Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sandy Walsh dan 2 Pemain Persib Resmi Absen, Begini Siasat Igor Tolic Lawan Manila Digger

Minggu, 30 Agustus 2026 14:05 WIB

Kabar Gembira Guru PPPK! 231 Ribu Lebih PPPK Paruh Waktu Disebut Naik Status 2027

Minggu, 30 Agustus 2026 13:41 WIB

Update Banjir Nepal-Tibet: 691 Orang Tewas, Lebih dari 3.000 Masih Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 13:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sandy Walsh dan 2 Pemain Persib Resmi Absen, Begini Siasat Igor Tolic Lawan Manila Digger
  • Kabar Gembira Guru PPPK! 231 Ribu Lebih PPPK Paruh Waktu Disebut Naik Status 2027
  • Update Banjir Nepal-Tibet: 691 Orang Tewas, Lebih dari 3.000 Masih Hilang
  • Persib vs Manila Digger: Balsa Sekulic Jadi Ujung Tombak, Trio Maut Siap Menggila
  • Buruan Tukarkan! Kode Redeem FF 30 Agustus 2026 Bisa Dapat Skin SG2 dan Emote
  • Prediksi Real Madrid vs Malaga Hari Ini: Mbappe Menggila, Los Blancos Bidik 9 Poin
  • Desil Bansos 2026 Terbaru: Cek Pakai NIK, Jangan Kaget Jika Masuk Desil Ini
  • Panggung Asia di Depan Mata, Ikwan Ali Tanamal Ungkap Tekadnya Bersama Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 30 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Update Banjir Nepal-Tibet: 691 Orang Tewas, Lebih dari 3.000 Masih Hilang

By SusanaMinggu, 30 Agustus 2026 13:37 WIB4 Mins Read
Kondisi usai diterjang banjir bandang di Nepal. (Foto; Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di perbatasan Nepal dan Tibet terus bertambah. Hingga Minggu (30/8/2026), sedikitnya 691 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 3.000 orang masih dinyatakan hilang.

Mengutip The Guardian dan NPR, otoritas Nepal melaporkan 675 orang tewas dan 2.498 lainnya hilang. Sementara di wilayah Tibet, China mencatat 16 korban meninggal dunia dan 546 orang masih hilang.

Lebih dari 3.700 orang telah berhasil diselamatkan di Nepal. Tujuh jenazah juga ditemukan di sungai-sungai di India yang mengalir dari Nepal dan diduga merupakan korban banjir bandang.

Jumlah orang yang masih hilang mencakup 517 warga negara asing dari berbagai negara serta sekitar 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air yang berada di sepanjang sungai terdampak.

Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang warganya ikut terdampak. Departemen Luar Negeri AS memperkirakan sekitar 90 warga negaranya masuk dalam daftar orang yang belum diketahui keberadaannya.

Sejumlah petugas penyelamat juga dilaporkan hilang. Mereka terdiri dari sekitar 45 tentara Angkatan Darat Nepal dan 40 personel kepolisian.

Gletser Himalaya Runtuh, Banjir Bandang Hantam Permukiman

Bencana bermula ketika sebagian gletser di kawasan Pegunungan Himalaya runtuh pada Rabu (26/8/2026).

Material berupa air, lumpur, bebatuan, dan es kemudian bergerak deras menuju lembah di kawasan Taman Nasional Langtang, Nepal.

Gelombang banjir yang disebut mencapai hampir sembilan meter menghantam permukiman serta berbagai infrastruktur. Desa-desa, pembangkit listrik, jalan, dan puluhan jembatan rusak atau tersapu arus.

Dahsyatnya aliran air membuat sejumlah komunitas di sepanjang lembah luluh lantak hingga bermil-mil ke arah hilir.

Kompleks Perbatasan Gyirong Tinggal Reruntuhan

Tim penyelamat China yang berhasil mencapai kompleks penyeberangan perbatasan Gyirong pada Jumat (28/8/2026) menggambarkan kondisi lokasi sebagai kawasan yang nyaris tidak tersisa.

