Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Salah satu wisata dekat Stasiun Padalarang adalah Wahoo Waterworld.

Mau Main Air di Bandung? Ini 4 Waterboom dengan Wahana Seru untuk Anak dan Dewasa

Rabu, 23 September 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Skill! Ini Alasan Persib Tak Mau Asal Tambah Pemain Baru

Rabu, 23 September 2026 04:00 WIB

Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Rabu, 23 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mau Main Air di Bandung? Ini 4 Waterboom dengan Wahana Seru untuk Anak dan Dewasa
  • Bukan Cuma Skill! Ini Alasan Persib Tak Mau Asal Tambah Pemain Baru
  • Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya
  • 8 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam Terbaik di Kuningan untuk Liburan Keluarga
  • Menjelajah Cita Rasa Sunda: Deretan Kuliner Legendaris Khas Kuningan yang Wajib Dicicipi
  • Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat
  • Oktober Mencekam! Persib Harus Jalani 7 Pertandingan di Tengah Jadwal Super Padat
  • MENGEJUTKAN! 12 Tahun Tanpa Gosip Miring, Borok Rumah Tangga Sara Wijayanto dan Demian Akhirnya Terbongkar?!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

DPRD Jabar Setujui Kabupaten Cirebon Timur Jadi Calon Daerah Otonomi Baru

By Putra JuangRabu, 10 September 2025 14:44 WIB3 Mins Read
DPRD Jabar. Foto: bukamata.id/ Putra Juang.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat telah menyetujui pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDPOB) Kabupaten Cirebon Timur. Persetujuan ini ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama antara DPRD dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Jabar, Rabu (10/9/2025).

Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono mengatakan bahwa pemekaran ini sangat penting mengingat luasnya wilayah Kabupaten Cirebon yang memiliki 40 kecamatan dan 424 desa dengan jumlah penduduk yang sangat besar.

“Ini merupakan tonggak baru bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Cirebon Timur dengan mendekatkan pelayanan publik,” ujar Ono.

Meskipun masih menunggu pencabutan moratorium, Ono berkomitmen untuk terus mempersiapkan pemekaran ini dengan memanfaatkan instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi maupun Kabupaten Cirebon induk. Tujuannya adalah untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, pendidikan, dan kesehatan di wilayah Cirebon Timur.

Baca Juga:  Rafael Situmorang Ungkap Alasan Sekolah Swasta Populer Absen dari Program Gratis Jabar

“Ujungnya gini, ujungnya instrumen APBD Provinsi, instrumen APBD Kabupaten Cirebon induknya itu sudah harus bagaimana menyelesaikan atau mendorong percepatan pembangunan di infrastruktur dasar yang ada di Cirebon Timur,” imbuhnya.

Ono mengatakan, dari sepuluh CDPOB, Cirebon Timur berada di peringkat ke-6. Untuk bisa disetujui Pemerintah Pusat, dibutuhkan nilai 450 poin. Saat ini, Cirebon Timur memiliki nilai 355. Oleh karena itu, prioritas program dari Gubernur dan Bupati harus diarahkan untuk meningkatkan poin tersebut.

“Kita tidak menunggu moratorium, maka kita bersama-sama mempunyai komitmen untuk menyelesaikan persoalan-persoalan dasar yang meliputi tujuh hal tadi. Saya sudah sampaikan salam ke Pak Gubernur dan kami membahas itu melalui Pansus yang ada di Komisi 1. Ini pembahasan yang tercepat selama ada pembahasan CDPOB,” tuturnya.

Baca Juga:  Tinjau Stadion Wibawa Mukti, Komisi V DPRD Jabar Kawal Sukses Porprov XV 2026

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman menjelaskan bahwa proses persetujuan ini merupakan hasil dari kajian komprehensif yang telah dilakukan oleh Pemprov Jabar.

“Kami kirimkan surat ke pimpinan DPRD dan kemudian pimpinan DPRD melalui Komisi 1 melakukan pendalaman. Paling tidak untuk dua hal yang kami lakukan, yaitu terkait dengan persyaratan dasar kewilayahan dan persyaratan administrasi,” ucap Herman.

Menurutnya, kedua persyaratan utama tersebut telah terpenuhi, sehingga proses persetujuan bisa dilanjutkan. Langkah berikutnya, Gubernur Jabar akan menyampaikan hasil persetujuan ini kepada Pemerintah Pusat melalui Menteri Dalam Negeri.

Herman juga menyinggung tentang masa moratorium pemekaran daerah yang masih berlaku dari Pemerintah Pusat.

“Sampai saat ini kami masih menunggu. Tentu itu domainnya pemerintah pusat dan kami akan menyesuaikan. Sambil menunggu tindak lanjut dari pusat, kita akan memanfaatkan untuk cek dan kroscek terkait dengan tujuh hal yang di-highlight,” jelasnya.

Baca Juga:  Dari Rp23 Miliar ke Rp166 Miliar: Lahan Sekolah Jadi Fokus APBD Perubahan Jabar 2025

Tujuh hal yang menjadi fokus adalah demografi, geografi, kondisi sosial budaya politik, ekonomi, kapasitas fiskal, dan tata kelola pemerintahan. Dia berharap, saat moratorium dicabut, Kabupaten Cirebon Timur sudah siap dan dapat segera meningkatkan kualitas pelayanan publik, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Mudah-mudahan pada saatnya nanti setelah moratorium dibuka, Kabupaten Cirebon Timur bisa sesuai dengan harapan masyarakat, sesuai dengan harapan kita. Dan semata-mata semua ini kami persembahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, untuk meningkatkan kualitas pembangunan, dan untuk meningkatkan kualitas pemberdayaan, lebih dekat pemerintah dengan masyarakatnya itu jauh lebih baik,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar Ono Surono
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat

Sempat Diejek Semut Lawan Gajah, Tukang Pemilah Sampah Ini Menangi Pilkades di Bekasi

Pesta Miras Oplosan Maut di Cianjur: 4 Tewas, Dua Remaja Putri Masih Kritis di Rumah Sakit

Rayakan HUT ke-36, JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan dan Mitra Setia ke Tanah Suci

Karhutla Sumedang Tembus 64 Kejadian, Tertinggi di Jawa Barat hingga September 2026

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.