Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Perluas Akses Rute Bandung-Jakarta, TRAVL Resmikan Titik Keberangkatan Baru di Jalan Diponegoro

Jumat, 25 September 2026 20:17 WIB

Belum Main di Persib, Athaya Zahran dan Kevin Dikirim ke PSGC Ciamis untuk Misi Ini

Jumat, 25 September 2026 20:03 WIB

Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box

Jumat, 25 September 2026 19:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Perluas Akses Rute Bandung-Jakarta, TRAVL Resmikan Titik Keberangkatan Baru di Jalan Diponegoro
  • Belum Main di Persib, Athaya Zahran dan Kevin Dikirim ke PSGC Ciamis untuk Misi Ini
  • Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Bolehkah Menggabung Niat Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Sunnah? Ini Penjelasan Fiqihnya
  • Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura FIFA ASEAN Cup 2026
  • Guruh Soekarnoputra Dikabarkan Kritis, Keluarga Gelar Doa Bersama
  • Jejak Asmara Sara Wijayanto & Demian: Dari Restui Waktu Hingga Akhirnya Ketok Palu?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 25 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Diperingati Setiap 29 April, Ini Sejarah dan Tujuan Hari Tari Sedunia

By Putra JuangRabu, 24 April 2024 11:47 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Menari. (Foto: pexels)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hari Tari Sedunia atau World Dance Day diperingati pada 29 April setiap tahunnya. Dipilihnya tanggal tersebut karena berasal dari hari lahir pembuat tari balet modern, Jean-Georges Noverre.

Dilansir dari laman Hima Psikologi UNY, peringatan World Dance Day dicetuskan oleh Komite Tari dari International Theatre Institute (ITI), yang bekerja sama dengan UNESCO dalam seni pertunjukkan.

Tujuan dari peringatan Hari Tari Sedunia adalah untuk merayakan tarian, menikmati universalitas bentuk seni ini, melintasi semua hambatan politik, budaya dan etnis, dan menyatukan orang-orang dengan bahasa yang sama yaitu tarian.

Selain itu, Hari Tari Sedunia dirayakan untuk memperingati kelahiran Jean-Georges Noverre (1727-1810), pencipta balet modern.

Baca Juga:  Berperan Penting dalam Diplomasi Global, Simak Sejarah Konferensi Asia Afrika

Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan pendidikan tentang tarian melalui acara dan festival yang diadakan pada tanggal 29 April di seluruh dunia.

Untuk memperingati World Dance Day setiap tahunnya, ITI mengundang anggotanya bersama para penari, koreografer, mahasiswa tari dan penggemar untuk bergabung dengan mereka dalam perayaan tersebut.

Perayaan berlangsung di kota tuan rumah yang diputuskan oleh Dewan Eksekutif International Theatre Institute, misalnya pada tahun 2017 diselenggarakan di Shanghai, Cina, dan pada tahun 2018 itu di Havana, Kuba.

Baca Juga:  Heboh Gegara Larangan Jilbab, Intip Sejarah dan Asal Usul Paskibraka

Salah satu tari tradisional yang terkenal dan mungkin sudah tidak asing di telinga kita adalah Salsa. Salsa merupakan salah satu tarian Latin yang menginspirasi munculnya berbagi tari di dunia.

Salsa semakin popular karena gerakannya yang dinamis, lincah, dan energik dan diiringi oleh musik Salsa yang berasal dari Son Kuba. Musik tersebut gabungan dari musik tradisional Afrika dan Kuba serta irama Amerika Latin.

Selain itu, banyak tarian Indonesia yang juga sudah terdengar dan ditampilkan di kancah internasional. Seperti contohnya tari Saman. Tari Saman merupakan tari yang berasal dari Suku Gayo.

Baca Juga:  Asal Usul Nama Sukajadi, Jalan Ikonik Menuju Lembang di Kota Bandung

Tarian ini biasanya ditampilkan dalam acara-acara penting dalam sebuah adat. Syairnya sendiri menggunakan bahasa Gayo. Selain itu, tari Saman juga biasa ditampilkan saat perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Bahkan, tari saman kemudian ditetapkan UNESCO sebagai salah satu daftar representasi budaya Tak benda Warisan Manusia di dalam sidang ke-6 pada Komite Antar Pemerintah untuk melindungi warisan budaya Tak Benda UNESCO yang digelar di Bali pada 24 November 2011.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Perluas Akses Rute Bandung-Jakarta, TRAVL Resmikan Titik Keberangkatan Baru di Jalan Diponegoro

Bolehkah Menggabung Niat Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Sunnah? Ini Penjelasan Fiqihnya

Guruh Soekarnoputra Dikabarkan Kritis, Keluarga Gelar Doa Bersama

Jejak Asmara Sara Wijayanto & Demian: Dari Restui Waktu Hingga Akhirnya Ketok Palu?

4 Nasi Padang Enak di Bandung yang Bikin Kalap, Rendang hingga Dendeng Batokok Wajib Coba

Strategi JNE Perkuat Ekosistem Logistik UMKM Lewat Integrasi Teknologi Everpro Chat

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.