Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Sisi Lain 17-an! Perayaan Kemerdekaan Tanpa Sekat ala Dunia vs Tenda Mewah Indonesia!

Jumat, 14 Agustus 2026 14:08 WIB

Warisan Miliarder Indonesia Terungkap, Empat Anak Michael Hartono Dapat Saham Rp52 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 13:35 WIB
Pelecehan Seksual

Dipicu Masalah Uang, Ayah di Purwakarta Tega Siksa Anak Kandung

Jumat, 14 Agustus 2026 13:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Sisi Lain 17-an! Perayaan Kemerdekaan Tanpa Sekat ala Dunia vs Tenda Mewah Indonesia!
  • Warisan Miliarder Indonesia Terungkap, Empat Anak Michael Hartono Dapat Saham Rp52 Triliun
  • Dipicu Masalah Uang, Ayah di Purwakarta Tega Siksa Anak Kandung
  • AFC Tolak Banding Persib Bandung, Denda Miliaran Rupiah dan Sanksi Laga Kandang Tetap Berlaku
  • Marc Klok Kembali ke Persib Usai Tugas Negara, Langsung Tancap Gas di Bali
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Ferran Torres Tinggalkan Barcelona, PSG Tebus Rp900 Miliar dan Siapkan Kontrak hingga 2031
  • Geger! Dua Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Kontrakan Cimahi, Leher Terluka Parah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 14 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ditinggal Otak di Balik AI Gemini ke OpenAI, Saham Induk Google Langsung Terjun Bebas

By Aga GustianaRabu, 24 Juni 2026 12:06 WIB2 Mins Read
Kantor Google. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Raksasa teknologi Alphabet Inc., induk perusahaan Google, baru saja melewati hari terkelamnya di lantai bursa Wall Street dalam setahun terakhir. Kepercayaan investor goyah menyusul hilangnya dua otak penting di balik pengembangan kecerdasan buatan (AI) mereka, ditambah sentimen negatif yang membayangi masa depan monetisasi teknologi canggih tersebut.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, saham Alphabet terjun bebas hingga mendekati angka 5%. Penurunan tajam ini menjadi rapor merah terburuk Alphabet sejak koreksi dalam sebesar 7% yang sempat terjadi pada Mei 2025 lalu.

Kehilangan Dua Pilar Utama AI ke Tangan Pesaing

Kelesuan saham ini dipicu oleh kabar miring dari internal perusahaan. Google harus merelakan kepergian Noam Shazeer, Wakil Presiden Teknik sekaligus salah satu tokoh kunci di balik proyek AI Gemini. Shazeer memilih hengkang dan menyeberang ke rival abadi mereka, OpenAI.

Ironisnya, kepindahan ini terjadi kurang dari dua tahun setelah Google bersusah payah memboyongnya kembali pada Agustus 2024 lewat kemitraan dengan Character.AI—startup yang didirikan Shazeer setelah sempat keluar dari Google di tahun 2021. Padahal, Google baru saja memamerkan lini inovasi teranyar mereka, termasuk Gemini 3.5 Flash dan Gemini Spark, dalam gelaran tahunan Google I/O.

Tak berhenti di situ, pukulan telak kembali menghantam lini DeepMind Google. John Jumper, sang pemenang Hadiah Nobel 2024 sekaligus pionir sistem AlphaFold yang merevolusi dunia medis, resmi menyatakan pamit setelah sembilan tahun mengabdi. Jumper memilih melanjutkan kariernya bersama Anthropic, kompetitor utama Google dalam pengembangan LLM (Large Language Model).

Efek Pernyataan Satya Nadella dan Tekanan Margin

Kepanikan pasar kian beralasan setelah CEO Microsoft, Satya Nadella, melontarkan pandangan tajam dalam wawancaranya bersama Wall Street Journal. Nadella secara tersirat mengingatkan pelaku industri untuk tidak terjebak dalam ketergantungan pada beberapa raksasa teknologi tertentu. Ia menilai bahwa teknologi kecerdasan buatan kini mulai bergeser menjadi produk komoditas yang umum.

Pernyataan tersebut langsung menjadi hantaman psikologis bagi para pemegang saham Alphabet. Pasalnya, sejak Oktober lalu, Alphabet telah menggelontorkan dana fantastis hingga USD 141 miliar (sekitar Rp2.200 triliun) lewat skema utang dan ekuitas demi merajai ekosistem AI terintegrasi.

Jika narasi Nadella terbukti—di mana model AI ke depan akan semakin murah, generik, dan mudah digantikan satu sama lain—maka investasi masif yang dilakukan Alphabet dikhawatirkan gagal menciptakan benteng bisnis yang kokoh (moat), melainkan justru menggerogoti margin keuntungan perusahaan.

Melengkapi hari buruk raksasa mesin pencari tersebut, di hari yang sama sejumlah pengguna global juga mengeluhkan adanya kendala teknis berupa gangguan akses (down) pada dua platform terbesar mereka, yakni Gmail dan YouTube.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Alphabet gemini ai kecerdasan buatan openai Saham Google
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini

Ilustrasi emas antam

Harga Emas Antam Hari Ini 14 Agustus 2026 Anjlok Rp36 Ribu, Cek Harga Terbarunya

Jomblo Auto Mengheningkan Cipta! Momen Manis Bule Cantik Australia Datang ke Lombok Demi Si Hitam Manis

Game Free Fire

Bisa Dapat Skin & Diamond Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Jumat 14 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Langsung Cair ke Rekening! Klaim Link DANA Kaget Gratis Hari Ini 14 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan

Kode Redeem FF 14 Agustus 2026: Dapatkan Bundle Keren, Emote Rare, dan Voucher Diamond Sekarang!

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.