Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Super Air Jet Buka Lagi Rute Bandung-Medan dan Bandung-Bali, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 17 September 2026 05:00 WIB

Borneo FC Dibikin Tak Berkutik! Dewa United Cetak Dua Gol di Menit 90+ dan Rebut Puncak

Kamis, 17 September 2026 04:00 WIB

Tak Cuma 3 Poin! Persib Bawa Pulang Bonus Rp883 Juta Usai Menang atas FC Seoul

Kamis, 17 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Super Air Jet Buka Lagi Rute Bandung-Medan dan Bandung-Bali, Cek Jadwal Lengkapnya
  • Borneo FC Dibikin Tak Berkutik! Dewa United Cetak Dua Gol di Menit 90+ dan Rebut Puncak
  • Tak Cuma 3 Poin! Persib Bawa Pulang Bonus Rp883 Juta Usai Menang atas FC Seoul
  • Menjelajah Kelezatan Karawang: 10 Wisata Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah
  • Rekomendasi Kuliner Legendaris Garut: 4 Tempat Makan Ikonik yang Wajib Dicoba
  • Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia
  • Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two
  • Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 17 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cegah Peredaran Obat Kedaluwarsa, DPRD Kota Bekasi Dorong Digitalisasi Sistem Peredaran Obat

By Aga GustianaSenin, 24 Maret 2025 11:30 WIB2 Mins Read
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Raden Eko Setyo Pramono. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dan pihak Puskesmas Rawa Tembaga. Rapat ini menyusul insiden pemberian obat penurun panas kedaluwarsa kepada 11 anak saat kegiatan imunisasi di Puskesmas tersebut.

Dorongan Digitalisasi Peredaran Obat

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Raden Eko Setyo Pramono, menyampaikan bahwa DPRD mendorong Dinkes untuk segera menerapkan sistem digitalisasi guna memantau peredaran obat di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

“Ini sangat penting karena menyangkut nyawa seseorang. Dengan sistem digital, data peredaran obat akan lebih terpantau dan risiko kesalahan dapat diminimalisir,” ujar Raden Eko.

Baca Juga:  Kasus TBC di Kota Bandung, Bekasi, hingga Kabupaten Bogor Masih Tinggi

Dampak Insiden terhadap Anak-Anak

Dalam insiden tersebut, dua dari 11 anak yang menerima obat kedaluwarsa mengalami efek samping. Satu anak mengalami diare, sementara anak lainnya mengalami ruam merah di kulit. Beruntung, kedua anak tersebut kini telah pulih sepenuhnya.

Penyebab Insiden

Menurut laporan Dinkes, obat yang kedaluwarsa itu sebenarnya sudah ditarik dari peredaran pada tahun 2022. Namun, karena masa kedaluwarsanya berakhir pada September 2023, obat tersebut kembali digunakan. Ketidaktertiban pencatatan manual menjadi salah satu penyebab utama insiden ini.

Baca Juga:  Dinilai Bukan Solusi, DPRD Kota Bekasi Ingin Alihkah BLT Jadi Lapangan Kerja Baru

“Sebagian obat yang seharusnya ditarik ternyata masih tersimpan di tas tenaga lapangan, yang kemudian terdistribusi tanpa terdeteksi. Laporan manual yang digunakan selama ini membuat proses pemantauan tidak efektif,” jelas Raden Eko.

Komitmen untuk Pengawasan Lebih Ketat

DPRD Kota Bekasi berharap sistem digitalisasi dapat segera diimplementasikan untuk memastikan pengawasan obat-obatan menjadi lebih ketat dan transparan.

“InsyaAllah, dengan sistem ini, kejadian serupa tidak akan terulang. Kami akan terus memantau dan berkoordinasi dengan Dinkes untuk memastikan sistem ini berjalan optimal,” tegas Raden Eko.

Baca Juga:  Pemprov dan DPRD Jabar Setujui APBD 2025

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir berobat ke Puskesmas. DPRD berkomitmen untuk terus mengawasi dan mengevaluasi langkah-langkah perbaikan yang dilakukan Dinkes demi memastikan keselamatan pasien.

Dengan adanya sistem digital yang terintegrasi, diharapkan Kota Bekasi dapat mengelola stok obat secara lebih akurat, meminimalkan risiko human error, dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Kota Bekasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Super Air Jet Buka Lagi Rute Bandung-Medan dan Bandung-Bali, Cek Jadwal Lengkapnya

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak

Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia

DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.