Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Telat! Kode FF Hari Ini Bisa Bikin Kamu Dapat Bundle Langka Gratis

Rabu, 24 Juni 2026 13:25 WIB

Akhirnya Mualaf?! Aktor Antagonis Terbaik Hollywood Ini Masuk Islam saat Syuting Film Terbaru

Rabu, 24 Juni 2026 12:53 WIB

Ditinggal Otak di Balik AI Gemini ke OpenAI, Saham Induk Google Langsung Terjun Bebas

Rabu, 24 Juni 2026 12:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Telat! Kode FF Hari Ini Bisa Bikin Kamu Dapat Bundle Langka Gratis
  • Akhirnya Mualaf?! Aktor Antagonis Terbaik Hollywood Ini Masuk Islam saat Syuting Film Terbaru
  • Ditinggal Otak di Balik AI Gemini ke OpenAI, Saham Induk Google Langsung Terjun Bebas
  • Persib Bidik Bek Eropa! Mike van der Hoorn Masuk Radar Pengganti Barba
  • Koneksi Marc Klok: Dua Bintang Asal Belanda Masuk Radar Transfer Persib Bandung
  • Taufik Hidayat Ditempatkan di Sel Khusus, Polisi Libatkan Ahli Kejiawaan
  • Duel Panas! Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Grup B Piala Dunia 2026
  • Harga Emas Hari Ini Beda Arah! Antam Naik, Galeri 24 Stagnan, UBS Tak Bergerak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 24 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ditinggal Otak di Balik AI Gemini ke OpenAI, Saham Induk Google Langsung Terjun Bebas

By Aga GustianaRabu, 24 Juni 2026 12:06 WIB2 Mins Read
Kantor Google. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Raksasa teknologi Alphabet Inc., induk perusahaan Google, baru saja melewati hari terkelamnya di lantai bursa Wall Street dalam setahun terakhir. Kepercayaan investor goyah menyusul hilangnya dua otak penting di balik pengembangan kecerdasan buatan (AI) mereka, ditambah sentimen negatif yang membayangi masa depan monetisasi teknologi canggih tersebut.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, saham Alphabet terjun bebas hingga mendekati angka 5%. Penurunan tajam ini menjadi rapor merah terburuk Alphabet sejak koreksi dalam sebesar 7% yang sempat terjadi pada Mei 2025 lalu.

Kehilangan Dua Pilar Utama AI ke Tangan Pesaing

Kelesuan saham ini dipicu oleh kabar miring dari internal perusahaan. Google harus merelakan kepergian Noam Shazeer, Wakil Presiden Teknik sekaligus salah satu tokoh kunci di balik proyek AI Gemini. Shazeer memilih hengkang dan menyeberang ke rival abadi mereka, OpenAI.

Ironisnya, kepindahan ini terjadi kurang dari dua tahun setelah Google bersusah payah memboyongnya kembali pada Agustus 2024 lewat kemitraan dengan Character.AI—startup yang didirikan Shazeer setelah sempat keluar dari Google di tahun 2021. Padahal, Google baru saja memamerkan lini inovasi teranyar mereka, termasuk Gemini 3.5 Flash dan Gemini Spark, dalam gelaran tahunan Google I/O.

Baca Juga:  Siap-Siap! Bansos Barang Bakal Dihapus, Diganti Uang Tunai Rp5,4 Juta Pakai Teknologi AI

Tak berhenti di situ, pukulan telak kembali menghantam lini DeepMind Google. John Jumper, sang pemenang Hadiah Nobel 2024 sekaligus pionir sistem AlphaFold yang merevolusi dunia medis, resmi menyatakan pamit setelah sembilan tahun mengabdi. Jumper memilih melanjutkan kariernya bersama Anthropic, kompetitor utama Google dalam pengembangan LLM (Large Language Model).

Baca Juga:  Video Hari Pertama Masuk Neraka: Konten AI yang Picu Kontroversi Keagamaan

Efek Pernyataan Satya Nadella dan Tekanan Margin

Kepanikan pasar kian beralasan setelah CEO Microsoft, Satya Nadella, melontarkan pandangan tajam dalam wawancaranya bersama Wall Street Journal. Nadella secara tersirat mengingatkan pelaku industri untuk tidak terjebak dalam ketergantungan pada beberapa raksasa teknologi tertentu. Ia menilai bahwa teknologi kecerdasan buatan kini mulai bergeser menjadi produk komoditas yang umum.

Pernyataan tersebut langsung menjadi hantaman psikologis bagi para pemegang saham Alphabet. Pasalnya, sejak Oktober lalu, Alphabet telah menggelontorkan dana fantastis hingga USD 141 miliar (sekitar Rp2.200 triliun) lewat skema utang dan ekuitas demi merajai ekosistem AI terintegrasi.

Baca Juga:  Dirjen IKP Kemenkominfo Ungkap Ironi di Balik Perkembangan AI

Jika narasi Nadella terbukti—di mana model AI ke depan akan semakin murah, generik, dan mudah digantikan satu sama lain—maka investasi masif yang dilakukan Alphabet dikhawatirkan gagal menciptakan benteng bisnis yang kokoh (moat), melainkan justru menggerogoti margin keuntungan perusahaan.

Melengkapi hari buruk raksasa mesin pencari tersebut, di hari yang sama sejumlah pengguna global juga mengeluhkan adanya kendala teknis berupa gangguan akses (down) pada dua platform terbesar mereka, yakni Gmail dan YouTube.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Alphabet gemini ai kecerdasan buatan openai Saham Google
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Telat! Kode FF Hari Ini Bisa Bikin Kamu Dapat Bundle Langka Gratis

Harga Emas Hari Ini Beda Arah! Antam Naik, Galeri 24 Stagnan, UBS Tak Bergerak

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Serbu Sebelum Kehabisan! Link DANA Kaget dan Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 24 Juni 2026

Bikin Netizen Penasaran, Ternyata Begini Isi Video Ibu dan Anak Handuk Putih

Terungkap! Ini Fakta Sebenarnya di Balik Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Viral

Borong Pack Pemain Gratis! Kode Redeem FC Mobile 24 Juni 2026, Klaim Koin dan Gems Terbaru

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Kode Rahasia FF Juni 2026 Bocor! Ini Daftar Terbaru yang Masih Aktif
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.