmi Berjalan! Penyaluran PKH BPNT Mei 2026 Bikin Warga Cek NIK KTP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Resmi! Jadwal PKH 2026 Sudah Terungkap, Ini Cara Cek Lewat HP

Duka Haji 2026! Dua Jamaah Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci

sapi

Sapi Kurban Prabowo Bikin Melongo: Niat Berbagi atau ‘Pencitraan’ Pakai Uang Pajak?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

PKH BPNT 2026 Mulai Cair, Nama Anda Masih Terdaftar? Cek di Sini

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Video 3 Menit 21 Detik ‘Rok Hijau Tosca’ Bikin Heboh TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.