bukamata.id – Euforia perayaan gelar juara Persib Bandung yang baru saja dirayakan lewat konvoi meriah pada Minggu (24/5/2026) mendadak terusik dengan kabar kurang sedap. Pelatih kepala, Bojan Hodak, dirumorkan akan segera meninggalkan kursi kepelatihan “Maung Bandung” musim depan.
Kabar ini mencuat tak lama setelah unggahan jurnalis olahraga internasional, Lorenzo Lepore, yang menyebut bahwa juru taktik asal Kroasia tersebut kemungkinan besar tidak akan melanjutkan kerja samanya dengan manajemen Persib.
“INFO EKSKLUSIF: Meski pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir berjalan positif, kini tampaknya Bojan Hodak tidak akan melanjutkan tugasnya di bangku pelatih Persib Bandung musim depan. Alasan di balik kemungkinan kepergian ini bukan berkaitan dengan urusan teknis, melainkan menyangkut kondisi pribadi sang pelatih asal Kroasia,” tulis Lorenzo di unggahan Instagram pribadinya @lorenzooleporee, dikutip Senin (25/5/2026).
Pertemuan Krusial Penentu Nasib
Dalam waktu dekat, Bojan Hodak dijadwalkan duduk satu meja dengan Presiden Klub, Glenn Sugita, dan Advisor PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Stanley Bernard. Pertemuan ini disebut-sebut sebagai titik balik penentuan masa depan Hodak.
Hodak sendiri tidak membantah adanya pertemuan tersebut. “Setelah perayaan, saya punya agenda pertemuan dengan Pak Glenn dan Stanley,” ungkapnya singkat.
Sebelum bertolak untuk libur panjang akhir musim, Hodak juga dijadwalkan bertandang ke kediaman komisaris sekaligus tokoh sentral Persib, Umuh Muchtar, untuk melakukan makan malam bersama tim pada Senin (25/5/2026).
Bukan Soal Fasilitas, Tapi Alasan Pribadi?
Meski sebelumnya publik mengetahui adanya negosiasi alot mengenai peningkatan fasilitas latihan—yang sempat diakui Hodak sebagai salah satu poin penting dalam pembicaraan kontrak—rumor terbaru justru berbelok ke arah lain.
Jika manajemen Persib melalui Deputy CEO Adhitia Putra Herawan sudah berkomitmen penuh untuk membenahi infrastruktur (seperti rencana penggantian rumput stadion dan pembangunan fasilitas gym dalam rencana jangka panjang 30 tahun), namun muncul narasi berbeda dari pihak eksternal.
Jurnalis Lorenzo Lepore mengklaim dalam akun Instagram pribadinya bahwa kepergian Hodak tidak berkaitan dengan urusan teknis lapangan atau kurangnya fasilitas. Ia justru menyoroti adanya “kondisi pribadi” yang membuat sang pelatih mempertimbangkan langkah untuk hengkang.
Dilema “Pindah ke Mana?”
Manajemen Persib sendiri tampak tenang menanggapi isu ini. Adhitia Putra Herawan menekankan bahwa realitas sepak bola di Asia Tenggara memang memiliki keterbatasan. Ia bahkan memberikan sindiran halus bahwa sulit menemukan klub di Asia Tenggara dengan level profesionalisme di atas Persib, kecuali Johor Darul Ta’zim (JDT).
“Bojan paham situasinya. Persib sedang berproses menuju klub yang proper dengan perencanaan jangka panjang. Kami tidak ingin membangun sesuatu secara terburu-buru yang tidak berkelanjutan,” tegas Adhitia.
Kini, bobotoh hanya bisa menanti apakah makan malam dan pertemuan “tiga mata” tersebut akan menjadi perpisahan emosional, atau justru menjadi titik temu bagi Hodak untuk tetap menahkodai Persib di musim mendatang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









