Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Ketipu! BLT Kesra Rp900 Ribu Oktober 2026 Belum Ada Jadwal Cair

Senin, 26 Oktober 2026 01:00 WIB

Drama Pakansari! Gol Adam Alis di Menit 90+1 Selamatkan Persib dari Hasil Imbang

Minggu, 25 Oktober 2026 21:26 WIB

Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar

Minggu, 25 Oktober 2026 21:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Ketipu! BLT Kesra Rp900 Ribu Oktober 2026 Belum Ada Jadwal Cair
  • Drama Pakansari! Gol Adam Alis di Menit 90+1 Selamatkan Persib dari Hasil Imbang
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Dibuang ke Panti tapi Public Speaking-nya Bikin Kagum, Ini Sosok Mbah Suharyono
  • Nyawa Melayang Usai Bela Rekan, Kisah Pilu FR Korban Pengeroyokan Pasar Caringin
  • Cuma Butuh 15 Menit, Peralta Bikin Garudayaksa Tertunduk
  • Klok dan Thom Haye Dicadangkan! Ini Line Up Mengejutkan Persib vs Garudayaksa
  • 7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Diduga Drama Asmara, Mahasiswa Unisba Dikeroyok 15 Orang di Area Kampus

By SusanaRabu, 30 Juli 2025 19:20 WIB3 Mins Read
Foto/Ilustrasi Pengeroyokan. (inimassa.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aksi kekerasan terjadi di lingkungan Universitas Islam Bandung (Unisba). Seorang mahasiswa berinisial H menjadi korban pengeroyokan brutal oleh 15 mahasiswa lainnya pada Senin malam, 28 Juli 2025.

Insiden mengenaskan ini terjadi di bundaran Jalan Tamansari, area kampus Unisba, dan telah dilaporkan ke Polsek Bandung Wetan.

Korban ditemukan dalam kondisi babak belur dan berlumuran darah. Dari informasi yang dihimpun, kerabat korban, Dinda, mengatakan, H sebelumnya mendapatkan teror melalui pesan WhatsApp dari para pelaku hingga larut malam.

“Teman-teman korban menyarankan untuk menemui pelaku agar masalah selesai. Akhirnya, korban dan pelaku bertemu di kampus Unisba,” ujar Dinda saat dihubungi wartawan, Rabu (30/7/2025).

Namun pertemuan itu berujung petaka. Saat keduanya sedang berbicara, tiba-tiba belasan orang datang dan langsung mengeroyok H hingga tak sadarkan diri.

Baca Juga:  Dandan Riza Wardana Silaturahmi dengan Pimpinan Ponpes Sukamiskin, Kenang Sosok sang Ayah

“Pengeroyokan terjadi di bundaran Unisba, tanpa peringatan langsung dipukul,” lanjutnya.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka parah. Iga korban memar, tulang hidung patah, serta lecet pada tangan dan kaki. Saat ini H masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan telah menjalani operasi tulang hidung.

Dinda juga mengungkap dugaan motif di balik aksi kekerasan ini. “Terduga dalangnya adalah seorang perempuan. Dia tidak terima karena ditolak cintanya oleh korban. Jadi, karena sakit hati,” ungkapnya.

Kasus Sudah Dilaporkan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kapolsek Bandung Wetan AKP Bagus Yudo membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyatakan, kasus ini sudah dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga:  Rekomendasi Cafe Ala Korea di Bandung Cocok untuk Menikmati Liburan Akhir Pekan

“Benar, kami sudah menerima laporan dan kasus sedang kami tangani sesuai prosedur,” ujar AKP Bagus.

Unisba Tanggapi Tegas, Satgas Kekerasan Kampus Sudah Bertindak

Menanggapi insiden tersebut, pihak Universitas Islam Bandung (Unisba) menyampaikan sikap resmi. Dalam pernyataan tertulis, kampus menyebut telah mengambil sejumlah langkah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Berikut poin-poin resmi dari Unisba:

  1. Satgas PPKPT Unisba telah melakukan klarifikasi awal terhadap semua pihak terkait, termasuk korban, pelaku, dan para saksi.
  2. Satgas berkoordinasi dengan penyidik Polsek Bandung Wetan serta menjalin komunikasi dengan keluarga korban dan pelaku.
  3. Kasus ini telah mendapat penanganan lanjutan baik dari aparat penegak hukum maupun internal kampus.
  4. Penanganan dilakukan dengan merujuk pada aturan hukum nasional dan peraturan internal Unisba.
  5. Pihak kampus mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai informasi di media sosial yang bersifat desas-desus dan belum terverifikasi.
  6. Proses penanganan kasus ini sedang berjalan secara objektif, cermat, dan profesional.
Baca Juga:  Waduh, Kualitas Udara Kota Bandung Mendekati Kategori Tidak Sehat

Komitmen Kampus untuk Lingkungan Aman dan Bebas Kekerasan

Unisba menegaskan komitmennya terhadap lingkungan pendidikan yang aman, bebas kekerasan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Langkah tegas akan diambil terhadap siapapun yang terbukti melanggar aturan, termasuk melalui mekanisme internal dan hukum yang berlaku.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung pengeroyokan Unisba
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Ketipu! BLT Kesra Rp900 Ribu Oktober 2026 Belum Ada Jadwal Cair

Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar

PENUSUKAN

Nyawa Melayang Usai Bela Rekan, Kisah Pilu FR Korban Pengeroyokan Pasar Caringin

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP

PENUSUKAN

Petang Berdarah di Pasar Induk Caringin! Polisi Buru 30 Penyerang

Cuma Gara-gara Dikira Melirik Pacar, Remaja di Garut Todongkan Golok!

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.