Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lelah Bukan Alasan! Marc Klok Minta Persib Habis-habisan di Jatidiri

Minggu, 8 November 2026 12:01 WIB

Apes! Veda Ega Pratama Kedelapan di Kualifikasi, tapi Terlempar ke Start ke-14

Minggu, 8 November 2026 11:56 WIB

Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung

Minggu, 8 November 2026 11:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lelah Bukan Alasan! Marc Klok Minta Persib Habis-habisan di Jatidiri
  • Apes! Veda Ega Pratama Kedelapan di Kualifikasi, tapi Terlempar ke Start ke-14
  • Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung
  • Hilang Kontak Hampir Sebulan, PMI Cililin Diduga Korban TPPO Akhirnya Ditemukan
  • 10 Laga dalam 30 Hari! Igor Tolic Ungkap Kondisi Persib Jelang Lawan Java United
  • Harga Emas Antam Hari Ini Diam di Rp2,5 Juta, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?
  • Tumbuh Jauh dari Azan, Bobotoh Cilik Ini Justru Khatam 30 Juz di Usia 9 Tahun
  • Bansos Salah Sasaran? Begini Cara Lapor Lewat Fitur Sanggah Aplikasi Kemensos!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 8 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dipastikan Aman, Bey Minta Warga Ujungberung Tak Tolak Nyamuk Wolbachia

By SusanaSenin, 27 November 2023 17:05 WIB2 Mins Read
Lakukan uji coba nyamuk Wolbachia di lima kota, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggelontorkan dana senilai Rp16 miliar. (Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penyebaran nyamuk Wolbachia oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang telah disebarkan di Ujung Berung ini sudah dipastikan aman.

Untuk itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin meminta warga Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung tidak menolak penyebaran nyamuk Wolbachia.

Menurut Bey, Wolbachia merupakan sebuah cara pemerintah pusat untuk mengurangi keberadaan nyamuk Demam Berdarah (DBD).

“Kami berharap tidak ada penolakan. Sebetulnya tujuan nya baik untuk kita semua kan,” ujar Bey di Bandung, Senin (27/11/2023).

Selain itu, Bey mendorong agar Pemerintah Kota Bandung melalui puskesmas bisa turut mensosialisasikan ke masyarakat bahwa nyamuk Wolbachia merupakan salah satu cara yang bisa menekan kasus DBD dalam kondisi seperti saat ini.

Baca Juga:  Pemkab Purwakarta Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2024

“Nanti melibatkan Puskesmas diberitakan bahwa ini aman. Bukan sesuatu yang membahayakan, justru mengamankan kita untuk kedepannya,” ucapnya.

Bey menambahkan, Kecamatan Ujungberung sendiri dipilih oleh Kementerian Kesehatan karena beberapa alasan.

Namun, dia memastikan nantinya akan ada evaluasi dari pemerintah pusat.

“Ini sosialisasinya untuk semua. Dengan cara bertahap sesuai dengan kebutuhan,” kata dia.

Baca Juga:  Jelang Nataru, Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Anhar Hadian mengatakan, bintik nyamuk Wolbachia sudah disebarkan di Kecamatan Ujungberung.

Penyebaran dilakukan di Ujungberung karena dinilai sebagai daerah paling tinggi kasus DBD.

“Jadi bibit Wolbachia sudah disebar di Ujungberung. Ini masih percobaan, dilakukan beberapa waktu kemarin. Kenapa di sana? karena kasusnya banyak,” kata Anhar.

Dia menambahkan, dampak dari penyebaran Wolbachia di Kota Bandung sendiri tidak bisa dirasakan dalam tiga atau enam bulan.

Baca Juga:  Piala Liga 1 Dipajang di Gedung Sate, Bey Machmudin: Itu Milik Persib

Menurutnya, dampaknya dirasakan hingga satu tahun ke depan. Namun evaluasi dari penyebaran program ini terus dilakukan.

“Jadi ini ada tim dari Kementerian Kesehatan yang melakukan evaluasi. Dampaknya apakah bisa menurunkan langsung kasus DBD belum bisa dirasakan dalam waktu dekat. Tahun depan,” kata dia.

Untuk diketahui, selain Kota Bandung, nyamuk Wolbachia juga turut disebarkan di beberapa daerah lain oleh Kementerian Kesehatan, ada di Jakarta Barat (DKI Jakarta), Semarang (Jawa Tengah), Bontang (Kalimantan Timur), dan Kupang (NTT).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung

Hilang Kontak Hampir Sebulan, PMI Cililin Diduga Korban TPPO Akhirnya Ditemukan

Ilustrasi video syur

Heboh 7 Versi Video Mesum Karyawati Pabrik di Jombang, Mantan Kekasih Diringkus Polisi!

Geger Balita 2 Tahun di Garut Diculik Mobil Avanza Putih, Polisi Buru Pelaku

Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?

Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.