Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Sekadar Adu Urat, Bahar bin Smith vs GRIB Jaya: Dua Nama Kontroversial Bertemu di Tengah Kasus Maut

Minggu, 30 Agustus 2026 20:03 WIB

Dion Markx Tinggalkan Persib Sementara, Ada Misi Khusus di Balik Keputusan Mengejutkan Ini

Minggu, 30 Agustus 2026 19:29 WIB

Bansos Lansia Dicoret karena Terindikasi Judol, Faktanya Dayat-Darmi Tak Punya HP

Minggu, 30 Agustus 2026 18:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekadar Adu Urat, Bahar bin Smith vs GRIB Jaya: Dua Nama Kontroversial Bertemu di Tengah Kasus Maut
  • Dion Markx Tinggalkan Persib Sementara, Ada Misi Khusus di Balik Keputusan Mengejutkan Ini
  • Bansos Lansia Dicoret karena Terindikasi Judol, Faktanya Dayat-Darmi Tak Punya HP
  • 143 Karhutla Terjadi di Jabar, Aktivitas Pendakian Gunung Terancam Dihentikan
  • Marc Klok Tak Mau Banyak Basa-basi, Target Persib vs Manila Digger Cuma Satu
  • LEBIH NGERI DARI JEKA SARAGIH?! Bilal Hasan ‘The Indo Ninja’ Bantai Lawan di UFC Shanghai!
  • Link Dana Kaget 30 Agustus 2026: Ada Saldo Rp100 Ribu, Cek dan Coba Klaim!
  • Sandy Walsh dan 2 Pemain Persib Resmi Absen, Begini Siasat Igor Tolic Lawan Manila Digger
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 30 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Sekadar Adu Urat, Bahar bin Smith vs GRIB Jaya: Dua Nama Kontroversial Bertemu di Tengah Kasus Maut

By SusanaMinggu, 30 Agustus 2026 20:03 WIB6 Mins Read
Bahar bin Smith menantang GRIB Jaya usai aksi 27 Agustus 2026 yang menewaskan dua orang. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perseteruan antara Bahar bin Smith dan organisasi kemasyarakatan (ormas) GRIB Jaya mencuat setelah pendakwah tersebut menyatakan sikap keras terhadap dugaan penganiayaan yang terjadi dalam aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026.

Bahar bin Smith menemui keluarga korban yang disebut menjadi korban penganiayaan dalam kericuhan tersebut. Dalam pernyataannya, ia menegaskan akan mengawal kasus itu sekaligus menyerukan agar tindakan kekerasan terhadap masyarakat tidak dibiarkan.

“Kami akan kawal kasus ini yang menjadi korban kebiadaban ormas, Bapak Bambang, Fatur sampai meninggal dunia karena dikeroyok, dianiaya,” ujar Bahar dalam video yang beredar di media sosial, Sabtu (29/8/2026).

Bahar menyebut dugaan penganiayaan tersebut harus diproses secara hukum. Ia juga menyinggung sejumlah pasal pidana, meski penerapan pasal terhadap suatu perkara tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan.

“Tindakan itu bagian dari kurang ajar, biadab. Pelaku-pelakunya wajib ditangkap dan diadili,” katanya.

Bahar Bin Smith Tantang GRIB Jaya

Pernyataan Bahar kemudian berkembang menjadi tantangan terbuka kepada pihak yang disebutnya sebagai kelompok premanisme.

Ia menegaskan tidak gentar menghadapi kelompok mana pun dan meminta agar persoalan tidak diarahkan kepada masyarakat kecil.

“Hei, buat preman-preman itu semua, kumpulin mereka semua menjadi satu preman-preman, siapa pun yang berbuat kemungkaran, kumpulin semuanya. Kalian lawan ana,” ujar Bahar.

Ia bahkan menyebut nama GRIB dalam pernyataannya.

“Biar kalian tahu, kelingking saya tidak akan gemetar menghadapi kalian semua preman biadab meski menjadi satu, kelingking saya tidak akan gemetar, mau siapa pun, mau GRIB,” tegasnya.

Di bagian lain, Bahar meminta masyarakat tidak takut menghadapi tindakan yang disebutnya sebagai premanisme.

“Jadi mereka wajib ditangkap pelaku penganiayaan. Saya jaminkan, saya di sisi rakyat, jika mereka atau preman berada di sisi penguasa maka saya di sisi rakyat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut membuat nama Bahar bin Smith kembali menjadi sorotan. Sosok yang dikenal dengan gaya dakwah keras itu kini berhadapan secara terbuka dengan isu yang melibatkan salah satu ormas besar di Indonesia.

Dua Korban Meninggal dalam Aksi 27 Agustus

Kasus yang menjadi pemicu pernyataan Bahar berkaitan dengan aksi demonstrasi 27 Agustus 2026.

Dalam informasi yang beredar, dua orang, yakni pedagang kaca Bambang Setiawan dan seorang pelajar bernama Fatur, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami dugaan penganiayaan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Keduanya sempat dievakuasi ke RSAL Mintohardjo. Namun, nyawa keduanya tidak tertolong.

Identitas dan pihak yang bertanggung jawab atas kematian kedua korban tetap harus didasarkan pada hasil penyelidikan aparat penegak hukum. Penyebutan keterlibatan kelompok tertentu juga perlu menunggu bukti dan proses hukum yang memadai.

Siapa Bahar Bin Smith?

Bahar bin Ali bin Smith atau lebih dikenal sebagai Bahar bin Smith merupakan pendakwah yang telah lama dikenal publik Indonesia.

Ia lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 23 Juli 1980. Bahar berasal dari keluarga keturunan Arab Hadhrami dan dikenal aktif berdakwah melalui Majelis Pembela Rasulullah.

