Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jejak Aiswarya Rai Terulang? Gede Aiswarya Bikin Indonesia Gempar di Mister Internasional!

Senin, 28 September 2026 15:23 WIB

Aksi Gila Inces Syahrini di Pestapora 2026! 7 Tahun Vakum Langsung Bagi-bagi Dollar ke Penonton!

Senin, 28 September 2026 15:02 WIB

Sungai Cijanggel Meluap, Rumah Warga di Cisarua KBB Hancur Lebur Disapu Banjir Bandang

Senin, 28 September 2026 14:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jejak Aiswarya Rai Terulang? Gede Aiswarya Bikin Indonesia Gempar di Mister Internasional!
  • Aksi Gila Inces Syahrini di Pestapora 2026! 7 Tahun Vakum Langsung Bagi-bagi Dollar ke Penonton!
  • Sungai Cijanggel Meluap, Rumah Warga di Cisarua KBB Hancur Lebur Disapu Banjir Bandang
  • Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi
  • Pengakuan Dirjen PAS soal Temuan Miras di Lapas Cibinong, Milik Pribadi Kasi Kamtib?
  • Kode Keras Adam Alis Bikin Bobotoh Heboh, Kevin Ray Mendoza Dirumorkan Balik ke Persib
  • Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar
  • Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dinilai Baik, Ekonom Dorong Pengelolaan Pangan Era Soeharto Kembali Diterapkan

By Putra JuangSabtu, 27 Juli 2024 15:27 WIB2 Mins Read
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Prof. Didin. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengelolaan pangan di era Presiden Soeharto didorong untuk kembali diterapkan demi mengatasi masalah ketimpangan yang saat ini terjadi di Indonesia.

Begitu disampaikan Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Prof. Didin dalam kegiatan Sekolah Demokrasi bertajuk ‘Ekonomi Politik Indonesia’ melalui Zoom Meeting, Sabtu (27/7/2024).

Menurutnya, Bulog sudah menjalankan operasi pengendalian harga dengan sangat baik selama era Soeharto.

“Instrumen-instrumen untuk mengoreksi ketimpangan ini yang harus diperbaiki antara lain Bulog, kembali ke zaman Soeharto menurut saya, instrumen stabilitas pangan dan ini mengatur bukan hanya beras waktu itu minimal 9 bahan pokok,” ucap Prof. Didin.

Didin menilai, peran Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) saat ini sering kali terjadi konflik.

“Bulog itu hanya operator. Jadi terjadi konflik bahkan Bapanas itu memanipulasi data untuk import bahkan kemarin ada lembaga yang menduga bahwa Bulog dan Bapanas itu justru ada harga mark up untuk import ada dugaan,” katanya.

Menurutnya, smasa Orde Baru, Bulog bertugas sebagai penyangga pasokan dan harga kebutuhan pangan nasional.

“Jadi kalau bulog zaman dulu, itu adalah instrumen stabilitas bukan hanya pangan tapi juga ekonomi dan akhirnya juga ke politik,” ujarnya.

Kemudian, instrumen lainnya yang perlu diperbaiki adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Didin pun mendorong KPK untuk kembali menjalankan perannya sebagai lembaga independen.

“KPK kembali ke Undang-undang lama. Menurut saya harus kembali KPK sebagai instrumen karena sekarang kebocoran yang terjadi itu sudah sangat besar sekali, menurut penelitian saya itu sudah di atas rata rata orde baru 40 persen,” jelasnya.

“Oleh karena itu KPK harus menjadi komisi negara yang independen kembali,” lanjutnya.

Didin juga turut menyoroti peran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang saat ini masih sangat lemah.

“KPPU yang sekarang masih lemah posisinya itu mencegah kartelisasi seperti KPK, punya kemampuan untuk menyadap dan lain sebagainya,” ucapnya.

Didin mengatakan, peran KPPU ini salah satunya adalah untuk mengurangi ketimpangan dalam rangka mencapai pemerataan dan adil makmur untuk semua pihak.

“KPPU ditargetkan menyehatkan pasar dan para pelaku ekonominya serta mencegah kartelisasi dan oligarki ekonomi dan jadi penopang pemerintah dalam mendorong pelaku ekonomi jadi pemain industrial yang efisien dan inovatif,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sungai Cijanggel Meluap, Rumah Warga di Cisarua KBB Hancur Lebur Disapu Banjir Bandang

Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi

Pengakuan Dirjen PAS soal Temuan Miras di Lapas Cibinong, Milik Pribadi Kasi Kamtib?

gempa

Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar

Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini

Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.