Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Kode Redeem Free Fire Terbaru 30 Mei 2026: Klaim Hadiah Langka Sekarang!

Sabtu, 30 Mei 2026 06:00 WIB
Bansos

Resmi Berjalan! Penyaluran PKH BPNT Mei 2026 Bikin Warga Cek NIK KTP

Sabtu, 30 Mei 2026 05:00 WIB

Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok

Sabtu, 30 Mei 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Kode Redeem Free Fire Terbaru 30 Mei 2026: Klaim Hadiah Langka Sekarang!
  • Resmi Berjalan! Penyaluran PKH BPNT Mei 2026 Bikin Warga Cek NIK KTP
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Resmi! Jadwal PKH 2026 Sudah Terungkap, Ini Cara Cek Lewat HP
  • Puaskan Lidah di Purwakarta: 3 Destinasi Kuliner Legendaris yang Wajib Disambangi
  • Hidden Gem Baru di Bogor: Menemukan Ketenangan di Lereng Gunung Salak
  • Anti-Ribet! 3 Rekomendasi Wisata Ramah Keluarga di Cimahi & Bandung Barat Gratis
  • Rumor Transfer Persib Bandung: Siapkan Rp20 Miliar demi Bintang Eropa!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 30 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Dorong Reformasi Rekrutmen Mahasiswa Kedokteran dan Beasiswa Spesialis

By Aga GustianaSabtu, 23 Agustus 2025 07:34 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: Dok Humas Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan perlunya pembaruan sistem penerimaan mahasiswa kedokteran serta peningkatan kualitas pendidikan spesialis demi melahirkan tenaga medis yang berkompeten dan berintegritas tinggi.

Hal tersebut ia sampaikan usai menghadiri Seminar Nasional Pencegahan Perundungan, Gratifikasi, Korupsi, dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Lingkungan Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang digelar di Aula Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Jumat (22/8/2025).

“Dunia kedokteran itu harus dikembalikan dari rekrutmen mahasiswanya. Jadi mahasiswa standarnya kecerdasan. Kecerdasan itu ada dua, ya, secara akademis dia mumpuni dan dari sisi emosional baik,” ujar Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM.

Ia menambahkan, proses seleksi calon mahasiswa kedokteran seharusnya berbeda dengan jurusan lain. “Seleksi kedokteran serupa ketika masuk akademi kepolisian, akademi angkatan laut, angkatan darat, atau angkatan udara, yang sangat beda karena memiliki peran dan fungsi berhubungan dengan layanan dan nyawa manusia,” imbuhnya.

Baca Juga:  Remaja Bandung Jadi Korban TPPO ke Kamboja, Dedi Mulyadi Siapkan Langkah Tegas

Rekrutmen Harus Bebas dari Faktor Ekonomi

Menurut KDM, seorang dokter memegang peran besar karena setiap keputusan medis berhubungan langsung dengan hidup dan mati pasien. Oleh sebab itu, ia menolak jika rekrutmen calon mahasiswa hanya didasarkan pada latar belakang ekonomi keluarga.

“Keputusan-keputusannya itu menentukan hidup dan matinya manusia. Jadi tidak boleh lagi rekrutmen calon mahasiswa itu hanya didasarkan pada kemampuan ekonomi orang tuanya, kan itu yang pertama,” tegasnya.

Dukungan untuk Dokter di Daerah

Dedi juga menyoroti perlunya dukungan nyata dari pemerintah terhadap tenaga medis yang telah mengabdi di pelosok daerah.

“Pemerintah harus mengangkat dokter yang memiliki rekam jejak pengabdian yang sangat baik bagi negara, lalu memfasilitasi mereka menempuh pendidikan spesialis. Selama menjadi dokter spesialis pun mereka harus tetap menjalankan tugas melayani masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Kekuatan Perempuan Terpadu, PIRA Jabar Siap Menangkan Pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan

Selain itu, ia menekankan pentingnya pengalaman kerja lapangan bagi calon dokter spesialis. Menurutnya, pengalaman praktik langsung dapat mengasah kepekaan seorang tenaga medis.

“Manusia itu bukan hanya dibentuk oleh sekolah akademik, tetapi juga oleh pengalaman kerja. Pengalaman itu penting untuk mengasah kepekaan seorang dokter,” jelasnya.

Kesehatan sebagai Ilmu Pencegahan

Lebih jauh, ia menilai paradigma kesehatan di Indonesia masih terlalu berorientasi pada pengobatan, padahal pencegahan jauh lebih utama.

“Ilmu kesehatan itu seharusnya ilmu hulu, bukan ilmu hilir. Selama ini kita memahami kesehatan hanya sebatas puskesmas dan rumah sakit. Padahal yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan manusia yang sehat,” ujarnya.

Program Beasiswa Kedokteran

Dalam kesempatan itu, Dedi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menjalankan program beasiswa bagi calon dokter spesialis. Program ini juga melibatkan kerja sama dengan Universitas Padjadjaran.

Baca Juga:  Lewat Dedi Mulyadi, Kepala Sekolah SMK Lingga Kencana Depok Sampaikan Permohonan Maaf pada Keluarga Korban

“Beasiswa sudah berjalan. Tahun ini Unpad ada 10 penerima. Saya sudah meminta Dinas Kesehatan untuk mulai menyeleksi dokter-dokter di kabupaten/kota, puskesmas, dan rumah sakit untuk ikut program spesialis tahun depan,” paparnya.

Seleksi beasiswa tersebut dilakukan terbuka, dengan mempertimbangkan kemampuan akademik, kecerdasan emosional, dan rekam jejak pengabdian. Para penerima beasiswa nantinya diwajibkan kembali bertugas di daerah asal, terutama wilayah yang masih kekurangan tenaga dokter spesialis.

“Harus balik lagi ke daerah asalnya dan prioritas adalah di daerah-daerah yang di daerah itu kekurangan dokter spesialis. Problem dari RSUD semuanya adalah dokter spesialis,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Beasiswa dokter spesialis Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat Kesehatan Jawa Barat Pendidikan kedokteran Rekrutmen mahasiswa kedokteran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Resmi Berjalan! Penyaluran PKH BPNT Mei 2026 Bikin Warga Cek NIK KTP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Resmi! Jadwal PKH 2026 Sudah Terungkap, Ini Cara Cek Lewat HP

Duka Haji 2026! Dua Jamaah Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci

sapi

Sapi Kurban Prabowo Bikin Melongo: Niat Berbagi atau ‘Pencitraan’ Pakai Uang Pajak?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

PKH BPNT 2026 Mulai Cair, Nama Anda Masih Terdaftar? Cek di Sini

Bus dari Cicaheum Mulai Beroperasi di Leuwipanjang, Penumpang Mengaku Lebih Nyaman

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.