Dalam perjalanan dakwahnya, Bahar juga mendirikan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang, Bogor. Ia dikenal memiliki gaya ceramah yang tegas dan sering menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan sosial maupun politik.

Namanya juga beberapa kali menjadi perhatian karena kontroversi serta perkara hukum yang pernah menjeratnya.

Rekam Jejak Kontroversi Bahar

Bahar pernah terseret sejumlah persoalan hukum dan kontroversi sejak awal aktivitasnya di ruang publik.

Pada 2018, misalnya, ia diproses dalam perkara penganiayaan terhadap dua pemuda. Pengadilan kemudian menjatuhkan hukuman penjara kepadanya.

Bahar juga pernah menjadi sorotan akibat ceramah yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo. Pernyataan tersebut kemudian berujung pada proses hukum.

Rekam jejak tersebut membuat Bahar memiliki karakter sebagai figur publik yang kontroversial sekaligus mempunyai basis pendukung yang cukup kuat.

Kini, namanya kembali muncul dalam isu kekerasan massa setelah ia menyatakan sikap terhadap dugaan penganiayaan dalam aksi demonstrasi.

GRIB Jaya dan Sosok Hercules

Di sisi lain, GRIB Jaya merupakan organisasi kemasyarakatan yang dipimpin Rosario de Marshall atau Hercules.

Hercules dikenal sebagai figur yang memiliki perjalanan panjang di Jakarta sebelum kemudian aktif dalam organisasi kemasyarakatan. GRIB Jaya berkembang menjadi organisasi dengan jaringan kepengurusan di berbagai daerah.

Dalam profil organisasinya, GRIB Jaya menyebut memiliki ratusan kepengurusan mulai dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga Pengurus Anak Cabang (PAC).

Besarnya jaringan tersebut membuat GRIB Jaya menjadi salah satu organisasi yang memiliki kehadiran cukup kuat di sejumlah wilayah.

Namun, perjalanan GRIB Jaya juga tidak lepas dari kontroversi.

Kontroversi yang Pernah Menyeret GRIB Jaya

Nama GRIB Jaya beberapa kali muncul dalam pemberitaan terkait perselisihan maupun bentrokan dengan kelompok lain.

Pada Januari 2025, misalnya, terjadi bentrokan yang melibatkan GRIB Jaya dan Pemuda Pancasila di Blora, Jawa Tengah. Perselisihan tersebut disebut berkaitan dengan keberadaan organisasi di wilayah tersebut dan kemudian berakhir dengan upaya perdamaian.

Insiden tersebut menyebabkan sejumlah orang terluka dan kendaraan mengalami kerusakan.

GRIB Jaya juga pernah menjadi sorotan dalam sejumlah peristiwa lain di berbagai daerah, termasuk ketika terdapat anggota organisasi yang disebut terlibat dalam perkara kekerasan.

Namun, keterlibatan individu dalam suatu perkara tidak secara otomatis dapat digeneralisasi sebagai tindakan seluruh organisasi. Setiap kasus tetap harus dilihat berdasarkan siapa yang terlibat, peran masing-masing, serta hasil proses hukum.

Bahar vs GRIB Jaya, Persoalan Berujung pada Proses Hukum

Pertemuan antara Bahar bin Smith dengan korban dan pernyataannya terhadap GRIB Jaya memperlihatkan bagaimana kasus kekerasan dalam aksi massa berkembang menjadi isu yang lebih luas.

Bahar mengambil posisi sebagai pihak yang mengklaim berada di sisi korban dan masyarakat. Sementara itu, nama GRIB Jaya terseret dalam tudingan yang masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

Di tengah situasi tersebut, persoalan utama sebenarnya bukan sekadar pertarungan pernyataan antara Bahar bin Smith dan GRIB Jaya.

Yang jauh lebih penting adalah memastikan dugaan kekerasan terhadap masyarakat diusut secara transparan dan siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pernyataan keras Bahar pun menjadi pesan yang ditujukan kepada kelompok yang ia sebut sebagai premanisme: jika memang ada persoalan, jangan masyarakat kecil yang menjadi sasaran.

“Jika mereka atau preman berada di sisi penguasa maka saya di sisi rakyat,” tegas Bahar.

Kini, perhatian publik tertuju pada proses hukum kasus tersebut. Pembuktian melalui penyelidikan dan penyidikan akan menjadi penentu siapa yang bertanggung jawab atas kematian dua korban serta apakah terdapat keterlibatan kelompok tertentu dalam peristiwa tersebut.

Di titik inilah pertarungan Bahar bin Smith dan GRIB Jaya tidak cukup dilihat sebagai adu keberanian atau perang pernyataan. Kasus ini menjadi ujian bagi penegakan hukum sekaligus bagi organisasi masyarakat untuk memastikan keberadaannya tidak berubah menjadi kekuatan yang berada di atas hukum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aksi 27 Agustus 2026 Bahar bin Smith Bahar bin Smith vs GRIB Jaya demonstrasi Jakarta GRIB Jaya penganiayaan Jakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos Lansia Dicoret karena Terindikasi Judol, Faktanya Dayat-Darmi Tak Punya HP

143 Karhutla Terjadi di Jabar, Aktivitas Pendakian Gunung Terancam Dihentikan

Kabar Gembira Guru PPPK! 231 Ribu Lebih PPPK Paruh Waktu Disebut Naik Status 2027

Update Banjir Nepal-Tibet: 691 Orang Tewas, Lebih dari 3.000 Masih Hilang

Bansos

Desil Bansos 2026 Terbaru: Cek Pakai NIK, Jangan Kaget Jika Masuk Desil Ini

Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • Musda VI Demokrat Jabar Digelar, AHY Dorong Konsolidasi dan Kebangkitan Partai Menuju Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.