Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bunga Lokal di Tanah Eropa! Gak Nyangka, Begini Cara Anggun C Sasmi Wariskan Darah Nusantara ke Anaknya di Paris

Jumat, 9 Oktober 2026 08:17 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

KPM Wajib Tahu! Bansos Tahap 4 2026 Masuk Periode Oktober, Cek Status Lewat HP

Jumat, 9 Oktober 2026 05:00 WIB

Cari Tempat Staycation di Lembang? Ini 3 Penginapan dengan Suasana Adem dan Asri

Jumat, 9 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bunga Lokal di Tanah Eropa! Gak Nyangka, Begini Cara Anggun C Sasmi Wariskan Darah Nusantara ke Anaknya di Paris
  • KPM Wajib Tahu! Bansos Tahap 4 2026 Masuk Periode Oktober, Cek Status Lewat HP
  • Cari Tempat Staycation di Lembang? Ini 3 Penginapan dengan Suasana Adem dan Asri
  • PKH Oktober 2026 Cair? Saldo Rp600 Ribu hingga Rp1,5 Juta Mulai Masuk Rekening KPM
  • 5 Wisata Kuliner Legendaris dan Paling Dicari di Kuningan, Cocok untuk Lidah Pecinta Makanan Enak
  • 10 Destinasi Wisata Kuningan Paling Hits dan Instagramable untuk Liburan Keluarga
  • Siap-Siap! 4 Bantuan Pemerintah Masuk Periode Baru, Ada yang Dapat Rp900 Ribu
  • 35.305 Jiwa di Bandung Barat Terdampak Kekeringan, Warga Mulai Kesulitan Air Bersih
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 9 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Bunga Lokal di Tanah Eropa! Gak Nyangka, Begini Cara Anggun C Sasmi Wariskan Darah Nusantara ke Anaknya di Paris

By Aga GustianaJumat, 9 Oktober 2026 08:17 WIB6 Mins Read
Anggun C Sasmi dan putrinya, Kirana Cipta Montana. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana haru menyelimuti Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, sesaat setelah Timnas Indonesia memastikan diri keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026. Di tengah riuh rendah lautan manusia dan pesta kemenangan yang memecah malam, satu sosok di atas panggung justru menyedot perhatian jutaan pasang mata. Ia adalah Anggun C Sasmi, diva kebanggaan yang telah lama melanglang buana di kancah global.

Malam itu, Senin (5/10/2026), penyanyi kelahiran Jakarta, 29 April 1974, ini berdiri di hadapan puluhan ribu suporter dalam rangkaian closing ceremony turnamen akbar tersebut. Penampilannya mulanya berjalan meriah saat ia membawakan dua lagu andalannya, Mimpi dan Snow on the Sahara. Namun, gelombang emosi yang sesungguhnya baru tumpah ketika ia kembali naik ke atas panggung seusai laga final usai.

Kali ini, tidak ada lagi dentuman musik pop bernyawa megah. Anggun memilih menyanyikan sebuah lagu nasional yang sarat makna: Tanah Airku karya Ibu Sud. Pilihan tembang tersebut seketika mengubah atmosfer GBK menjadi sangat syahdu. Di tengah euforia kemenangan bangsa, ekspresi pelantun legendaris itu perlahan berubah. Suaranya tetap terjaga kuat, namun pertahanan emosionalnya runtuh saat air mata mulai meleleh di pipinya. Tangis Anggun kian tak terbendung ketika ia melantunkan bait lirik yang begitu ikonik: “Biarpun saya pergi jauh…”

Riuh Suara Warganet: Antara Air Mata, Paspor, dan Nasionalisme

Momen emosional di panggung GBK tersebut seketika menjadi buah bibir dan viral di berbagai platform media sosial. Kolom komentar akun-akun pemberitaan, salah satunya Instagram @dreamcoid, langsung disesaki oleh ribuan tanggapan dari warganet yang tersentuh melihat ketulusan sang diva.

Banyak warganet yang memuji profesionalisme sekaligus kedalaman penghayatan Anggun saat membawakan lagu tersebut. “Nyanyi sambil nangis… tapi suara tetap stabil…. love Anggun,” tulis salah satu warganet di kolom komentar Instagram @dreamcoid mengapresiasi kualitas vokal sang penyanyi yang tetap prima meski dirundung haru.