Mereka menemukan kompleks tersebut dalam kondisi hancur akibat terjangan banjir dan material yang terbawa arus.

Rekaman kamera pengawas memperlihatkan derasnya aliran air dan puing berukuran besar menghantam bangunan. Dalam rekaman tersebut juga terlihat sejumlah orang berusaha menyelamatkan diri ketika bencana menerjang.

Nepal Minta Bantuan untuk Evakuasi dan Identifikasi Korban

Pemerintah Nepal menyatakan membutuhkan bantuan internasional untuk sejumlah kebutuhan teknis. Namun, pemerintah tidak secara khusus meminta bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan umum.

Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal mengatakan bantuan dibutuhkan untuk membuka kembali jalur transportasi dan komunikasi, proses identifikasi jenazah, pengujian DNA, penyelamatan korban yang terjebak di dalam terowongan, serta penyimpanan jenazah dalam waktu lebih lama.

Nepal juga meminta India dan China menyediakan jembatan Bailey untuk memulihkan akses transportasi setelah sekitar dua lusin jembatan hancur diterjang banjir.

India telah mengirim tiga penerbangan yang membawa sekitar 60 ton bantuan, sedangkan China mengirim lima pakar terowongan dari Tibet.

Ratusan Orang Terjebak di Terowongan PLTA

Salah satu operasi penyelamatan paling sulit berlangsung di kawasan proyek pembangkit listrik tenaga air di Rasuwa.

Lebih dari 100 orang dilaporkan masih terjebak di dalam terowongan, sementara lebih dari 350 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi yang disebut sangat berisiko.

Besarnya dampak bencana membuat kebutuhan kemanusiaan terus meningkat.

Palang Merah memperkirakan lebih dari 90.000 orang terdampak akibat banjir bandang tersebut.

Pemerintah Nepal bahkan memperkirakan kebutuhan untuk membangun kembali wilayah yang hancur mencapai 4 hingga 5 miliar dolar AS, atau sekitar Rp64,7 triliun hingga Rp80,9 triliun.

Dua Danau Penghalang Masih Dipantau

Ancaman belum sepenuhnya berakhir.

Dua danau penghalang terbentuk di bagian hulu wilayah terdampak dan kini terus dipantau. Citra satelit menunjukkan salah satu danau tersebut masih mengalami peningkatan volume dan belum memiliki saluran keluar.

Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran karena tekanan air yang terus meningkat berpotensi memicu aliran baru ke kawasan yang sudah terdampak bencana.

Di tengah operasi pencarian korban yang masih berlangsung, cuaca buruk menjadi salah satu kendala utama. Tim penyelamat harus berpacu dengan waktu untuk menemukan ribuan orang yang masih hilang sekaligus mencegah munculnya bencana susulan di kawasan Pegunungan Himalaya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir bandang Nepal 2026 banjir bandang Nepal Tibet banjir Nepal 2026 banjir Tibet korban banjir Nepal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kabar Gembira Guru PPPK! 231 Ribu Lebih PPPK Paruh Waktu Disebut Naik Status 2027

Bansos

Desil Bansos 2026 Terbaru: Cek Pakai NIK, Jangan Kaget Jika Masuk Desil Ini

Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral

Bukan Cuma Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Asetnya Bisa Disita dalam RUU Perampasan Aset

Ancaman Nyata Krisis Iklim: Ketika Gunung Es Himalaya Mulai Mencair dan Bawa Petaka

Ilustrasi begal

Dijerat Tali Tambang dari Belakang, Driver Ojol di Tasikmalaya Bangkit dan Tumbangkan Begal

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Musda VI Demokrat Jabar Digelar, AHY Dorong Konsolidasi dan Kebangkitan Partai Menuju Pemilu 2029
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.