bukamata.id – Langkah masif untuk memicu hujan buatan dan menjaga kelembapan vegetasi di kawasan rawan bencana terus digencarkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menggandeng Alkonost Aviasi Indonesia resmi mengudara untuk melangsungkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di atas langit Jawa Barat pada Minggu (25/10/2026).
Dalam misi penaburan awan ini, armada pesawat Cessna C208B bernomor registrasi PK-ALA dikerahkan langsung dari pangkalan Bandara Internasional Kertajati, Majalengka. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 3 ton (3.000 kg) natrium klorida (NaCl) murni diterbangkan untuk membasahi area-area vital, termasuk zona lindung Gunung Ciremai.
Misi Vital Jaga Kelembapan Tanah dan Hutan
Pelaksanaan penyemaian garam ini mendapat apresiasi penuh dari Komandan Lanud Sugiri Sukani, Letkol Pnb Kadeck Dwi Indira Mawan, S.I.P. Ia menilai rekayasa cuaca merupakan langkah krusial untuk menanggulangi risiko kekeringan serta menjaga kondisi tanah di area rentan.
“Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan potensi curah hujan guna membantu pembasahan lahan, khususnya di kawasan Gunung Ciremai,” ujar Letkol Pnb Kadeck saat dikonfirmasi.
Rincian 3 Misi Menerbangkan Hujan di Jabar
Operasi pembasahan lahan ini terbagi ke dalam tiga tahap pengudaraan (sorti) dengan fokus wilayah yang telah dipetakan secara terukur:
- Tahap I (Zona Priangan Timur & Lereng Ciremai): Mengudara di ketinggian 9.500 hingga 11.000 kaki, pesawat menebarkan 1.000 kg NaCl ke dalam gumpalan awan Cumulus Congestus. Targetnya meliputi bentang perbatasan Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Majalengka, hingga kawasan hutan tutupan Gunung Ciremai.
- Tahap II (Lintas Utara & Karawang Selatan): Penerbangan dilanjutkan pada ketinggian 5.000 sampai 10.000 kaki dengan kapasitas 1.000 kg NaCl murni. Misi ini difokuskan menyisir atmosfer wilayah Purwakarta, Subang, hingga batas selatan Karawang.
- Tahap III (Sterilisasi Area Ring Kertajati): Sorti penutup menerbangkan 1.000 kg garam penyemai pada ketinggian 5.000–10.000 kaki. Pesawat bergerak memutar mengelilingi Bandara Kertajati dalam jangkauan radial 360 derajat hingga radius 30 mil laut.
Cara Kerja Rekayasa Awan (OMC)
Teknologi penyemaian ini bekerja memanfaatkan keberadaan awan-awan potensial yang terdeteksi di sepanjang rute penerbangan. Dengan melepaskan partikel NaCl berkualitas tinggi tepat di dalam badan awan, proses kondensasi atau penggabungan titik-titik air dapat dipicu lebih cepat.
Hasilnya, presipitasi hujan dapat turun secara optimal di lokasi yang ditargetkan, sehingga ketersediaan air tanah serta keasrian vegetasi di wilayah Jawa Barat tetap terjaga dengan baik.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