Tidak hanya menyoroti kestabilan vokalnya, perbincangan di dunia maya juga merembes pada perdebatan emosional mengenai status kewarganegaraan Anggun yang telah lama menetap di Prancis dan memegang paspor asing. Sebagian besar warganet sepakat bahwa atribut administratif kenegaraan sama sekali tidak mampu melunturkan akar identitas dan kecintaan seseorang pada tanah kelahirannya.

Baca Juga:  Aktivitas Dunia Usaha RI Melambat di Kuartal I-2025, Terendah dalam Hampir 3 Tahun

“Buat saya yang ganti kan warna buku kecilnya (paspor). Tulang saya tetap putih, darah saya merah. Saya tetap anak Indonesia,” tulis akun @eka***, menyuarakan pembelaan yang mendalam terhadap nasionalisme Anggun. Sentimen serupa juga digaungkan oleh warganet lainnya yang melihat bahwa karya dan kiprah internasional Anggun justru kerap membawa harum nama bangsa di mata dunia.

Menembus Batas: Gelar Kehormatan Prancis dan Puncak Prestasi Global 2026

Air mata di GBK tersebut seolah menjadi muara dari perjalanan emosional yang panjang, terutama karena tahun 2026 menjadi salah satu tahun paling gemilang dalam lembaran karier internasional Anggun. Beberapa hari berselang, tepatnya pada Rabu (7/10/2026), kabar membanggakan kembali datang dari daratan Eropa. Pemerintah Prancis secara resmi menganugerahi Anggun penghargaan budaya tertinggi dengan menobatkannya sebagai Officier de l’Ordre des Arts et des Lettres. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa dalam menjembatani budaya Timur dan Barat selama hampir tiga dekade berkarier di kancah global.

“Ini adalah penghargaan yang sangat bergengsi, dan saya merasa beruntung karena hanya sedikit seniman Asia yang pernah menerimanya,” ungkap Anggun dalam keterangan resminya.

Prestasi ini menyusul pencapaian fenomenalnya di kancah seni peran internasional. Lewat perannya dalam film Levitating (Para Perasuk) karya sutradara visioner Wregas Bhanuteja—yang sebelumnya sempat mencuri perhatian kritikus di Festival Film Sundance—Anggun sukses dinobatkan sebagai Pemenang Nasional Indonesia untuk kategori Best Actress in a Leading Role di Asian Academy Creative Awards 2026. Kesuksesan di layar lebar ini menyempurnakan kejutannya di layar kaca global, di mana ia memukau penonton lewat penampilannya sebagai Amisha, tokoh antagonis utama dalam serial hits Prime Video, Reacher Season 4.

Menanamkan Akar Indonesia: Kisah di Balik Didikan untuk Sang Buah Hati

Di balik kesuksesan global dan mobilitasnya yang tinggi antara Asia dan Eropa, ada satu sisi kehidupan Anggun yang selalu menarik perhatian publik: keluarga kecilnya. Dari pernikahannya terdahulu dengan penulis asal Prancis, Cyril Montana, Anggun dikaruniai seorang anak perempuan semata wayang bernama Kirana Cipta Montana Sasmi, yang lahir di Paris pada 8 November 2007.

Baca Juga:  Babak Pertama Timnas Indonesia Tertinggal 0-1 dari Panama

Meski Kirana lahir, tumbuh, dan besar di Prancis—dilingkungi oleh atmosfer budaya Eropa yang kental—Anggun tidak pernah sedikit pun memutus rantai identitas Nusantara dalam didikan kesehariannya. Sang diva dikenal konsisten menanamkan nilai-nilai keindonesiaan di rumah. Salah satu buktinya yang paling nyata adalah kemampuan Kirana dalam menguasai Bahasa Indonesia dengan baik, berdampingan dengan bahasa Prancis dan Inggris yang digunakan dalam kesehariannya di Eropa.

Bahkan, pilihan nama sang putri sendiri mencerminkan kecintaan Anggun yang mendalam pada tanah airnya. Nama “Kirana Cipta Montana” memuat unsur kata Nusantara yang indah, menyatu harmonis dengan nama keluarga sang ayah.

