Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tak Ada Waktu Santai! Persib Hadapi Jadwal Neraka hingga Akhir November

Senin, 26 Oktober 2026 15:38 WIB
Ilustrasi Hujan.

Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB

Senin, 26 Oktober 2026 14:53 WIB

Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri

Senin, 26 Oktober 2026 14:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Ada Waktu Santai! Persib Hadapi Jadwal Neraka hingga Akhir November
  • Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB
  • Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • 5 Wisata Air di Pangandaran Selain Pantai, Cocok Buat Liburan Akhir Pekan
  • BPNT Tahap 4 Rp600.000, PKH hingga Rp750.000: Cek Nama Penerima Oktober 2026
  • Siap-siap Razia! Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Digelar di Jabar Selama 14 Hari
  • Viral Video Pemusnahan Kosmetik di SMAN 1 Pacet Cianjur, Ini Penjelasan Pihak Sekolah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB

By Aga GustianaSenin, 26 Oktober 2026 14:53 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Hujan.
Ilustrasi Hujan. (Foto: Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Langkah masif untuk memicu hujan buatan dan menjaga kelembapan vegetasi di kawasan rawan bencana terus digencarkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menggandeng Alkonost Aviasi Indonesia resmi mengudara untuk melangsungkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di atas langit Jawa Barat pada Minggu (25/10/2026).

Dalam misi penaburan awan ini, armada pesawat Cessna C208B bernomor registrasi PK-ALA dikerahkan langsung dari pangkalan Bandara Internasional Kertajati, Majalengka. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 3 ton (3.000 kg) natrium klorida (NaCl) murni diterbangkan untuk membasahi area-area vital, termasuk zona lindung Gunung Ciremai.

Misi Vital Jaga Kelembapan Tanah dan Hutan

Pelaksanaan penyemaian garam ini mendapat apresiasi penuh dari Komandan Lanud Sugiri Sukani, Letkol Pnb Kadeck Dwi Indira Mawan, S.I.P. Ia menilai rekayasa cuaca merupakan langkah krusial untuk menanggulangi risiko kekeringan serta menjaga kondisi tanah di area rentan.

“Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan potensi curah hujan guna membantu pembasahan lahan, khususnya di kawasan Gunung Ciremai,” ujar Letkol Pnb Kadeck saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Kepala Daerah Terpilih Harus Tancap Gas Demi Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Rincian 3 Misi Menerbangkan Hujan di Jabar

Operasi pembasahan lahan ini terbagi ke dalam tiga tahap pengudaraan (sorti) dengan fokus wilayah yang telah dipetakan secara terukur:

  • Tahap I (Zona Priangan Timur & Lereng Ciremai): Mengudara di ketinggian 9.500 hingga 11.000 kaki, pesawat menebarkan 1.000 kg NaCl ke dalam gumpalan awan Cumulus Congestus. Targetnya meliputi bentang perbatasan Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Majalengka, hingga kawasan hutan tutupan Gunung Ciremai.
  • Tahap II (Lintas Utara & Karawang Selatan): Penerbangan dilanjutkan pada ketinggian 5.000 sampai 10.000 kaki dengan kapasitas 1.000 kg NaCl murni. Misi ini difokuskan menyisir atmosfer wilayah Purwakarta, Subang, hingga batas selatan Karawang.
  • Tahap III (Sterilisasi Area Ring Kertajati): Sorti penutup menerbangkan 1.000 kg garam penyemai pada ketinggian 5.000–10.000 kaki. Pesawat bergerak memutar mengelilingi Bandara Kertajati dalam jangkauan radial 360 derajat hingga radius 30 mil laut.
Baca Juga:  Layanan PBG Akan Diterapkan di 27 Kabupaten Kota se-Jawa Barat

Cara Kerja Rekayasa Awan (OMC)

Teknologi penyemaian ini bekerja memanfaatkan keberadaan awan-awan potensial yang terdeteksi di sepanjang rute penerbangan. Dengan melepaskan partikel NaCl berkualitas tinggi tepat di dalam badan awan, proses kondensasi atau penggabungan titik-titik air dapat dipicu lebih cepat.

Baca Juga:  Cek Kesiapan Keamanan Pilkada Jabar 2024, DPR RI Gelar Kunker ke Kodam III Siliwangi

Hasilnya, presipitasi hujan dapat turun secara optimal di lokasi yang ditargetkan, sehingga ketersediaan air tanah serta keasrian vegetasi di wilayah Jawa Barat tetap terjaga dengan baik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BNPB hujan buatan jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri

Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi

Bansos

BPNT Tahap 4 Rp600.000, PKH hingga Rp750.000: Cek Nama Penerima Oktober 2026

Siap-siap Razia! Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Digelar di Jabar Selama 14 Hari

Viral Video Pemusnahan Kosmetik di SMAN 1 Pacet Cianjur, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

PENUSUKAN

Bawa Dua Pisau, Pria Diduga Tusuk Mantan Kekasih di Cipedes Bandung

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.