Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 17:35 WIB
BLT Kesra mulai dicairkan bulan ini secara bertahap.

BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Tahun Cair Lagi? Cek Fakta & Cara Akses Bansos Kemensos Pakai NIK KTP

Senin, 26 Oktober 2026 17:30 WIB

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

Senin, 26 Oktober 2026 17:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta
  • BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Tahun Cair Lagi? Cek Fakta & Cara Akses Bansos Kemensos Pakai NIK KTP
  • Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat
  • Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak
  • Bayern Muenchen Kudeta Dortmund dari Puncak Klasemen Bundesliga
  • Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah
  • Tak Ada Waktu Santai! Persib Hadapi Jadwal Neraka hingga Akhir November
  • Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

By Mulki AlbarSenin, 26 Oktober 2026 17:21 WIB3 Mins Read
Halte BRT Kiaracondong Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata – Koalisi Pejalan Kaki Bandung mendesak pemerintah meninjau ulang lokasi dan desain dua halte Bus Rapid Transit (BRT) di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung. Kedua halte tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan karena jaraknya terlalu dekat dengan perlintasan sebidang kereta api.

Koalisi yang terdiri dari Edan Sepur Bandung, Transport for Bandung, dan Bandung Independent Living Center (BILiC) melakukan survei terhadap kondisi kedua halte pada 16 Oktober 2026. Hasilnya, mereka menemukan persoalan terkait jarak halte dari perlintasan kereta api hingga aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Koordinator Daerah 2 Edan Sepur Indonesia, Abdullah Putra Gandhara, mengatakan halte arah Antapani hanya berjarak 8,3 meter dari perlintasan kereta api. Sementara itu, halte arah Binong berjarak sekitar 12 meter.

Menurut koalisi, jarak tersebut perlu dievaluasi karena dinilai tidak sesuai dengan ketentuan teknis yang mereka jadikan acuan, yakni 50–100 meter dari perlintasan kereta api.

Baca Juga:  Tempat Nongkrong Kreatif di Bandung yang Bikin Betah dan Instagramable!

“Keberadaan halte yang berdekatan dengan perlintasan perlu ditinjau untuk memastikan bahwa aktivitas pemberhentian kendaraan tidak mengganggu ruang pendekat, memperburuk antrean, atau menimbulkan hambatan terhadap pergerakan kendaraan dan pejalan kaki,” kata Abdullah, Senin (26/10/2026).

Ia menegaskan, hasil pengukuran perlu menjadi dasar evaluasi apabila jarak halte terbukti tidak memenuhi kriteria teknis yang berlaku. Pemerintah perlu mempertimbangkan perubahan lokasi maupun desain halte untuk meminimalkan risiko gangguan lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.

Akses Halte Dinilai Belum Ramah Disabilitas

Selain persoalan jarak dengan perlintasan kereta api, koalisi menyoroti akses menuju halte, terutama bagi penyandang disabilitas.

Meski kondisi trotoar di kawasan tersebut dinilai telah dilengkapi fasilitas yang memadai, halte arah Antapani masih memiliki hambatan berupa tiang pembatas yang dipasang untuk menghalangi sepeda motor.

Baca Juga:  Dampak Angin Puting Beliung Bandung-Sumedang, 10 Rumah Rusak, 2 Warga Terluka

Koordinator Daerah 2 Edan Sepur Indonesia yang akrab disapa Agha itu mengatakan, akses menuju halte harus dipastikan tersambung dan aman bagi seluruh pengguna, termasuk pengguna kursi roda dan penyandang disabilitas lainnya.

“Apabila jalur menuju halte terputus, terdapat perbedaan ketinggian yang tidak dilengkapi akses yang sesuai, atau terdapat hambatan yang menyulitkan pengguna kursi roda dan penyandang disabilitas lainnya, kondisi tersebut perlu dicatat sebagai kebutuhan perbaikan aksesibilitas,” ungkapnya.

Menurut Agha, perbaikan harus mencakup jalur dari trotoar hingga area naik-turun penumpang agar dapat digunakan secara aman tanpa hambatan.

Minta Pemerintah Evaluasi Lokasi dan Desain Halte

Atas temuan tersebut, Koalisi Pejalan Kaki Bandung menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah. Mereka meminta evaluasi menyeluruh terhadap titik penempatan dan desain halte, peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang, serta pembenahan aksesibilitas bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

Baca Juga:  Persib Bandung Punya Banyak Opsi Pemain Lawan Bali United

“Titk halte berdasarkan hasil evaluasi tidak sesuai dengan kondisi geometrik jalan atau berpotensi menimbulkan konflik dengan perlintasan sebidang perlu ditinjau ulang. Peninjauan dilakukan dengan mempertimbangkan jarak terhadap perlintasan, ruang pendekat, antrean kendaraan, kebutuhan penumpang, serta ketersediaan lokasi alternatif,” kata Agha.

Koalisi menegaskan, rekomendasi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan BRT Cekungan Bandung. Sebaliknya, mereka mendukung pengembangan transportasi umum terintegrasi dengan tetap mengutamakan keselamatan dan aksesibilitas.

“Rekomendasi ini sebagai bentuk nyata dukungan kami terhadap pembangunan BRT Cekungan Bandung sebagai bagian dari ekosistem transportasi umum yang terintegrasi, andal, dan berkeselamatan, terutama sebagai moda lanjutan bagi pelanggan kereta api yang turun dari Stasiun Kiaracondong,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung halte BRT Kiaracondong Pemkot Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak

ilustrasi bansos

Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah

Ilustrasi Hujan.

Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB

Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri

Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.