Pada usianya yang kini menginjak 18 tahun, Kirana tumbuh menjadi seorang gadis remaja berdarah blasteran yang mempesona. Wajahnya kerap dipuji warganet karena mewarisi kecantikan khas perempuan Indonesia serta memiliki postur tinggi yang menyerupai sang ibunda. Meski di masa kecilnya Anggun sempat berupaya menjaga privasi putrinya dari sorotan media sosial, kini potret kebersamaan mereka kerap dibagikan dan menuai banyak pujian hangat dari publik. Hubungan ibu dan anak ini digambarkan sangat dekat, layaknya seorang sahabat karib yang kerap menghabiskan waktu bersama di sela-sela kesibukan internasional sang ibu.

Profil Christian Kretschmar: Pendamping Hidup Sang Diva

Kehidupan rumah tangga Anggun saat ini semakin utuh dan harmonis setelah ia menikah dengan pemusik sekaligus fotografer asal Jerman-Prancis, Christian Kretschmar, pada tahun 2018 di Ubud, Bali.

  • Latar Belakang & Pendidikan Seni: Pria yang akrab disapa Chris ini lahir pada tahun 1968 (membuatnya terpaut usia sekitar enam tahun lebih tua dari Anggun). Ia lahir dari keluarga dengan darah seni yang kuat; ayahnya adalah seorang penyanyi, sementara ibunya merupakan seorang pemain piano yang bekerja di konservatorium musik. Sejak usia 12 tahun, Christian telah mendalami dunia musik di Music College Detmold di Jerman, di mana ia mengasah kemampuannya memainkan piano, cello, hingga menjadi komposer dan produser musik.
  • Karier Profesional sebagai Fotografer: Selain bermusik secara freelance, Christian telah berkarier sebagai fotografer profesional yang berbasis di Paris selama lebih dari 25 tahun. Ia memiliki spesialisasi dalam fotografi arsitektur dan interior, khususnya untuk hotel mewah, resor, serta restoran berkelas internasional. Karya-karyanya kerap dipamerkan di berbagai belahan dunia serta menghiasi berbagai majalah desain dan arsitektur ternama global.
  • Kehidupan Pernikahan: Dikenal sebagai sosok pendamping yang suportif, Christian sering mendampingi Anggun dalam berbagai perjalanan karier internasionalnya. Keduanya membangun keharmonisan keluarga di Eropa bersama dengan kehadiran Kirana, menciptakan ekosistem keluarga yang hangat di tengah gemerlap dunia hiburan global.
Baca Juga:  AFC Respons Permintaan Bahrain Tolak Main di Indonesia

Indonesia yang Tak Pernah Benar-benar Pergi

Kisah hidup Anggun C Sasmi, perjalanan keluarganya bersama Christian Kretschmar, serta cara ia mendidik Kirana Cipta Montana adalah sebuah narasi tentang merajut mimpi di panggung global tanpa pernah kehilangan akar identitas.

Malam di Gelora Bung Karno membuktikan bahwa sejauh apa pun burung terbang dan di mana pun ia membangun sarangnya, nilai budaya dan cinta tanah air tetap diwariskan dengan tulus dari generasi ke generasi. Ketika Anggun meneteskan air mata di hadapan ribuan suporter, hal itu menegaskan bahwa jiwa Indonesia senantiasa hidup—tidak hanya di dalam diri sang diva, tetapi juga diteruskan kepada anak tercinta di tanah rantau.

“Biarpun saya pergi jauh… tidakkan hilang dari kalbu.” Penggalan lirik tersebut menjelma menjadi manifestasi nyata dari sebuah keluarga seniman yang, meski hidup menembus batas benua, tetap memelihara Indonesia sebagai rumah abadi di dalam hati.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anggun C Sasmi Indonesia Kirana Cipta Montana Prancis
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cari Tempat Staycation di Lembang? Ini 3 Penginapan dengan Suasana Adem dan Asri

5 Wisata Kuliner Legendaris dan Paling Dicari di Kuningan, Cocok untuk Lidah Pecinta Makanan Enak

10 Destinasi Wisata Kuningan Paling Hits dan Instagramable untuk Liburan Keluarga

Perut Keroncongan Saat Hujan? Ini 4 Kuliner Hangat yang Bikin Nagih di Bandung

Baru Bebas Bersyarat, Indra Kenz Kembali Dijemput dan Dipindahkan ke Lapas Tangerang

Gak Disengaja? Viral WNI Terciduk Kasih Makan Sampah ke Rusa di Jepang, Faktanya Bikin Tercengang

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.