bukamata.id – Euforia kemenangan Persib Bandung dalam perayaan juara musim 2025/2026 meninggalkan dampak besar bagi fasilitas publik di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan sedikitnya 35 taman kota mengalami kerusakan setelah ribuan Bobotoh turun ke jalan merayakan keberhasilan Maung Bandung.
Kerusakan tersebut terjadi usai rangkaian pesta juara dan konvoi besar-besaran yang berlangsung selama dua pekan terakhir di berbagai titik Kota Bandung.
Farhan Akui Hampir Semua Taman Kota Mengalami Kerusakan
Muhammad Farhan menyebut tingginya antusiasme masyarakat membuat sejumlah fasilitas publik tak mampu menahan lonjakan massa yang datang merayakan kemenangan Persib.
“Hampir semua 35 taman rusak, pasti rusak. Kita perbaiki lagi,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (25/5/2026).
Ia memastikan Pemerintah Kota Bandung akan segera melakukan perbaikan taman-taman yang terdampak agar bisa kembali digunakan masyarakat.
Perayaan Persib Disebut Jadi yang Terbesar dalam Beberapa Tahun Terakhir
Menurut Farhan, atmosfer perayaan juara Persib tahun ini jauh lebih besar dibanding musim-musim sebelumnya.
Hal itu tidak lepas dari keberhasilan Persib mencetak sejarah dengan meraih gelar juara secara beruntun yang memicu euforia luar biasa di kalangan Bobotoh.
“Pesta terbesar tahun ini dalam dua minggu berturut-turut,” katanya.
Ribuan pendukung Persib diketahui memadati jalan-jalan utama Kota Bandung, taman kota, flyover, hingga ruang publik lainnya sejak Persib memastikan gelar juara.
Taman Kota Jadi Titik Konsentrasi Bobotoh
Sejumlah taman kota yang biasanya menjadi ruang rekreasi warga berubah menjadi pusat keramaian saat pesta juara berlangsung.
Banyak Bobotoh memanfaatkan area taman sebagai lokasi berkumpul, menonton bersama, hingga merayakan kemenangan dengan flare, bendera, dan konvoi kendaraan.
Namun tingginya jumlah massa menyebabkan berbagai fasilitas taman mengalami kerusakan, mulai dari rumput taman, lampu penerangan, kursi publik, pagar pembatas, hingga area pedestrian.
Pemkot Bandung Minta Maaf kepada Warga
Selain kerusakan taman, Pemerintah Kota Bandung juga menyoroti kemacetan dan gangguan aktivitas warga selama konvoi berlangsung.
Farhan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama perayaan berlangsung.
“Saya terpaksa menertibkan beberapa pihak. Parkir sembarangan, menghalangi jalan, itu saya mohon maaf sekali kepada warga,” ujarnya.
Euforia Besar, Tantangan Besar
Perayaan Persib juara musim ini memang menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Kota Bandung. Namun di balik kemeriahan tersebut, muncul tantangan besar terkait pengelolaan keramaian dan perlindungan fasilitas publik.
Pemerintah kini dihadapkan pada pekerjaan rumah untuk memperbaiki infrastruktur kota sekaligus mengevaluasi pola pengamanan dan pengaturan massa dalam perayaan besar di masa mendatang.
Meski demikian, banyak pihak menilai tingginya antusiasme Bobotoh juga menjadi bukti kuatnya kecintaan masyarakat Bandung terhadap Persib Bandung sebagai identitas kebanggaan kota.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








