Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Sudirman Street Food

Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 02:00 WIB

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 01:00 WIB

Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan

Sabtu, 10 Oktober 2026 21:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan
  • Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
  • Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dampak Psikis Korban Kekerasan Seksual Anak di Sukabumi Kian Mengkhawatirkan, Kini Alami Halusinasi

By Aga GustianaJumat, 26 Juni 2026 13:42 WIB3 Mins Read
Pelecehan Seksual
Kasus pelecehan seksual. Foto: ilustrasi/Shutterstock/Peter Leee
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dampak psikologis yang mendalam pasca-kasus kekerasan seksual menimpa seorang siswi kelas 3 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Bocah malang yang menjadi korban tindakan asusila oleh teman sebayanya tersebut kini dilaporkan mengalami trauma hebat hingga menunjukkan gejala halusinasi di kesehariannya.

Kondisi memprihatinkan ini dibeberkan langsung oleh Evelin Aprilianti selaku kuasa hukum keluarga korban, usai mendatangi rumah kediaman kliennya pada Kamis (25/6/2026). Evelin menjelaskan bahwa ingatan kelam dari peristiwa tersebut terus membayangi pikiran sang anak.

“Kondisi anak korban saat ini dalam kondisi yang menurut saya cukup perlu pendampingan psikologis, yaitu karena efek daripada terjadinya tindakan tersebut berdampak kepada trauma psikologis. Yang saya khawatirkan adalah takutnya trauma ini berkepanjangan,” ujar Evelin, Jumat (26/6/2026).

Merujuk pada pantauan tim hukum di lokasi, guncangan mental yang dialami korban mulai memengaruhi pola istirahatnya. Anak perempuan yang masih di bawah umur tersebut dilaporkan sering mengigau di malam hari dan berhalusinasi melihat visualisasi yang menakutkan.

“Gambaran secara umumnya, anak sudah mengalami halusinasi. Dia bicara sih setiap tidur bermimpi didatangi hantu, kemudian kaki-kakinya dipegang,” ungkap Evelin.

Walau dalam keseharian korban masih terbilang responsif jika diajak berdialog, Evelin menyoroti adanya memori yang melekat kuat pada momen kelam di area perkebunan. Munculnya halusinasi itu disinyalir ikut dipicu oleh adanya rekaman visual saat insiden memilukan tersebut berlangsung.

“Secara komunikasi, alhamdulillah baik, ya. Anaknya cukup komunikatif, responsif juga. Hanya saja, ada beberapa yang saya garis bawahi nih, dari halusinasi tersebut, kemudian adanya tontonan tanda kutip tindakan tersebut gitu, yang mengingatkan memori kepada anak saat terjadi kemarin,” paparnya.

“Anak masih sangat ingat, di ingatannya itu terjadinya saat kejadian di kebun. Nah, itu yang menjadi concern untuk pendampingan secara lebih intens,” sambung Evelin.

Desakan Bantuan Psikiater untuk Pemulihan Jangka Panjang

Melihat penurunan stabilitas mental korban yang cukup signifikan, pihak kuasa hukum mendesak adanya keterlibatan tenaga medis yang lebih ahli. Penanganan korban dinilai tidak bisa lagi bertumpu pada psikolog semata, melainkan memerlukan intervensi langsung dari psikiater guna meredam dampak trauma permanen.

“Tentunya ini kita membutuhkan pendampingan psikolog dan psikiater, jika itu tidak cukup hanya di psikolog saja. Psikiater untuk bagaimana menanggapi responsif anak terhadap trauma yang sudah terjadi. Karena ini efeknya mungkin saja tidak hanya 1-2 bulan, tapi akan seterusnya,” tegasnya.

Sebagai informasi, kasus pelik ini menyeret tiga orang terduga pelaku yang semuanya masih dikategorikan anak di bawah umur. Salah satu pelaku merupakan pelajar SMP yang diduga menginisiasi sekaligus merekam aksi tersebut, sedangkan dua pelaku lainnya masih duduk di bangku SD. Hingga saat ini, proses hukum perkara tersebut tengah bergulir dan ditangani secara intensif oleh Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.