Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Sekadar Meme! Ini Sejarah Kopo Bandung yang Kini Jadi Sorotan Warganet

Minggu, 5 April 2026 13:48 WIB

Real atau Settingan? Video 7 Menit ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Viral, Netizen Ramai Cari Part 2

Minggu, 5 April 2026 12:01 WIB

Stadion Padang Full, Klok Malah Tantang Lawan: Kami Datang untuk Menang!

Minggu, 5 April 2026 11:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekadar Meme! Ini Sejarah Kopo Bandung yang Kini Jadi Sorotan Warganet
  • Real atau Settingan? Video 7 Menit ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Viral, Netizen Ramai Cari Part 2
  • Stadion Padang Full, Klok Malah Tantang Lawan: Kami Datang untuk Menang!
  • Tolak Beri Uang Tambahan, Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Diduga Dikeroyok Preman
  • Sok Kuasa! Akses Jalan Perumahan Ditutup Paksa, Ngaku Tanah Pribadi Padahal Fasum!
  • Kode Redeem Free Fire 5 April 2026: Klaim Skin Senjata, Emote Langka hingga Voucher Diamond Gratis
  • Big Match Liga Italia! Inter Waspada, Roma Datang dengan Striker Tersubur Serie A
  • Hodak Kirim Peringatan: 9 Final Menanti, Persib Harus Menang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 5 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dialog Kunci Redam Resistensi Penataan Bandung Raya, Rafael Situmorang Usulkan Anggaran Pro-Rakyat

By Putra JuangJumat, 12 Desember 2025 20:40 WIB2 Mins Read
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Rafael Situmorang. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat memberikan tanggapan terkait rencana program penanganan banjir komprehensif yang disampaikan oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Program tersebut mencakup penataan kawasan, termasuk wilayah Bandung Raya, yang diakui dapat memicu resistensi masyarakat.

Kunci Sukses: Dialog dan Anggaran Pro-Rakyat

Menanggapi pernyataan tersebut, Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang menyoroti bahwa kunci utama dalam melaksanakan kebijakan penataan yang berpotensi menimbulkan resistensi adalah melalui dialog untuk mencari solusi terbaik atau jalan tengah.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Siap Hadapi Gugatan, Klaim Kebijakan Rombel Sudah Teruji

Rafael mencontohkan keberhasilan pendekatan ini di Kabupaten Subang. Di kawasan Ciater, banyak warga yang berjualan di area milik PT Perkebunan Nusantara (PT PN). Aspirasi warga yang terdampak penataan ini diterima dan ditindaklanjuti.

“Seperti saya sampaikan, intinya ada di dialog untuk mencari jalan tengah. Contohnya di Subang, di Ciater, banyak warga yang berjualan di area PT PN,” ucap Rafael Situmorang saat dihubungi, Jumat (12/12/2025).

Baca Juga:  Respons Cepat Hadapi Bencana, Pemprov Jabar Bangun 6 Pusat Komando Terpadu

“Kami menerima aspirasi warga, dan akhirnya di APBD dianggarkan penataan bagi mereka. Ini contoh solusi yang baik dan bisa diterapkan di tempat lain,” lanjutnya.

Contoh kasus di Subang ini menunjukkan bahwa resistensi masyarakat dapat diredam jika pemerintah daerah, melalui penganggaran di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), menyediakan solusi penataan yang mengakomodasi kebutuhan warga yang terdampak.

Prioritas dan Penataan Bandung Raya

Untuk diketahui sebelumnya, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa program penanganan banjir di Bandung Raya akan menyusul setelah rampungnya penanganan di kawasan Karawang, Bekasi, dan sebagian Kabupaten Bogor.

Baca Juga:  Cagub Dedi Mulyadi Janji Tambah Anggaran Dana Rutilahu

Namun, ia menegaskan bahwa penataan kawasan Bandung Raya tidak boleh ditunda, meski langkah-langkahnya sering kali menimbulkan reaksi negatif dari warga.

“Kalau kita ingin menyelesaikan banjir secara komprehensif, maka penataan harus dilakukan sekarang. Memang pada musim kemarau penataan akan menimbulkan reaksi dan perlawanan, tetapi ini harus ditempuh,” ujar Dedi Mulyadi, Rabu (10/12/2025).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi dialog penataan kawasan DPRD Jabar program penanganan banjir Jabar Rafael Situmorang resistensi penataan wilayah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Sekadar Meme! Ini Sejarah Kopo Bandung yang Kini Jadi Sorotan Warganet

Tolak Beri Uang Tambahan, Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Diduga Dikeroyok Preman

Sok Kuasa! Akses Jalan Perumahan Ditutup Paksa, Ngaku Tanah Pribadi Padahal Fasum!

Heboh! Benda Terbang Misterius Terlihat di Langit Lampung Timur, Warga Dengar Suara Ledakan

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Terpopuler
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.