Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

Senin, 26 Oktober 2026 17:21 WIB

Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak

Senin, 26 Oktober 2026 17:09 WIB

Bayern Muenchen Kudeta Dortmund dari Puncak Klasemen Bundesliga

Senin, 26 Oktober 2026 16:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat
  • Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak
  • Bayern Muenchen Kudeta Dortmund dari Puncak Klasemen Bundesliga
  • Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah
  • Tak Ada Waktu Santai! Persib Hadapi Jadwal Neraka hingga Akhir November
  • Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB
  • Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ditolak Manajemen Klub, Sekda Jabar Tegaskan Dana Urunan ASN untuk Bonus Persib Murni Sukarela

By Aga GustianaRabu, 2 Juli 2025 08:31 WIB2 Mins Read
Sekda Jabar, Herman Suryatman
Sekda Jabar, Herman Suryatman. Foto: bukamata.id/ Putra Juang.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pengumpulan dana bonus untuk Persib Bandung yang dilakukan secara sukarela oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jabar adalah wujud kepedulian dan rasa memiliki terhadap klub kebanggaan warga Jawa Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kabar bahwa manajemen Persib menolak dana urunan yang sebelumnya dijanjikan sebesar Rp1 miliar, namun hanya terkumpul sekitar Rp365 juta.

“Itu amanah dari teman-teman ASN dan sudah kami serahkan ke perwakilan manajemen. Insya Allah tidak ada dana dari kedinasan, sejak awal pun sudah dibuat fakta integritas bahwa ini murni sukarela,” ujar Herman saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Barat, Selasa (1/7/2025).

Herman menambahkan, hingga informasi terakhir yang diterimanya dari bendahara, dana patungan ASN telah mencapai sekitar Rp400 juta.

Baca Juga:  Link Live Streaming Persib Bandung vs Persis Solo di GBLA, Super League 2025/26 Malam Ini!

“Kami sudah berikhtiar semaksimal mungkin. Kalau pun ada yang kurang berkenan atau belum optimal, saya pribadi menyampaikan permohonan maaf. Tapi ini bentuk kesukarelaan, dan kami bertanggung jawab sebagai perwakilan ASN,” katanya.

Ketika ditanya soal apakah dana tersebut benar-benar dikembalikan oleh pihak Persib, Herman menyatakan belum bisa memastikan.

“Saya belum cek. Yang jelas kami sudah serahkan secara simbolis. Kalau ada dinamika di internal Persib, kami tentu akan komunikasikan kembali,” ucapnya.

Baca Juga:  Rekor Gila Bojan Hodak! Persib Tak Pernah Kalah dari Persija

Herman juga menegaskan bahwa dana tersebut tidak ada kaitannya dengan anggaran kedinasan, sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Pak Gubernur sudah jelas menyampaikan, tidak boleh ada uang dinas. Ini betul-betul dari pribadi masing-masing ASN, dan kami sangat menghargai partisipasi itu,” tegas Herman.

Ia bahkan menilai partisipasi ini sebagai hal yang langka dalam dunia sepak bola nasional.

“Mungkin baru kali ini di Indonesia, ada gerakan ASN mendukung tim sepak bola daerahnya seperti ini. Persib itu milik kita semua, jadi ini wujud empati,” ujarnya.

Di sisi lain, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, secara tegas menolak dana tersebut. Ia mengkhawatirkan bahwa pengumpulan dana yang tidak mencapai target bisa menimbulkan kesalahpahaman di kalangan Bobotoh.

Baca Juga:  Kuota Pemain Asing di Liga 1 Bisa Jadi 11, Pelatih Persib Angkat Bicara

“Saya takut jadi beban dan menimbulkan prasangka seolah Persib sudah menerima semuanya. Jangan sampai jadi bumerang,” kata Umuh, Jumat (27/6/2025).

Menanggapi penolakan tersebut, Herman memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh. Ia menilai yang terpenting saat ini adalah evaluasi dan menjaga komunikasi antar pihak.

“Saya tidak mau menanggapi itu dulu. Kami fokus ke dalam, memastikan semuanya berjalan sesuai niat awal, yaitu gotong royong dan rasa bangga terhadap Persib,” pungkas Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Persib Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak

ilustrasi bansos

Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah

Ilustrasi Hujan.

Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB

Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri

Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.