Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kode Redeem FF Terbaru 13 Agustus 2026: Klaim Skin Weapon Elegan dan Voucher Gratis Sekarang!

Kamis, 13 Agustus 2026 01:00 WIB

Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27

Rabu, 12 Agustus 2026 20:02 WIB

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Rabu, 12 Agustus 2026 19:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FF Terbaru 13 Agustus 2026: Klaim Skin Weapon Elegan dan Voucher Gratis Sekarang!
  • Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27
  • Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra
  • Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa
  • Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan
  • Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban
  • Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras
  • Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fakta Baru! Polisi Ungkap Dokter Kandungan di Garut Lecehkan Pasien di Kamar Kos

By SusanaKamis, 17 April 2025 14:45 WIB2 Mins Read
Konferensi Pers kasus dugaan pelecehan seksual oleh dokter kandungan di Garut. Foto: Instagram @polresgarut.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang dokter kandungan di Garut, M. Syafril Firdaus (33), resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Garut dalam kasus dugaan pelecehan seksual.

Namun, penetapan ini tidak berkaitan dengan kasus pelecehan yang sempat viral melalui rekaman CCTV di sebuah klinik.

Penetapan tersangka justru muncul dari laporan kasus berbeda, yaitu dugaan pelecehan terhadap seorang perempuan berusia 24 tahun.

Kasus bermula saat korban berkonsultasi soal vaksin gonore dengan pelaku yang kemudian menawarkan layanan suntik vaksin di luar klinik, tepatnya di kediaman orang tua korban.

“Tersangka MSF merupakan dokter kandungan di Klinik Karya Harsa, Garut. Ia melakukan penyuntikan vaksin gonore kepada korban di luar klinik, tepatnya di rumah orang tua korban,” ungkap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan dalam jumpa pers, Kamis (17/4/2025).

Usai proses penyuntikan, korban sempat mengantar pelaku pulang ke kosnya. Saat hendak membayar biaya vaksin secara tunai, pelaku menolak dengan alasan takut terlihat orang.

Ia kemudian mengajak korban masuk ke dalam kamar kos dengan dalih pembayaran di dalam ruangan, lalu mengunci pintu dan diduga melakukan tindakan pelecehan seksual.

“Tersangka secara paksa meraba-raba bagian tertentu korban, dan bagian tertentu lainnya di dalam baju, sehingga korban melakukan perlawanan,” ungkapnya.

Sementara itu, kasus pelecehan lainnya yang sempat menghebohkan media sosial karena terekam CCTV di Klinik belum bisa diproses lebih lanjut.

Hingga kini, polisi belum menerima laporan resmi dari korban yang terekam dalam video tersebut.

Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, menyatakan bahwa pihaknya masih terus menyelidiki kasus video viral yang terjadi pada Juni 2024 lalu.

Identitas korban belum diketahui karena wajahnya tidak terlihat jelas dalam rekaman, sehingga pencarian melalui teknologi face recognition pun belum membuahkan hasil.

“Kami sudah coba cek daftar pasien sesuai tanggal kejadian, tapi korban tidak terdata. Diduga ini adalah modus dari pelaku untuk menghindari pendataan resmi,” ujar Fajar.

Penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk mencari keberadaan ibu hamil dalam video tersebut dan membuka peluang untuk mengusut kasus lebih lanjut jika korban bersedia melapor secara resmi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dokter kandungan garut pelecehan seksual
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa

gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.