Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Indonesia vs Mozambik: Skuad Garuda Menang Tipis, Ranking FIFA Berpeluang Naik Lagi

Rabu, 10 Juni 2026 08:10 WIB

Pertamax Naik Telak Hampir Rp4.000 Per Liter! Cek Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 06:52 WIB
Ole Romeny

Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik

Rabu, 10 Juni 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Indonesia vs Mozambik: Skuad Garuda Menang Tipis, Ranking FIFA Berpeluang Naik Lagi
  • Pertamax Naik Telak Hampir Rp4.000 Per Liter! Cek Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Hari Ini
  • Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik
  • STY Bocorkan Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija, Bek Persib Ikut Disinggung
  • PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Dituding Anti-Islam oleh Warga Jakarta Gara-Gara Ganti Nama RS, Ini Respons Tegasnya

By Aga GustianaJumat, 4 Juli 2025 13:44 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Redaksi/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons sorotan publik terkait perubahan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan di Kabupaten Bandung menjadi RS Welas Asih. Tak hanya dikritik, Dedi bahkan disebut anti-Islam oleh sejumlah pihak yang mayoritas berasal dari luar Jawa Barat.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Jumat (4/7/2025), Dedi menyebut bahwa sebagian besar kritik justru datang dari mereka yang tinggal di Jakarta.

“Hari ini saya sangat bahagia karena banyak sekali para pengamat, aktivis, enggak tahu influencer, enggak tahu buzzer, pokoknya mereka rata-rata memberikan otokritik terhadap seluruh kebijakan yang diambil oleh Pemprov Jabar, dan mereka itu rata-rata domisilinya di Jakarta,” ujar Dedi.

Ia menanggapi kritik tersebut dengan nada santai namun tegas, menyebut bahwa perhatian dari warga luar daerah sebetulnya mencerminkan kepedulian terhadap Jawa Barat.

Baca Juga:  Wagub Jabar Sindir Sekda, Pakar: Ini Tanda Kepemimpinan KDM Bermasalah

“Artinya bahwa banyak sekali yang domisilinya di Jakarta yang begitu mencintai Jawa Barat, mungkin mereka ingin juga tinggal di Jawa Barat,” katanya dengan tersenyum.

Namun yang menjadi sorotan utama adalah tudingan yang diarahkan padanya karena mengganti nama rumah sakit yang sebelumnya mengandung unsur islami.

“Hari ini yang paling banyak dibicarakan oleh mereka dan dikritisi, bahkan saya dianggap sebagai orang yang anti-Islam. Ini menarik banget, dan itu adalah tentang perubahan nama rumah sakit dari Al Ihsan menjadi Welas Asih,” jelasnya.

Dedi menjelaskan bahwa pergantian nama tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari transformasi nilai dan semangat pelayanan kesehatan. Ia juga menegaskan bahwa makna “Welas Asih” tak kalah sakral dengan “Al Ihsan”.

“Al Ihsan kalau dibahasa kita kan artinya kebaikan, Welas Asih kalau dibahasa Arab Arrahman Arrahim,” ucapnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ungkap Masalah Akut Anak Jabar: Dari Penjualan Bayi hingga 'Janji Satu Darah' Remaja

Lebih jauh, Dedi membeberkan latar belakang hukum yang melandasi perubahan nama RS tersebut. Ia mengungkap bahwa rumah sakit itu sejatinya merupakan barang bukti dalam kasus korupsi yang melibatkan Yayasan Al Ihsan dan telah diputus oleh Mahkamah Agung pada 2023.

“Bahwa rumah sakit itu merupakan barang bukti yang dikembalikan berdasarkan putusan Mahkamah Agung tahun 2023. Barang bukti itu merupakan sitaan pengadilan atas kasus korupsi Yayasan Al Ihsan,” tutur Dedi.

Ia pun mempertanyakan sikap para pengkritik yang diam saat kasus korupsi mencoreng nama yayasan tersebut.

“Saya sebagai orang awam tentunya sangat bertanya, pertanyaannya adalah kenapa saat nama Al Ihsan yang sangat sakral itu digunakan tindak pidana korupsi, lantas para aktivis atau orang-orang yang sangat mencintai agama itu kok diam saja waktu itu?” tandasnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Targetkan Pertengahan Juni Bahas Teknis Reaktivasi Bandara Husein

Sebelumnya, keputusan perubahan nama RS Al Ihsan menjadi RS Welas Asih telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur tertanggal 19 Juni 2025. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari rebranding dan penguatan identitas pelayanan kesehatan berbasis nilai lokal.

“Sebetulnya ini merupakan tindak lanjut arahan dari Pak Gubernur. Beliau berharap rumah sakit Al Ihsan berubah menjadi Rumah Sakit Welas Asih,” ujar Zidney Fahmidyan, Analis Hukum Ahli Pertama RSUD Al Ihsan, Rabu (2/7/2025).

Menurut Zidney, proses administrasi sudah hampir rampung dan saat ini rumah sakit tengah menyelesaikan tahap akhir pelaksanaan di lapangan.

“Tinggal pelaksanaan dan persiapan di lapangan yang berjalan menuju 100 persen,” tambahnya.

Nama “Welas Asih” dipilih karena dinilai merepresentasikan nilai-nilai kasih sayang, kelembutan, dan empati—nilai yang diharapkan menjadi semangat utama dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

antiislam Dedi Mulyadi Gubernur Jabar isu agama jawa barat kontroversi nama RS pengamat Jakarta RS Al Ihsan RS Welas Asih
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Komisi II DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kualitas Peternak Lewat Bimtek Ternak Domba di Cirebon

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.