Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?

Sabtu, 7 November 2026 15:57 WIB

Link Video Viral Durasi 9 Menit 48 Detik Jadi Buruan Netizen, Karyawan HWI Jepara Terseret?

Sabtu, 7 November 2026 13:30 WIB
BSU cair

Gaji di Atas Rp3,5 Juta Masih Bisa Dapat BSU 2026? Cek Ketentuan UMK dan Syarat Lengkapnya!

Sabtu, 7 November 2026 13:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?
  • Link Video Viral Durasi 9 Menit 48 Detik Jadi Buruan Netizen, Karyawan HWI Jepara Terseret?
  • Gaji di Atas Rp3,5 Juta Masih Bisa Dapat BSU 2026? Cek Ketentuan UMK dan Syarat Lengkapnya!
  • Daftar Tim Lolos 16 Besar ACL 2: Persib Bandung Bersanding dengan Raksasa Asia
  • Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!
  • Tragedi Ngaliwet di Garut: Cuma Gegara Sambal Asin, Paman Tega Tikam Keponakan Hingga Tewas
  • Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!
  • Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Update Banjir Nepal-Tibet: 691 Orang Tewas, Lebih dari 3.000 Masih Hilang

By SusanaMinggu, 30 Agustus 2026 13:37 WIB4 Mins Read
Kondisi usai diterjang banjir bandang di Nepal. (Foto; Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di perbatasan Nepal dan Tibet terus bertambah. Hingga Minggu (30/8/2026), sedikitnya 691 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 3.000 orang masih dinyatakan hilang.

Mengutip The Guardian dan NPR, otoritas Nepal melaporkan 675 orang tewas dan 2.498 lainnya hilang. Sementara di wilayah Tibet, China mencatat 16 korban meninggal dunia dan 546 orang masih hilang.

Lebih dari 3.700 orang telah berhasil diselamatkan di Nepal. Tujuh jenazah juga ditemukan di sungai-sungai di India yang mengalir dari Nepal dan diduga merupakan korban banjir bandang.

Jumlah orang yang masih hilang mencakup 517 warga negara asing dari berbagai negara serta sekitar 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air yang berada di sepanjang sungai terdampak.

Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang warganya ikut terdampak. Departemen Luar Negeri AS memperkirakan sekitar 90 warga negaranya masuk dalam daftar orang yang belum diketahui keberadaannya.

Sejumlah petugas penyelamat juga dilaporkan hilang. Mereka terdiri dari sekitar 45 tentara Angkatan Darat Nepal dan 40 personel kepolisian.

Gletser Himalaya Runtuh, Banjir Bandang Hantam Permukiman

Bencana bermula ketika sebagian gletser di kawasan Pegunungan Himalaya runtuh pada Rabu (26/8/2026).

Material berupa air, lumpur, bebatuan, dan es kemudian bergerak deras menuju lembah di kawasan Taman Nasional Langtang, Nepal.

Gelombang banjir yang disebut mencapai hampir sembilan meter menghantam permukiman serta berbagai infrastruktur. Desa-desa, pembangkit listrik, jalan, dan puluhan jembatan rusak atau tersapu arus.

Dahsyatnya aliran air membuat sejumlah komunitas di sepanjang lembah luluh lantak hingga bermil-mil ke arah hilir.

Kompleks Perbatasan Gyirong Tinggal Reruntuhan

Tim penyelamat China yang berhasil mencapai kompleks penyeberangan perbatasan Gyirong pada Jumat (28/8/2026) menggambarkan kondisi lokasi sebagai kawasan yang nyaris tidak tersisa.

Mereka menemukan kompleks tersebut dalam kondisi hancur akibat terjangan banjir dan material yang terbawa arus.

Rekaman kamera pengawas memperlihatkan derasnya aliran air dan puing berukuran besar menghantam bangunan. Dalam rekaman tersebut juga terlihat sejumlah orang berusaha menyelamatkan diri ketika bencana menerjang.

Nepal Minta Bantuan untuk Evakuasi dan Identifikasi Korban

Pemerintah Nepal menyatakan membutuhkan bantuan internasional untuk sejumlah kebutuhan teknis. Namun, pemerintah tidak secara khusus meminta bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan umum.

Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal mengatakan bantuan dibutuhkan untuk membuka kembali jalur transportasi dan komunikasi, proses identifikasi jenazah, pengujian DNA, penyelamatan korban yang terjebak di dalam terowongan, serta penyimpanan jenazah dalam waktu lebih lama.

Nepal juga meminta India dan China menyediakan jembatan Bailey untuk memulihkan akses transportasi setelah sekitar dua lusin jembatan hancur diterjang banjir.

India telah mengirim tiga penerbangan yang membawa sekitar 60 ton bantuan, sedangkan China mengirim lima pakar terowongan dari Tibet.

Ratusan Orang Terjebak di Terowongan PLTA

Salah satu operasi penyelamatan paling sulit berlangsung di kawasan proyek pembangkit listrik tenaga air di Rasuwa.

Lebih dari 100 orang dilaporkan masih terjebak di dalam terowongan, sementara lebih dari 350 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi yang disebut sangat berisiko.

Besarnya dampak bencana membuat kebutuhan kemanusiaan terus meningkat.

Palang Merah memperkirakan lebih dari 90.000 orang terdampak akibat banjir bandang tersebut.

Pemerintah Nepal bahkan memperkirakan kebutuhan untuk membangun kembali wilayah yang hancur mencapai 4 hingga 5 miliar dolar AS, atau sekitar Rp64,7 triliun hingga Rp80,9 triliun.

Dua Danau Penghalang Masih Dipantau

Ancaman belum sepenuhnya berakhir.

Dua danau penghalang terbentuk di bagian hulu wilayah terdampak dan kini terus dipantau. Citra satelit menunjukkan salah satu danau tersebut masih mengalami peningkatan volume dan belum memiliki saluran keluar.

Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran karena tekanan air yang terus meningkat berpotensi memicu aliran baru ke kawasan yang sudah terdampak bencana.

Di tengah operasi pencarian korban yang masih berlangsung, cuaca buruk menjadi salah satu kendala utama. Tim penyelamat harus berpacu dengan waktu untuk menemukan ribuan orang yang masih hilang sekaligus mencegah munculnya bencana susulan di kawasan Pegunungan Himalaya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir bandang Nepal 2026 banjir bandang Nepal Tibet banjir Nepal 2026 banjir Tibet korban banjir Nepal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?

Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!

Tragedi Ngaliwet di Garut: Cuma Gegara Sambal Asin, Paman Tega Tikam Keponakan Hingga Tewas

Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal

Tudingan Dokter Tifa Soal Jokowi Ambil Map Ijazah di Lantai Ruang Sidang, Demi Simpati?

Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.