Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Masih Fresh! Klaim Kode Redeem FC Mobile 18 Juni 2026, Amankan Hadiah Gems dan Player Pack Gratis

Kamis, 18 Juni 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Masih Aktif! Klaim Kode Redeem FF 18 Juni 2026, Amankan Reward Bundle dan Diamond Gratis

Kamis, 18 Juni 2026 01:00 WIB

Ramai Dicap Ilusi, Ini Deretan Kampus yang Masuk Daftar BEM Bersatu

Rabu, 17 Juni 2026 21:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Masih Fresh! Klaim Kode Redeem FC Mobile 18 Juni 2026, Amankan Hadiah Gems dan Player Pack Gratis
  • Masih Aktif! Klaim Kode Redeem FF 18 Juni 2026, Amankan Reward Bundle dan Diamond Gratis
  • Ramai Dicap Ilusi, Ini Deretan Kampus yang Masuk Daftar BEM Bersatu
  • Akhirnya Rilis di iOS! Cara Pakai Dua Nomor WhatsApp Sekaligus dalam Satu iPhone
  • Update Besar-besaran! Android 17 Resmi Meluncur, Ini Deretan Fitur Baru dan HP yang Kebagian Pertama
  • Link Streaming dan Jadwal Lengkap Mobile Legends Timnas Indonesia di Kualifikasi Asian Games 2026
  • Prediksi AI Piala Dunia 2026: Prancis dan Argentina Berada di Garis Terdepan Calon Juara
  • Kecelakaan Maut di Bandung! Motor Terseret Bus Damri di Jalan Dr Djunjunan, Satu Korban Tewas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cegah Pelecehan Seksual oleh Tenaga Medis, Kemenkes Wajibkan Tes Kepribadian bagi Calon Dokter

By Aga GustianaMinggu, 20 April 2025 09:32 WIB2 Mins Read
Pencabulan
Kasus Pelecehan seksual. Foto: ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengambil langkah tegas untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual oleh tenaga medis dengan menerapkan tes kepribadian sebagai salah satu syarat menjadi dokter. Tes yang digunakan adalah Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI), yang bertujuan menyaring calon tenaga kesehatan dari sisi psikologis sejak awal.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa tes MMPI akan menjadi alat untuk mendeteksi potensi gangguan kepribadian yang tidak sesuai dengan nilai dan tanggung jawab profesi kedokteran.

“Kalau hasilnya menunjukkan ada kelainan psikologis dan tidak cocok untuk profesi dokter, maka akan kami tolak, meskipun nilai akademiknya bagus,” tegas Dante, Sabtu (19/4/2025).

Baca Juga: Miris! 19 TKI Diduga Dijebak Jadi PSK di Dubai, Jaringan Sesama WNI Terlibat

Baca Juga:  Dokter PPDS Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup Usai Diduga Perkosa Penunggu Pasien RSHS Bandung

Langkah ini merupakan respons atas meningkatnya kasus dugaan pelecehan seksual oleh dokter terhadap pasien, termasuk kasus terbaru yang terjadi di Malang. Menurut Dante, tindakan seperti ini tidak hanya melanggar kode etik, tetapi juga mencederai sumpah profesi dan kepercayaan masyarakat terhadap dunia medis.

Baca Juga:  Diduga Lecehkan Keluarga Pasien, Polisi Amankan Dokter PPDS di RSHS Bandung

“Kegiatan apa pun, baik di dalam maupun di luar layanan medis, jika melanggar etika, akan kami tindaklanjuti secara tegas. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Selain tes kepribadian, Kemenkes juga memperkuat pendidikan kedokteran dengan penekanan lebih pada aspek moralitas dan etika profesi. Proses pengawasan dan pembinaan dokter akan dilakukan secara kolaboratif bersama Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), organisasi profesi, dan institusi pendidikan.

Baca Juga: Ribuan Nyawa Terancam Setiap Hari, Aksi Solidaritas untuk Palestina Serukan Keadilan untuk Gaza

Baca Juga:  Buntut Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Dokter PPDS, RSHS Buka Suara

Dante mengungkapkan bahwa Kemenkes tidak ragu memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran etik berat, termasuk pencabutan Surat Tanda Registrasi (STR) secara permanen bagi dokter yang terbukti melanggar. “Kalau STR dicabut, maka dia tidak bisa praktik lagi selamanya. Ini adalah bentuk nyata dari sanksi tegas kami,” ujarnya.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk memastikan bahwa tenaga medis tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter Kemenkes pelecehan seksual
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ramai Dicap Ilusi, Ini Deretan Kampus yang Masuk Daftar BEM Bersatu

Kecelakaan Maut di Bandung! Motor Terseret Bus Damri di Jalan Dr Djunjunan, Satu Korban Tewas

Kapolda Jabar Apresiasi Aksi Mahasiswa di DPRD Jabar Berjalan Tertib dan Kondusif

Gaduh Subsidi Sekolah Swasta Jabar: Klaim Pemprov Dibantah BMPS, Sebut Anggaran Tidak Masuk Akal

Krisis SPMB 2026 di Jabar Memanas! BMPS Sebut Sistem Semrawut dan Tak Transparan

Mahasiswa Bandung Raya Gelar Aksi Indonesia Darurat di DPRD Jabar, Bawa Replika Guillotine dan Tujuh Tuntutan

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.