bukamata.id – Dampak musim kemarau berkepanjangan turut dirasakan oleh salah satu destinasi wisata alam unggulan di Jawa Barat. Volume air di danau Kawah Putih terpantau mengalami penurunan drastis hingga memicu perhatian publik setelah rekaman videonya beredar luas di berbagai platform media sosial pada Kamis (22/10/2026).
Berdasarkan pantauan visual, genangan air danau kini menyusut ke bagian tengah, sementara sebagian besar area tepiannya tampak mengering dan memunculkan retakan-retakan tanah di atas batuan kapur.
Menanggapi fenomena alam tersebut, pihak manajemen pengelola membenarkan adanya surut debit air yang menjadi siklus rutin setiap kali musim kemarau tiba. Pengelola Kawah Putih, Budi Kawal, menyebutkan bahwa persentase penyusutan air danau saat ini diperkirakan mencapai kisaran 40 persen.
“Untuk kemarau panjang ini, kondisi situasi kondisi Kawah Putih untuk sementara, dananya surut. Untuk surutnya diperkirakan 40 persen,” ujar Budi Kamis (22/10/2026).
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa suplai air utama di Kawah Putih sangat bergantung pada intensitas curah hujan harian. Oleh sebab itu, penurunan volume air menjadi hal yang lumrah manakala musim kemarau melanda wilayah tersebut dalam waktu lama.
“Kebetulan Danau Kawah Putih itu sebenarnya bersumbar pada hujan, jadi kalau musim hujan bisa naik kembali airnya gitu,” katanya.
Meskipun gejala penyusutan air ini terpantau telah berlangsung sejak paruh tahun lalu atau sekitar enam bulan ke belakang, pihak pengelola memastikan hal tersebut sama sekali tidak berdampak buruk terhadap tingkat kedatangan pelancong.
Sebaliknya, area tepian danau yang kini mengering justru dimanfaatkan oleh para pelancong sebagai latar belakang swafoto yang tidak biasa dibandingkan hari-hari normal biasanya.
“Untuk kunjungan sementara alhamdulillah enggak ada penurinan. Karena yang dulunya berfoto di tepian air, sekarang jadi ada daratan gitu kan. Jadi spot foto baru lah bagi pengunjung,” jelasnya.
Hingga saat ini, angka kunjungan wisatawan ke destinasi wisata vulkanik tersebut terpelihara dalam tren yang stabil. Lonjakan pengunjung umumnya baru akan terlihat secara signifikan tatkala akhir pekan tiba.
“Untuk jumlah mah masih stabil sih. Hari ini di angka sekitar 600-an lah. Kalau akhir pekan di atas 1.500 lah, di atas akhir pekan. Artinya walaupun ada penurunan debit air, wisatawan tuh masih terus stabil,” ungkapnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










